
"***Malam yang sunyi tepat jam 1 pagi Ira kembali ke rumah kecilnya bersama si buah hati dan diantarkan oleh suaminya.
saat sudah sampai di pintu gerbang rumah nya suaminya berkata:"
Kamu masuklah dan aku akan kembali ke rumah mama untuk melakukan kegiatan lainnya.
"Deg"
jantung Ira terpacu lebih cepat dari biasanya, Baru saja hendak dia menjawab perkataan Darma, namun Darma sudah berlalu dengan motor kesayangan nya.
Akhirnya terjawab sudah penderitaan ku selama ini, Baiklah kalian semua sudah bermain dengan api maka kalian juga bisa melihat debunya yang akan perih dimata.
Kamu sudah mulai sandiwara ini mas dan akulah yang akan mengakhirinya..Batin Ira.
Dengan perasaan yang sangat sakit Ira masuk ke dalam rumah, bergegas dia ke dapur meminum air putih dingin yang ada di kulkas lalu dia meminumnya, Ira berharap dengan meminum air tersebut dapat meredakan amarahnya.
"saat masuk kedalam rumah dia pastikan semua pintu sudah terkunci dengan rapi.
"Ira juga membersihkan tubuh nya dengan air hangat setelah itu dia langsung masuk ke kamarnya, dan disini lah dia sekarang didepan buku dan pulpen nya disitu lah dia menumpahkan semua kepahitan yang di alami oleh Ira.
" Ayam sudah melantunkan suara merdunya pertanda hari sudah pagi menjelang subuh.
Tepat jam 3 pagi itu Ira shalat Tahajud dan meminta perlindungan kepada Allah SWT agar semua penderitaan nya cepat berlalu.
" setelah selesai dengan semua kegiatannya ira merebah kan dirinya di atas kasur untuk men istirahat kan tubuh nya sejenak.
"Dengan kepala yang begitu pusing dan juga tubuh nya begitu lelah membuat Ira langsung tertidur pulas***.
"**Kee*sokan paginya ira bangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk menghadiri acara keluarga di rumah kak iparnya"
"Satu jam kemudian ira menelpon suami nya untuk di jemput dirumah kecil mereka , namun yang datang bukan lah yang di harapkan Ira..
"loh kok kamu yang jemput dek...?
tanya Ira kepada adik ipar nya .
Bang darma lagi sibuk kak. jawab nya
hmmm..ayo kita pergi sekarang.
ayo .jawab sang adik ipar.
15 menit kemudian sampai lah ira di kediaman keluarga Darma .
Namun dia tak melihat suaminya
Entah dimana dia berada saat ini ira pun tidak tau.
__ADS_1
Apakah sesulit ini sudah hubungan kita mas?
batin Ira.
Aku tau kamu tidak lagi mencintai ku ,namun tak bisa kah kau menghargai ku sedikit saja di depan keluargaku.
jangan takut mas aku akan pergi dari kehidupan mu setelah anak kita lahir.
Aku tidak akan pernah menghalangi jalan yang ingin kamu tempuh sekarang, biarlah hati ini yang luka asalkan engkau bahagia. Batin Ira menangis.
Tidak lama kemudian keluarga besar IRA sampai di tempat acara. Dengan hati yang luka ira menyambut kedatangan keluarganya seorang diri. Untuk mengalihkan pembicaraan agar keluarganya tidak menanyakan Darma dimana , IRA terlebih dulu memulai pembicaraan mereka agar keluarganya bisa mencicipi makanan terlebih dahulu.
Entah kenapa hati Ira hari ini merasa sangat sedih dan sepertinya tidak di anggap di keluarga Darma.
walaupun ada sedikit keraguan di hatinya namun Ira sangat yakin bahwa keluarga suaminya menerima istri simpanan suaminya itu tadi malam.
Aku yakin kamu bawa dia mas kemari, namun aku tidak mengenalnya lebih lagi keluargamu menyuruhku untuk istirahat ke rumahku seorang diri.
