
Setelah Tuan AR menaiki lift menuju kamarnya para tamu yang berada Club kembali lagi ketempat mereka semula menikmati musik dan minuman yang telah disajikan sedangkan karyawan kembali ketempat dan tugas mereka masing masing lain halnya dengan karyawan yang bertugas menyajikan minuman di perintahkan oleh Fahmi untuk bersiap siap mengantar minuman itu ke lantai 40. " Rika,Wulan,Tia, dan kamu Disa kalian sudah siap? Cepat antar minuman itu ke kamar tuan AR setengah jam lagi,Ketika kalian masuk ke kamar tuan AR saya harap kalian tidak usah mempedulikan apa pun yang terjadi di dalam sana mengerti!!! " jelas Fahmi "Baik Fahmi" jawab Disa dan teman tamannya serempak berbarengan " Oke semangat jangan pernah mengundang kemarahan tuan AR paham!!"
Dikamar Tuan AR
__ADS_1
Sesampainya Tuan AR di kamarnya dia langsung duduk di sofa dan adam yang berdiri di samping nya mendapat kabar dari salah satu pengawal yang di tugas membawa keluarga penghianat ke ruangan gelap yang berada di sebelah kamar VIP milik Tuan AR " Tuan keluarga hendro sudah berada diruang Eksekusi " kata adam yang mendapatkan respons kiriman dari tuannya. Adam yang paham apa yang harus dia lakukan pun membungkuk kan badannya lalu adam keluar dari kamar itu menuju rungan eksekusi. " Apa kalian sudah menangkap semua keluarganya? " tanya Adam ke salah satu pengawal yang berdiri di depan pintu " sudah tuan " jawab dari pengawal itu, adam masuk kedalam ruangan eksekusi itu dia melihat 4 orang yang ditutupi kain hitam kepalanya. Adam yang mengcek barang barang yang akan dibutuhkan oleh tuannya di ruangan eksekusi itu, adam yang selesai mengecek pun kembali ke kamar tuannya " Semua anggota keluarganya sudah di ruangan eksekusi tuan " ucap adam membungkuk kan badannya. AR pun yang tengah duduk pun berjalan keluar kamar menuju ruangan eksekusi.
Klotuk.... Klotuk....(suara sepatu AR, adam,dan para pengawal)
__ADS_1
" Salam tuan " Sapa pengawal yang berjaga di depan pintu ruangan eksekusi membungkuk akan hormat akan tetapi tak mendapatkan respons dari sang bos. Pintu ruangan eksekusi pun terbuka terlihat 4 orang (keluarga hendro) yang di ikat dan di tutup kepalanya ketika tuan AR berjalan mendekati 4 orang (keluarga hendro) itu pengawal yang berada disis kanan kiri keluarga hendro itu membuka penutup kepala keluarga hendro,dilihat Tuan hendro dan nyonya hendro yang meronta ronta meminta maaf kepada AR. Sedangkan 2 anak dari hendro itu menangis, bagaimana dia tidak menangis di usianya yang 7 dan 10 tahun itu akan menyaksikan keluarganya di eksekusi secara bersamaan. " tuan maafkan saya,saya salah tuan tapi saya mohon jangan sakiti anak saya tuan" permintaan hendro seolah tak di dengarkan oleh AR " Apa kau memikirkan itu ketika kau berkhianat kepada ku? " tanya AR kepada hendro " tuan ini semua salah saya tuan dia melakukan semua itu karna saya yang menyuruhnya tuan maafkanlah kedua anak kami tuan" ucap nyonya hendro yang bersujud, tidak ada angin tidak ada ombak tiba Tiba " HAHAHAHAHA.... HAHAHA" suara ketawa AR yang sangat keras lalu AR berjalan mendekati hendro dan istrinya " apa kalian dulu yang aku bunuh lalu anak anak mu akan menyusul kalian" tanya AR dengan wajah yang datar tapi sedikit tersenyum jahat. " cambuk 1000 kali hendro beserta istrinya dan untuk anak anaknya 100 kali " perintah AR ke pengawalnya. AR yang berjalan ke arah sofa yang tersedia didalam ruangan eksekusi itu pun duduk menikmati pemandangan yang menyenangkan bagi AR.
" cepat cepat ini sudah waktunya tuan minum" kata Fahmi "ayo cepat kita tidak boleh telat " ucap wulan yang memegang nampan yang berisi botol minunan dan gelas " Dis kau dibelakangku ya" kata rika pada Disa, Disa pun mengangguk kan kepala dan tersenyum " Jangan pernah pedulikan sekitar kalian Ketika masuk keruangan tuan AR, Dis" Kata Rika lagi " Iya" jawab Disa " Ayo!!!" ajak tia yang berada di depan Rika. Wulan lah yang berada di depan karena diantara kami hanya wulan yang tau ruangan Tuan AR .
__ADS_1
Didalam lift
" aku takut sekali " kata tia membuyar sepi dalam lift " dengar dengar tuan AR itu sangat temperamental orangnya Kalian harus menjaga sikap kalian terutama kamu Dis, Sebab kamu belum tau sifat beliau " sambung wulan yang tak lama wulan berhenti mengatakan itu pun mendapatkan jawaban dari Disa " Baik kak". Setelah pembicaraan dalam lift pintu lift pun terbuka ' (ting) ' Suasana Lorong lantai atas yang dilewati Disa dan teman kerjanya itu sangat Sepi dan Lampunya memang di desain redup dan warna Cat nya berbeda dari warna di lantai bawah yang lebih cerah dan lampu yang terang.
__ADS_1