
Setelah pembicaraan tentang rena didalam mobil tadi Jonathan melajukan mobilnya menuju sekolah lagi.
Sampai sekolah lisa dan randi pun sudah menunggu didekat mobil randi yang sudah terparkir rapih.
Jonathan pun memarkirkan mobilnya dekat dengan mobil randi.
Jonathan turun yang disusul oleh karin.
"Hay karin," lisa menyapa dan mereka saling berpelukan.
Jonathan dan randi hanya menggelengkan kepalanya wanita memang seperti itu jika mereka bertemu mereka seperti tidak bertemu satu tahun lamanya.
Tapi yah begitu lah mereka para perempuan jika sudah bersama sahabat sahabatnya.
"Hay lisa, Nasya belum nyampe yah," ucap karin melihat kesana kemari tidak ada Nasya.
"Belum katanya dia bareng sama pacarnya," ucap lisa
"Ohh gitu," karin menjawab mengiyakan.
Tak lama mobil mewah yang tak jauh beda dengan mobil milik randi dan jonathan memasuki gerbang sekolah.
Mereka berempat terkejut saat dua orang manusia berbeda jenis kelamin itu turun dari mobil bersamaan.
__ADS_1
"Nasya, Arvand" ucap karin lisa randi dan Jonathan berbarengan.
"Jadi kalian pacaran" Randi membuka suara saat mereka masih kaget dengan mereka berdua.
Feeling karin benar ini ada hubungannya dengan Nasya temannya dan Arvand teman jonathan yang akan pindah sekolah kesekolah yang sama.
Arvand tersenyum mengangguk mengiyakan
"Iya kita udah pacaran jalan satu tahun" ucap arvan melihat kearah Nasya disampingnya.
"Jadi pacar yang kamu bilang itu Arvand temennya Jonathan" ucap karin tak menyangka.
Nasya memang memutuskan untuk tidak sekolah bersama dengan nya dan lisa alasannya ingin sekolah bersama sang kekasih nya.
"Kok bisa samaan sih kita pacaran dengan sahabat yang sama," lisa tak menyangka.
Ini seperti kisah yang selalu karin baca di novel novel yang dia koleksi.
"Ehh udah mau masuk nih ke kelas aja yuk nanti kita lanjutin lagi ngobrolnya" ucap karin saat melihat jam yang melingkar ditangan cantiknya.
"Ayuk," Nasya menyahut dan lisa bebarengan.
"Aku ke kelas dulu yah, bye" ucap karin pada jonathan begitupun dengan lisa pada randi dan nasya pada arvand.
__ADS_1
Tiga gadis cantik itu berjalan beriringan menuju kelas mereka dengan canda dan tawa.
Jonathan memasukan tangannya dan menyender kebody mobil memperhatikan karin yang berjalan sampai tak terlihat oleh dinding sekolah.
"Kok kita bisa samaan sih punya pacar yang juga sahabatan" ucap randi yang juga memperhatikan pacarnya menuju kelas itu.
"Mungkin takdir tidak mengijinkan kita untuk jauh jauh" celetuk arvand yang mendapat gidikan ngeri dari Jonathan dan randi sungguh perkataan arvand membuat randi dan Jonathan geli sendiri.
"Omongan loe vand lebay tau gak" ucap randi dan Jonathan yang ikut terkekeh.
"Dari tadi loe diem aja joo kaya gak seneng satu sekolah sama gue" ucap randi
Sebenarnya dia bercanda dia memang sudah tau sifat jonathan yang terlalu dingin dan mungkin seperti tidak peduli padahal itu memang sifat jonathan dan sudah mendarah daging.
"Terus gue harus gelar karpet merah gitu buat nyambut loe" ucap jonathan terkekeh dengan ucapan arvand.
"Boleh sekalian aja loe tabur bunga mawar merah buat gue," ucap arvand so jutek.
"Terserah gue mau masuk ke kelas" ucap Jonathan yang lansung meninggalkan randi dan arvand
"Nih anak emang gak pernah berubah yah dari dulu" ucap arvand yang langsung menyusul jonathan sedangkan randi hanya geleng geleng kepala melihat tingkah sahabat sahabat nya ini.
TBC jgn lupa vote like and comen.
__ADS_1