Mati Saja

Mati Saja
Ruangan eksekusi gelap


__ADS_3

Ketika sampai di depan pintu yang di jaga 2 orang berbadan besar dan tunggi wulan nundukkan kepalanya pada 2 orang itu " kami mengantar minuman untuk tuan AR " ucap wulan pada 2 pengawal itu " Tuan berada di ruangan gelap " jawab pengawal itu, wulan yang membalikkan badan kearah rika "Rika,Disa kalian antar minuman itu keruangan gelap sedangkan aku dan tia masuk kedalam untuk meletakkan minuman ini" ucapan kak wulan seperti petir bagi rika, Sedangkan yang tak berani melawan pun hanya menganggukkan kepala pelan.


"Kau tau kita tidak bisa masuk berdua" Ucap rika yang sambil berjalan agak gemetar " Menangnya kenapa? " tanya polos Disa " Karena tuan AR tidak suka akan keramaian" kata rika yang wajahnya sedikit pucat menahan takut masuk keruangan gelap itu " apa kau takut masuk kesana? " pertanyaan Disa pun dijawab oleh Rika "Iya" dengan Wajah sedikit ragu Rika pun bertanya pada Disa " Apa kamu mau masuk keruangan itu demi aku Dis?, Disa yang diam beribu bahasa dan pertanyaan dihatinya '(Menangnya ada apa didalam ruangan itu)' Disa yang diam pun menjawab dengan senyum manisnya " Iya asal kau mau menunggu ku di luar, bagaimana? " tanpa ragu Rika menjawabnya " baiklah, kita akan sampai ".


Disa dan Rika sudah hampir sampai di ruangan gelap akan tetapi Rika yang menghentikan langkahnya secara tiba tiba " aku akan menunggu mu disini Dis, kau harus ingat yang disampaikan Fahmi tadi " Disa hanya tersenyum lalu melangkah kan kakinya kembali.

__ADS_1


"Permisi tuan saya membawakan minuman untuk tuan" kata Disa pada 4 penjaga pintu ruangan itu lalu pintu ruangan pun di buka oleh penjaga itu, Disa yang membawa nampan yang berisi minuman wine khusus dan gelas pun masuk. Hanya sedikit cahaya lampu remang remang yang memang di desain sedikit cahaya, Ketika Disa melangkahkan kaki nya dan berjalan tiba tiba Disa mendengar suara jeritan 'Aaaaa... Aaaaa ampun tuan' Disa terus melangkahkan Kakinya kesebuah ruangan di sana semakin jelas suara jeritan itu.


Adam yang melihat seseorang di balik tirai, pun berjalan menghampiri tirai "siapa?? " tanya adam " saya membawa minuman untuk tuan" jawab Disa. tanpa menungga lama Disa masuk kedalam tirai itu. Disa terdiam ketika 2 langkah masuk kedalam tirai itu Disa terkujut melihat 2 orang yang di campuk dan 2 anak kecil yang menangis.


Disa yang gemetar berjalan membawa nampan yang berisi botol wine dan gelas, karna gemetar saat berjalan botol botol wine dan gelas gelas yang berada di nampak itu menimbulkan suara menunjukkan bahwa Disa sedang gemetar dan ketakutan. 'Ctar Ctar...' Suara cambukkan yang di cambuk pada suami istri itu. Disa yang menahan agar tak berteriak saat mendengar jeritan 2 orang itu menahannya dengan menggigit bibir bawahnya, Disa mendekat ke meja lalu meletakkan nampan itu. AR yang melihat Disa yang gemetar dan menahan takut pun tersenyum Jahat, Mata tajam AR tak pernah melepaskan pandangannya dari gadis mungil yang menunduk dan menggigit bibirnya menahan takut. " Tuangkan" ucap sang penguasa kesunyian malam ini Adam yang mendengar perintah itu mendekat pada tuannya untuk menuangkan minuman tetapi dengan tuannya itu mengintruksi dengan mengangkat tangannya seketika adam terdiam lalu mundur, Disa yang melangkah mundur pun terhenti ketika suara bariton Menghentikan langkahnya " Kau tuangkan minuman itu " perintah AR pada Disa.

__ADS_1


Dua anak kecil itu menagis menjerit ketika para algojo itu menariknya Disa yang sudah tak tega melihat 2 anak itu pun menetaskan air matanya. 'Ctar... (Suara cambuk)' "Aaaaaa sakit ibu" Jerit 2 anak itu, Disa yang sudah Kasian menyaksikan 2 orang tua anak itu di cambuk dan mereka tengkurep sudah tak berdaya dan sekarang Disa juga menyaksikan 2 anak kecil itu di cambuk juga pun sudah tak tahan dan merasa iba pada 2 gadis kecil itu.


AR menikmati minumannya dan tanpa Disa sadari ada sepasang mata yang melihat ekspresi wajah Disa yang sangat cantik dan manis, siapa lagi kalau Tuan AR.


Ketika algojo itu mengangkat cambuknya Disa berlari ke arah 2 gadis kecil itu dan " Sudah apa kalian tega menyiksa anak kecil seperti mereka,apa kalian tak punya hati? Mereka masih kecil dan jalin sudah menyiksanya seakan mereka hewan peliharaan kalian" Disa yang mengeluarkan segala isi hatinya dari awal masuk, Tanpa Disa sadari sepasang mata tajam seperti mata burung elang kini menatap kearahnya, "apa kalian tak apa? " tanya Disa pada 2 gadis kecil itu " Iya kak" jawab 2 gadis kecil itu "kalian bisa berdiri, mari kita lari bersama" bisik Disa pada 2 gadis itu mereka hanya diam lalu tersenyum. Disa yang membantu 2 gadis itu berdiri pun dengan cepat memegang membawa mereka keluar dari tirai dan dua pengawal yang melihat itu pun ingin mengejar tetapi AR pun berdiri lalu "Jangan dikejar, biarkan mereka lari sejauh mungkin" Algojo itu yang medengar perintah Tuan AR Pun megurngkan niatnya mengejar Disa dan 2 gadis itu.

__ADS_1


Disa pun membuka pintu ruangan gelap itu lalu menarik 2 gadis itu pengawal yang berjaga di depan pintu itu awalnya ingin mengejar Disa tetapi mereka berhenti karna di perintahkan oleh tuannya.


__ADS_2