Masa SMA ku

Masa SMA ku
Episode 19


__ADS_3

Saat sudah sampai parkiran Jonathan mebukaka pintu mobil untuk karin setelah selesai Jonathan masuk kedalam mobil.


Diperjalanan pulang Jonathan menanyakan keadaan karin.


"Kamu gak diapa apain kan sama rena," ucap Jonathan khawatir


Karin yang asalnya melihat keluar jendela langsung menatap Jonathan dia melihat tatapan khawatir dari Jonathan.


"Aku tidak papa," ucap karin tersenyum ke arah Jonathan


Jujur karin merasa syok saat rena bicara kasar padanya karena karin adalah anak yang dimanja oleh kedua orang tuanya dan juga saudara saudara nya tak pernah sekalipun ada orang yang berani menentang karin dia selalu mendapat perlakuan baik dari semua orang.


Tapi yah nama nya juga hidup tak selamanya kita terus dapat pujian pasti selalu saja kita dapat perlakuan tak mengenakan dari orang luar.


Saat sampai didepan rumah karin, karin turun tanpa bicara apapun pada Jonathan saat sudah keluar dari mobil Jonathan menarik tangan karin dan memeluk nya.


"Maafkan aku," ucap Jonathan sambil menciumi puncuk kepala karin.


Karin mendongak " kenapa minta maaf " ucap karin


"Karena aku kamu dilabrak rena tadi.''


"Kamu gak salah," ucap karin tersenyum


"Tapi aku tetap merasa bersalah,"


"Sudahlah joo jangan merasa seperti itu, itu hal yang wajar karena aku berpacaran dengan pria terkenal sepertimu, aku hanya merasa syok saja karena ada seseorang yang berani bicara seperti itu padaku." ucap karin panjang lebar

__ADS_1


Jonathan terkekeh mendengar ucapan karin yang panjang lebar.


"Apa aku seterkenal itu," ucap Jonathan menggoda karin


"Yah kau selalu mendapat tatapan haus dari fans fans mu itu." ucap karin mengerucutkan bibirnya


"Jadi pacarku ini selalu cemburu padaku yahh '' ucap Jonathan menggoda


Pipi karin terasa panas saat dia ketahuan mengungkapkan cemburunya pada Jonathan


"Sudahlah jangan membahas itu lagi," ucap karin mengalihkan pandangannya dari Jonathan


"Lucu sekali pacarku ini saat pipinya memerah seperti ini," kata Jonathan sambil memangkup pipi karin dan


Cup


Jonathan mencium bibir karin singkat karin yang tak siap hanya melototkan matanya saat Jonathan menciumnya tanpa sepengetahuannya.


"Aww ampun sayang," kata Jonathan meringis kesakitan akibat dari cubitan di pinggang dari karin


"Mangkanya jangan menggodaku," ucap karin


"Yasudah iya iya, aku langsung pulang ya kamu gak papa kan aku tinggal sekarang.


"Iyah gak papa,"


"Yasudah aku pulang dulu yah," ucap Jonathan mencium puncuk kepala karin

__ADS_1


Karin mengangguk dan melihat mobil Jonathan menjauh dari pekarangan rumahnya.


Karin pun masuk dengan senyum yang mengembang di bibirnya ia terasa amat senang mempunyai Jonathan di hidup nya dia selalu membuat karin bahagia.


Disisi lain pun Jonathan merasa sama seperti karin dia bahagia bisa memiliki karin dalam hidup nya dia bahagia.


Dimalam hari karin sedang fokus dengan buku bukunya karena dia mempunyai PR dari sekolah sampai fokusnya teralihkan karena handphonenya berbunyi karin melihat siapa yang menelpon nya dan ternyata wanita yang dia rindukan yaitu ibunya.


"Hallo mom kapan pulang apa kalian tidak rindu pada anakmu ini kalian selalu saja meninggalkan ku sendirian dirumah ingat kalian masih punya aku," kata karin saat telepon dari mamanya diangkat


Terdengar kekehan dari sebrang sana


"Apa anak mama ini merajuk hem," kata ibunya karin


"Huh apa kalian baru sadar " ucap karin


"Ada yang marah pada kita suami ku dia ingin kita cepat pulang," kata ibunya karin pada suaminya


"Ohh apa anak kesayangan daddy marah hem maafkan daddy sayang pekerjaan daddy masih banyak jadi tidak bisa pulang cepat maafkan yah,"


"Okeh aku memaafkan asalkan daddy membelikan sesuatu yang kuinginkan," ucap karin


"Tentu sayang apa yang kau inginkan," ucap ayah karin


"Nanti saja saat kalian sudah pulang aku akan membicarakannya." ucap karin


"Baiklah sayang,"

__ADS_1


Karin pun berbicara dengan kedua orang tuanya melepas rindu.


Sampai malam mereka berteleponan karin membicarakan apa saja yang terjadi pada karin dan tak lupa karin memberitahukan Jonathan pada kedua orang tuanya.


__ADS_2