
Keesokan harinya
Matahari sudah menampakan cahaya indahnya yang menerangi seluruh penjuru alam semesta.
Mawar dan ibunya sudah sibuk menyiapkan ayam ayam dagangannya, ibunya sibuk menyembelih ayam sedangkan Mawar yang menguliti ayam yang sudah KO alias koit.
setelah selesai ayam ayam tersebut disusun di atas meja dan menunggu pembeli yang ingin meminang ayam ayam tersebut untuk di jadi kan santapan lezat dirumahnya masing masing.
Berapa sekilo nya" tanya seorang ibu ibu
25 rebu aja buk" jawab Mawar sambil menguliti ayam
Nggak bisa kurang neng" tawar si ibu
Aduh ibu cantik udah segitu harganya, mau gimana lagi tapi kalau ibu beli satu ekor berat nya 2 kilo sebih bisa deh di kurang dikit" jawab Mawar menawarkan
Ya boleh deh, berapa tuh neng" tanya si ibu
50 rebu aja bu"jawab Mawar sambil motongin ayam pilihan si ibu menjadi potongan kecil kecil
__ADS_1
Ini neng uangnya" kata si ibu menyerahkan uang dan mengambil bungkusan ayam miliknya
Terima kasih bu, besok beli lagi ya buk" jawab Mawar dengan senyum mautnya
Alhamdulillah buk penglaris pagi" kata Mawar pada ibunya
Ya alhamdulillah nak" jawab si ibu tersenyum bahagia
Tidak berapa lama lapak Mawar sudah ramai di kelilingi oleh ibu ibu yang ingin membeli ayam dagangannya, Mawar dan ibu nya sudah sibuk melayani para pembeli.
Mawar melirik pedagang di sebelahnya yang merupakan preman yang di tolong nya dulu, ia juga sedang sibuk melayani pembeli. Ia juga di bantu oleh seorang laki laki muda dan tentunya mantan preman juga, itu pesan Mawar pada mereka sebisa mungkin membantu sesama untuk memberikan pekerjaan supaya tidak melakukan hal hal yang merugikan orang lain.
Alhamdulillah" gumam Mawar dalam hati melihat dagangan rudi juga ramai pembeli
Rame bang" Mawar sedikit berteriak kepada Rudi
Alhamdulillah neng"jawab rudi juga sedikit berteriak karena maklum di pasar rame dan penuh bising oleh para pengunjung pasar
Wah bertato tapi ternyata alim ya" kata seorang pembeli yang merupakan seorang cewek cantik ia terpukau melihat rudi yang berotot dan bertato mengucapkan kata syukur
__ADS_1
Eh si eneng alim dari mana, abang mah biasa aja neng banyak dosa lagi" jawab Rudi selamanya
Ih si abang ngerendah kali, udah rajin bekerja, maco, alim dan rendah hati lagi" kata gadis itu
Cie cie ada yang kesensem nih, tenang mbak jomblo akut tuh mbak" goda Mawar yang ikut mendengarkan pembicaraan mereka
Hahaha" Rudi tertawa karena dia di juluki jomblo akut, emang benar sih umur sudah mau kepala 3 tapi belum beristri
Beneran bang masih jomblo" tanya gadis itu kegirangan ia tidak menghiraukan ayam yang di belinya sudah siap dari tadi.
Sedangkan Rudi masih sibuk melayani pembeli yang lain di bantu oleh rangga kariawannya.
Iya neng sampai sekarang abang mah nggak laku laku, mana ada yang mau sama tukang ayam mantan preman lagi" jawab Rudi dengan mimik wajah sedih.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa like, coment , dan vote ya reader.. bantu author supaya lebih semangat berkarya..
terima kasih🙏🙏🙏
__ADS_1