
Idih keren atuh bang preman insaf, saya mah mau" kata gadis itu dengan malu malu mau
Ah sih neng bisa aja" jawab Rudi cengengesan
Alah bang udah di kasih lampu ijo juga sikat dong" bisik Rangga
Lu kira gigi di sikat" jawab Rudi
Nama neng siapa" tanya Rudi dengan melempar senyum termanisnya
Saya ayu bang" jawab gadis itu
Nama abang Rudi neng, boleh minta no hp nya nggak" tanya Rudi memberanikan diri
Jangankan nomor hp nomor sepatu ayu aja ayu mau ngasih bang biar di beliin yang baru" jawab ayu cengengesan
Sih eneng malah becanda serius atuh neng" sambung Rudi dengan pura pura sedih
Hehehe catet bang 08xxxxxx"kata ayu semangat
Oke abis jualan abang telpon ya" ucab Rudi
Iya bang, eh nih uang ayamnya bang" ayu menyerahkan uang dan mengambil bungkusan ayamnya yang sudah lama tergelak
Nggak usah di bayar neng gratis buat eneng cantik" Rudi menolak sambil ngegombal gombel gembel
Nggak usah bang Bayar aja, nggak enak tapi jangan lupa telpon ya" jawab ayu lalu pergi
Iya neng kalau memaksa" tukas Rudi
Yeeee sok di paksa padahal mau tuh" kata Rangga sewot
__ADS_1
Cie yang dapat gebetan jadi ngiri nih" goda Mawar
Bukannya seneng abang lo yang jomblo akut nih ada yang nawar"kata Rudi kesal
Ayam kali bang di tawar"kata Rangga disambut gelak tawa oleh Mawar
Bu Sukma hanya senyum sambil geleng geleng ngangguk ngangguk melihat tingkah mereka
***
Sore harinya
Pasar sudah mulai sepi para pengunjung sudah pulang ke habitanya masing masing, para pedagang juga sudah mulai mengemasi barang dagangannya begitu juga dengan Mawar, ibunya, Rudi dan rangga.
Ayam yang sudah di sembelih masih tersisa beberapa ekor mereka memasukan kedalam kantong kresek masing masing satu ekor ditambahkan bumbu masaknya, ini akan di berikan kepada fakir miskin yang ada di sekitaran mereka.
Mawar , ibunya, Rudi, dan Rangga selalu memberikan ayam ayam itu kepada mereka yang susah untuk membeli bahan makanan yang enak. Kadang kalau yang sudah di sembelih sudah terjual habis maka akan mereka sembelihkan lagi yang baru untuk mereka sedekah kan yang penting setiap hari harus berbagi pada sesama.
Mawar dan ibunya tetap menjadi petugas kebersihan karena itu adalah tempat mereka mengais rezeki untuk bertahan hidup dari dulu, sayang rasanya kalau berhenti toh cuma 2 jam paling lama mengerjakannya karena gotong royong dengan petugas yang lainnya.
Hasilnya juga lumayan untuk di berikan ke panti asuhan setiap bulannya.
Karena untuk biaya hidup mereka sudah tercukupi oleh hasil jualan ayam bahkan sudah berlebih lebih.
Ah akhirnya selesai juga" teriak Mawar
Ya alhamdulillah, ayo pulang bentar lagi maghrib" ajak sang ibu
Ayo bu" sahut Mawar
Mereka pulang beriringan, setelah sampai di rumah mereka pun bergegas mandi dan melaksanakan shalat maghrib.
__ADS_1
Setelah selesai shalat Mawar mempersiapkan makan malam di atas tikar.
Ayo bu kita makan" ajak Mawar melihat ibunya sudah selesai shalat
Iya nak" jawab bu Sukma mendekati hidangan makan malam mereka
Mereka makan dengan lahap karena sudah sangat lapar.
Beberapa menit saja semua hidangan sudah berpindah ke lambung mereka berdua.
Alhamdulillah" ucab ibunya bersyukur dengan rezki hari ini yang mereka dapatkan
Alhamdulillah, bu istirahat lah dulu biar Mawar yang bereskan" sambung Mawar
Terima kasih nak" ucab bu Sukma
Mawar mulai membereskan piring kotor dan membersihkannya, kemudian membersihkan ruangan depan dan ruangan makan mereka. Setelah selesai Mawar pun memasuki kamar dan ikut berbaring di sebelah ibunya.
Bu bangunkan mawar shalat tahajud ya, mawar juga belum shalat isya nanti sekalian aja" pinta Mawar
Baik lah nak, jangan lupa baca doa" ibunya mengingatkan
Baik bu" jawab Mawar
Tidak berapa lama mereka pun tertidur pulas karena sudah letih setelah seharian bekerja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa like, coment , dan vote ya reader.. bantu author supaya lebih semangat berkarya..
terima kasih🙏🙏🙏
__ADS_1