
***Langit begitu mendung tidak menampakkan cahaya matahari yang menyapa, Demikian pula dengan hati ira yang begitu rapuh.
dia sudah memantapkan kan hatinya untuk menghadapi kenyataan yang terpahit sekalipun.
Hari ini dia masih diruang dosen bimbingan skripsi, Ira meminta cuti kuliah nya karena beberapa hari ke depan dia akan melahirkan.
Doktor Marzuki sudah memprediksi bahwa kurang dari 3 Minggu lagi Ira akan melahirkan.
Dosen Ira memberi tahukan kepada Ira, Jika kamu masuk kuliah tepat setelah 1 bulan setengah setelah melahirkan .Maka kamu akan bisa langsung mendaftarkan untuk wisuda." Karena menurut dosen tersebut skripsi yang Ira buat akan langsung di terima.
Ira begitu bahagia mendengar kabar berita itu.
Dia melupakan sejenak masalah tentang keadaan suaminya yang menyayat hati nya..
Ira berucap syukur walaupun tanpa dukungan dan bantuan dari mu Suamiku akhirnya aku mendapatkan gelar sarjana, Batin Ira.
"Suatu saat nanti aku akan membuktikan padamu mas , Jika hari ini kau tinggalkan aku hanya demi perempuan lain maka kamu salah besar dan akan menyesal mas. Ira mengatakan itu sambil menggenggam tangannya dengan kuat hingga membuat telapak tangan nya sedikit memerah akibat genggaman tersebut."
Setelah selesai dengan lamunan nya dia berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari ruangan dosen pembimbing.
Ira tidak lagi meminta izin pada dosennya karena dosen itu sudah dari keluar dari ruangan menuju ruang diskusi.
"Hati ira yang begitu senang dengan kabar tadi dia langsung menetapkan pilihannya jika suaminya sudah kedapatan berselingkuh maka dia akan memilih karir nya. Namun jika suaminya tidak berselingkuh maka Ira akan memilih jadi ibu rumah tangga saja walaupun sudah gelar sarjana Ira tidak akan bekerja.
" Tepat jam 12 siang Ira sampai ke rumahnya
assalamualaikum mas !"
jangankan menjawab salam melihat Ira saja dia tidak mau.
Mas "! sapa Ira
Boleh kah aku bicara sebentar?""
hening :;"
tidak ada jawaban sama sekali
Mas!:' panggil Ira lagi
Aku mau kasih tau sesuatu ke kamu apa boleh aku bicara ? mau kah mas mendengarkan?
Dari dulu ya kamu itu ngak pernah bisa diam dasar wanita banyak bicara. nanti suara mu hilang baru tau rasa. Bentak Darma dengan suara lantang.
Membuat IRA langsung terdiam seribu bahasa tak terasa air mata nya langsung muncul tanpa permisi .
Ira masuk kedalam kamar dan membuka buku hariannya. Dia menulis semua tentang keadaan ekonomi kehidupan nya, dan juga tentang kuliah, Tak lupa juga dia tulis tentang seorang laki-laki yang tidak pernah perduli lagi dengan nya.
Semua dia utarakan di buku tersebut..tak pernah sekalipun dia curhat kepada orang lain termasuk sanak saudara nya sendiri.
__ADS_1
Setelah kejadian itu IRA tak pernah lagi meminta apapun dari suami nya kecuali minta izin pulang ke rumah orang tuanya.
Minggu ini semua anggota keluarganya fitting baju pesta, Karena Minggu depan acara khitanan keponakan Darma..Ira tidak tau kalo dirinya tidak ada terdaftar disitu untuk fitting baju.
Lalu ira memberanikan diri untuk bertanya
" Kak apa ira ngak di anggap keluarga ya
kenapa Ira ngak ada baju seragam. Tapi kalo ngak da ngak papa juga sih kak"
Oh bukan begitu dek kami kira kamu akan melahirkan Minggu ini, Jadi kak ngak ajak deh heheeh....
""maaf ya""
ngak apa-apa *" Jawab ira.
oh iya memang nya kapan kamu melahirkan?
kalo bukan Minggu ini kamu ikut aja fitting baju nya.
Boleh juga..
Namun didalam lubuk hati IRA yang paling dalam merasakan ada hal yang aneh di keluarga ini..apakah sebenarnya mereka sudah tau kalau Mas Darma sudah nikah lagi. atau mereka memang sengaja tidak menganggap aku ada di kluarga mereka .Batin ira" penuh tanda tanya .