Semoga saja sandiwara yang kamu mainkan akan cepat terbongkar agar aku tahu mana yang sebenarnya orang yang baik, dan mana orang yang menusukku dari belakang.
"Semoga tidak termasuk ibu mu ya mas
karena aku menyayangi nya seperti ibu ku sendiri..tapi jika dia ada di balik semuanya
maka tidak ada maaf untuk mu dari ku.
"Acara hampir selesai Ira tidak menikmati makanan yang di sajikan di pesta tersebut.
Setelan yang ira pakai kotor disaat seseorang menabrak nya dan tidak sengaja menumpahkan minuman yang dia pegang.
eits...maaf ya saya tidak sengaja ...ucap wanita itu.
iya ngak papa kok..aku juga yang salah karena melamun di siang bolong heheheh.
Tidak lama kemudian suaminya datang.
Mas kamu dari mana aja?
saya dari sana tuh..menjamu tamu..sekarang mau pulang istirahat karena capek seharian ngak istirahat.
Jawab DARMA ketus.
Kamu selalu saja marah kepada ku mas
Apa salah ku? Batin ira menangis
dia mengusap matanya yang tergenang air lalu dia berjalan mengikuti suaminya untuk pulang kerumahnya.
__ADS_1
"setelah satu jam mereka istirahat. Ira bangun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Dia memakai baju santai dan memoleskan sedikit makeup lalu berjalan ke arah ranjang dimana suaminya masih tidur.
Dia melirik jam yang ada didalam dinding kamar tersebut.melihat jam menunjukkan pukul 6 lebih 30 menit Ira memberanikan diri untuk membangun kan suaminya..Setelah suaminya bangun ira langsung Merapi kan tempat tidurnya itu..tidak lama kemudian suaminya sudah rapi dan wangi..
Lalu ira meminta waktu suaminya sebentar untuk berbicara.
" Mas kata dokter aku Minggu ini harus konsultasi la ...gi,..
belum pun habis Ira berbicara..
Darma sudah menjawab
Aku tidak ada waktu....
Lalu ira duduk dekat Darma dan memohon pada suaminya untuk menemani ira kerumah sakit. agar suaminya tahu bahwa dia harus operasi cecar namun harapan hanya tinggal harapan suaminya tidak mau menemani.
Dengan hati yang begitu hancur dia minta izin untuk pulang kerumah orang tuanya dan Ira mengatakan bahwa aku akan melahirkan di kampung mama.
Segala sesuatu keperluannya untuk melahirkan telah disiapkan Ira.
Begitu mirisnya saat Darma berkata aku tidak bisa antar kamu lebih baik kamu naik ojek saja.
Deg" Denyut jantung ira terasa berhenti saat itu juga.
Aku mengandung anak mu mas
Kenapa kamu tega sama aku begini.
aku hamil besar lhoo..
ira hanya bisa bicara dalam hati mulut nya terasa beku sudah walau sekedar berucap.
Setelah naik ojek yang di pesan suaminya itu
air mata ira tumpah tidak bisa di bendung lagi
sampai Ira sesegukkan.
Hatinya bagai ditusuk belati yang tajam mengenai jantung dan hati nya..hingga ira tidak dapat berkata apa-apa lagi..begitu remuknya perasaan ira saat ini.
Dalam hati ira Ira berkata..Semakin yakin aku akan meninggalkan perkawinan kita ini mas.
Tunggulah dramaku yang tidak bisa kalian lupakan se umur hidup kalian semua..
Saat sampai di rumah orang tuanya Ira meletakkan semua barang yang di bawanya tadi di kamar dulu dia tempati saat masih gadis..
jam Sudah menunjukan pukul tujuh. setelah sholat magrib Ira dan adik nya bergegas menuju ke rumah sakit untuk konsultasi..
__ADS_1
selamat membaca
maaf telat update***