
"**Ketika dalam perjalan pulang tiba-tiba handphone suaminya bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Sejak kapan dia pakai nada diam di handphone nya." Batin ira
"Mas"!
Handphone nya bergetar tu, kayak nya ada yang nelpon deh. Coba diangkat dulu siapa tahu penting.
"Ngak penting lah paling orang iseng aja.
jawab DARMA.
"Oh iya mas, Dulu pernah juga sekali aku yang nelpon berkali-kali kenapa mas ngak angkat ?" apa panggilan dari Ira mas anggap ngak penting juga ya.
Deg... jantung darma berdebar kencang dia ngak tau harus menjawab apa.
oh i..tu..tu karena mas lagi sibuk jualan banyak pelanggan jadi mas ngak bisa angkat telepon, Takut nya di kira sama konsumen aku ngak melayani mereka . Maaf ya.
ohh begitu ya ..saya kira melayani yang begituan, jadi jangan terganggu karena nanti ngak bisa berdiri lagi kan udah ngak enak ya mas.
"Raut wajah DARMA memerah pertanda bahwa kenyataan nya dia sangat tidak cerdas dalam berbohong.
"Kebohongan yang kamu mainkan akan segera berakhir setelah aku melahirkan mas.
"Aku sama sekali tidak takut menjadi janda hidup mandiri dengan anak ku lebih baik , daripada hidup bersamamu hanya makan hati. Nanti bisa habis semua jantung dan limfa ku untuk mu mas. Aku ngak mau. Ira menggeleng-gelengkan kan kepalanya.
"Tak sepantasnya aku mempertahankan diri untuk bertahan dengan mu mas. Aku sudah bosan hidup penuh sandiwara ini. Kamu pikir aku tidak tau semuanya. Batin ira
" satu jam sudah berlalu akhirnya kereta mereka terparkir cantik di depan rumah.
"Saatnya untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan kegiatan lainnya.
"Ira masuk kedalam rumah dia berpura-pura masuk ke kamar dan tidur.
"Tak lama kemudian suaminya masuk kedalam kamar.
'IRAAA"
Kamu sudah tidur ?"aku mau berbicara dengan mu sebentar apakah bisa?"
mmmmm..ada apa? jawab ira.
"Aku mau menambah modal usaha apa bisa kita pinjam lagi di bank ?"
oh itu ya nanti aku tanya lagi ke kawan aku yang bekerja di sana. Apa ada hal yang lain lagi, Kalo tidak ada aku mau istirahat sebentar. Badan ku terasa sangat lelah karena perjalanan tadi.
"Kukira kamu mau memberitahu ku bahwa kekasih gelap mu lah yang menelpon mu mas..Seandainya kamu bisa melihat hatiku yang sedang hancur berkeping-keping ini.
Kamu ngak akan meminta untuk menambah modal mu karena itu tak akan aku kabulkan..Kamu laki-laki yang tak tahu kondisi dan situasi.
"Maassss DARMA
__ADS_1
"Teriak ira dari dalam kamar memanggil nama suaminya.
Darma terkejut bukan main.
Karena Ira tidak biasa dia memanggil nama nya.
Iya .Ada apa?
Jadi nasi yang mas berikan tadi waktu kita makan di luar harus aku bayar dengan menambah modal lagi ya kan mas?"
Iyaa. Jawaban DARMA SPONTAN.
Tanpa sepengetahuan IRA rupanya Darma tidak tahu apa pertanyaan untuk nya.
"Oh bagus kalo begitu. Hanya kamu satu-satunya suami yang memanfaatkan istri untuk kebutuhan pribadi mu mas.
Aku mau tanya kemana semua barang selama ini kau dagang, uang kau pakai kemana hah?"
Aku merintis usaha ku dari nol tapi dengan gampangnya kau habiskan dengan wanita murahan itu..
Amarah Ira sudah tak terkontrol lagi dia mengeluarkan apa yang ada didalam pikiran nya sekarang.
