
Jonathan merasa kesal pasalnya karina menjadi pusat perhatian orang orang bukan hanya karena dia jago voli tapi karena kecantikannya.
Randi yang melihat Jonathan pun hanya tersenyum, selama ini jonathanbtidak pernah resah kalo melihat perempuan manapun berbeda dengan melihat karina Jonathan seperti orang gila saja tidak tenang duduk dan terus mengumpat kenapa randi menyuruh karin untuk ikutan voli.
"Kenapa sih joo," tanya randi pura-pura sambil menahan senyumnya
"Kenapa loe ikutin karin jadi pemain voli sih," sambil menatap randi kesal
"Ya gak papa kali kalo karin ikutan voli toh dia juga jago main voli nya cantik lagi anak anak skolah lain aja menatap kagum kagum sama karin," ucap randi sambil menggoda
"Karin itu cewek gue awas aja loe kalo suka sama dia," ucap Jonathan dengan tatapan membunuh
Randi yang ditatap seperti itu pun tidak bisa lagi menahan tawa nya..
"Hahahaa lucu loe sejak kapan loe jadi budak cinta," ucap randi tertawa sambil memegangi perutnya
"Maksud loe," tanya Jonathan bingung
"Tenang aja kali gue gak akan rebut karin dari loe gue lebih suka sama temennya itu," ucap randi sambil matanya fokus memperhatikan lisa.
"Tapi mungkin cowok lain yang bakal rebutin karin," timpal randi lagiii
"Gue gak takut, lagian karin juga bakal milihgue." ucap Jonathan percaya diri
Randi hanya tersenyum menanggapi ucapan Jonathan dia senang akhirnya Jonathan bisa jatuh cinta juga.
Babak pertama sudah selesai sekarang semua anggota voli sedang istirahat di pinghir lapangan skor nya sama antara mereka.
Karin sedang duduk dengan lisa dam yang lain Jonathan menghampiri karin dan membawakannya minum.
"Nih minum dulu," ucap Jonathan sambil menyodorkan minuman yang dibawa nyah.
Karin melihat ke sumber arah suara ternya Jonathan yang bicara padanya.
"Makasih," ucap karin tulus sambil mengambil minumannya
Jonathan duduk disebelah karin dan itu menjadi pusat perhatian karena mereka cocok jika berpasangan.
__ADS_1
Semua yang ada di lapangan memperhatikan mereka berdua ada yang menatap kagum ada juga yang iri.
Jonathan dan Karin hanya cuek diperhatikan seperti ituu oleh semua murid.
Berbeda dengan rena yang memperhatikan mereka berdua rena melihat dengan penuh benci sama karin.
"Apasih kelebihannya tuh anak, awas aja loe gue bakal memberi perhitungan sama loe," ucap rena sambil mengepalkan tangannya.
Permainan voli pun akhirnya dimulai lagi dan voli nya dimenangkan oleh SMA BINA BANGSA.
Karin dan lisa menuju kelas karena ini sudah lewat dari jam pulang.
Drrt drrt
"Aku tunggu diparkiran,"
Karin yang melihat isi pesan tersebut pun muka nya merah karena mendapat pesan dari Jonathan yang ternya tidak lupa kalo dia akan mengantarkan karin pulang.
Lisa yang melihat ke arah karin pun merasa aneh dengan karin yang senyum senyum terus muka nya merah setelah mendapat pesan.
"Jonathan," ucap karin sambil senyum senyum tanpa sadar
"Ciee ciee yang diajak pulang bareng," ucap lisa menggoda karin
"Apaansih, eeh iya loe gak bawa mobil kan hari ini," ucap karin pada lisa
"Iya,emang kenapa gue bisa naik taksi kok." jawab lisa.
"Mending loe ikut gue yuk," ucap karin
"Kemana? ke loe dan kak Jonathan maksudnya," ucap lisa bingung
"Udah ayok ikut aja," karin menarik tangannya lisa setelah mengambil tas mereka di kelas.
Lisa hanya ikut saja tanpa bertanya, saat karin menarik lisa untuk ikut dengannya ada seorang laki laki yang memanggil karina.
"Hey," ucap laki laki itu
__ADS_1
"Siapa ya," tanya karin bingung
"Boleh kenalan gak, nama gue edo," ucap edo sambil mengulurkan tangannya kekarin
Karin pun menerima uluran tangan itu.
"Karin," ucap karin
Jonathan yang melihat karin sedang berkenalan dengan laki laki dari SMA lain pun merasa kesal Jonathan menghampiri karin dan memeluk pinggang karin posesiv.
"Gue boleh minta no loe gak,?" tanya edo
"Dia gak punya no hp," ucap Jonathan sambil memeluk pinggang karin possesiv
Edo pun merasa kesal dengan Jonathan yang mengganggu perkenalannya dengan karin.
"Awas aja loe joo," ucap edo sambil berlalu pergi.
Karin hanya diam saja depeluk pinggangnya dengan posesif oleh Jonathan ada rasa senang dan gugup.
"Loe pulang di anterin randi aja," ucap Jonathan pada lisa
"Ah gak usah gue pulang naik taksi aja," jawab lisa
"Gak papa gue anterin aja" ucap randi yang tiba tiba muncul
"Gak usah nanti ngerepotin," jawab lisa dengan gugup sebenarnya lisa seneng bgt mau di anterin oleh randi tapi dia merasa gugup dan malu
"Udah sana loe pulang bareng randi aja," ucap karin
Randi langsung memegang tangan lisa dan menariknya untuk ikut dengannya menuju mobil yang ada diparkiran.
Lisa akhirnya mengukuti randi saja tanpa bisa menolaknya lagi.
Randi dan lisa pun meninggalkan parkiran sekolah.
"Gue duluan yah," ucap randi pada Jonathan dan karin..
__ADS_1