"Hari demi hari Ira lalui begitu menyiksa diri, Namun dia tetap tegar menghadapi kenyataan bahwa dirinya hanya sebagai istri terbuang.
Jam 4 sore suaminya sudah pulang dari luar kota, Ira baru saja sampai kerumahnya diantar oleh adik ipar nya yaitu adik perempuan Darma bernama Rita.
Mas kamu bicara dengan siapa serius banget. kayak nya senang banget ya dengan istri barunya. Sindiran pedas IRA lontarkan.
Hati Ira begitu sakit bagaikan ditusuk seribu belati ke ulu hatinya, Saat mendengarkan jawaban suaminya yang begitu mengejutkan.
" Iya"
Memang nya kenapa? apa kamu cemburu hah?
Ngak kok mas, untuk apa aku cemburu terhadap orang yang membagi cintaku.
Kamu sudah tidak pantas berada di hatiku lagi mas. Setelah anak kita lahir aku akan pergi dari kehidupan mu Mas.
Hari ini aku masih bisa bersabar menghadapi kenyataan bahwa kamu telah mengkhianati ku walau belum ada bukti.
"Ingatlah wahai manusia yang menyembunyikan bau bangkai.suatu saat nanti bau nya akan tercium juga.
"Saat Darma mandi Ira langsung mengambil telpon genggam suaminya itu dan memeriksa panggilan tadi. Namun isi dari pinggilan keluar tidak ada sama sekali. Ira semakin yakin kalo suaminya sudah selingkuh dengan wanita lain.
" Hari kebahagian untuk keluarga besar Bentara pun tiba. Semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,.
Ira duduk di sebuah kursi kayu memandang semua orang yang berlalu-lalang melakukan kegiatan tersebut.
__ADS_1
Malam itu Ira tidak melihat keberadaan suaminya, Bahkan no telepon nya ngak bisa di hubungi.
"Karena dia merasa kelelahan dia masuk kedalam rumah mertuanya berencana ingin merebahkan tubuhnya .Tak berselang lama sebelum pantat nya mendarat di lantai marmer granit cat kuku itu.
Dia sudah di panggil.
Iraaaaaaa
Sebaiknya kamu pulang kerumah kamu sendiri aja. Ngak bagus untuk kesehatan ibu hamil kalo kamu bergadang. suara ibu mertuanya.
Ira kaget..
ohh baiklah.
Saat hendak pulang dia tak sengaja ketemu suaminya.namun Ira tidak bicara sepatah katapun,. Dia hanya menunduk supaya air mata tak terjatuh.
Menurut ira malam itu dia di usir dirumah mertuanya itu ..kalo seandainya mereka merasa aku akan kelelahan atau lain sebagainya , kan bisa dipinjamkan aku kamar tidur tamu. Apalagi yang acara kan dirumah kakak. Batin ira.
Akhirnya air mata yang di tahan sejak tadi jatuh juga waktu suami nya berkata:
Ayo kuantarkan kamu pulang ke rumah;!
hahahhaha..berarti kalian semua menyuruhku pulang ya mas..aku pikir kamu ngak tahu kejadian di dalam tadi.
Darma menjawab dengan kebingungan,
Akhirnya dia jujur ..Aku ditelpon adik ku untuk mengantarkan mu karena disuruh mama.
Oh ya benarkah??
jadi kamu punya no telepon berapa mas??
Hingga aku tidak tau no apa yang kamu pakai sekarang .Hahahahaha
Betapa bodoh nya istrimu yang lemah ini ya mas..
"Darma merasa bersalah saat ira berkata demikian. dia akui dalam hatinya terlalu banyak dia torehkan luka di hati istrinya.
Namun dia tidak bisa lagi kembali seperti dulu."
"Aku menelpon mu berulang ulang kali mas
tapi tidak bisa terhubung karena aku pikir baterai nya lowbet. Tapi sekarang aku tahu jawaban nya bahwa aku tidak tahu no hp kamu yang kamu pakai bersama kluarga dan istrimu mas.
Dulu disaat kamu ke luar kota juga hanya aku yang tidak bisa menelpon mu ya mas..pantas saja apa yang mau aku sampaik an kepadamu ..aku hiks hiks harus sampaikan terlebih dulu ke keluargamu hikss hiks.
Betapa kejamnya dirimu mas padaku .apa salah ku mas??
hingga kamu buat aku semenderita begini.hikss hikssa..
__ADS_1
kalian semua kejam.
Kalian telah memulai sandiwara ini. Aku akan mengakirinya***.