Barang nya masih ada ..aku simpan di gudang kawan yang di luar kota , agar memudahkan mas saat jualan.
Hei mas jangan kau pikir aku duduk dirumah ini aku tak tau apa-apa .Kamu terkadang tak jualan kau habis kan waktu mu di hotel bersama perempuan pelacur itu. kau pikir bayar hotel murah hah??
Setelah aksi adu mulut itu. Darma masuk ke dalam rumah memohon ampun dan berlutut meminta maaf.
ini terakhir kali aku memaafkan mu.
Jika esok masih kejadian yang sama maka kita akan berpisah secara hukum dan agama.
"sudah dua hari dari pertengkaran itu. Darma tidak ke luar kota lagi. Saat dia berada di kamar mandi Handphone nya berbunyi dan Ira langsung mengangkat.
Ira melihat nama panggilan tidak ada hanya nomor baru yang masuk. Belum lagi ira menekan tombol hijau handphone tersebut sudah di ambil alih oleh suaminya.
"Hallo hallo hallo
hanya itu saja yang dikatakan suami nya.
lalu telpon nya mati.
Siapa mas?"
"ngak tahu .
salah nomor kali mas!"
"mungkin saja.
__ADS_1
mungkin iya mungkin juga bukan. hehheeh
"Maksudnya?
Ngak maksud apa-apa kok mas!"
Jangan tanya sama aku masalah nya, Tanya lah ke dirimu sendiri mas kamu pasti tahu jawaban nya.
kamu juga pasti bisa memilih yang terbaik dan yang akan lebih baik.
Semakin hari rumah tangga mereka penuh dengan tanda tanya.
Darma yang selalu menyembunyikan hal yang begitu penting dalam hidup nya yaitu tentang perselingkuhan nya.
Ira yang semangat mencari informasi tentang keadaan suaminya di luar sana.
"membuat mereka sering sekali adu mulut baik malam atau siang hari."
Seminggu sudah berlalu Darma tidak lagi ke luar kota. Dia nampak gelisah sangat jelas terlihat dari wajah nya.
"Aku yakin kamu memikirkan bagaimana cara kamu bisa kesana lagi mas. Batin ira.
"Kamu sudah terlalu dalam mengukir luka.
Hingga suatu saat kamu harus membayarnya dengan sangat mahal.
"Keesokan harinya nomor telepon Minggu yang lalu menelpon lagi. saat Ira mengangkatnya dia langsung di matikan.
Lima menit kemudian ira menelpon no itu kembali setelah dia mengirimkan pesan singkat .Wahai wanita baik-baik angkatlah sebentar telepon dari ku karena aku mau bicara. Tertanda istri Darma.
"Selang beberapa menit Mas Darma keluar rumah katanya mau membeli rokok dia berjalan kaki menuju kedai rokok.
"Aku masih menelpon yang punya no tadi.
hallo "!
hallo .
jawab yang disana
" Maaf ya mba kenapa mba selalu menghubungi no handphone suami saya.
oh masalah itu mba ...saya menghubungi nya mau menanyakan kenapa ngak jualan karena saya mau pesan kosmetik. jawab si xx disana.
halo mba saya bukan nya ngak senang hati ya karena mba langganan suami saya, dan juga bukan pula saya tidak bersyukur , Tapi saya sangat lah paham tidak ada konsumen wanita yang sebegitu pedulinya terhadap orang meniaga sehingga kamu tanyakan sudah makan apa belum?
"Jangan kau pikir aku ini istri bodoh yang bisa kalian tipu. Kalaupun kamu mau sama dia lebih baik kamu suruh aja dia cerai sama aku biar kalian jangan lagi berzina bisa langsung kalian menikah. Dan satu lagi kalo kamu dari keluarga baik-baik tidak akan pernah menggangu hak orang lain."
TERIMAKASIH
__ADS_1
tut ...telpon ku matikan**.