Mawar Yang Di Buang

Mawar Yang Di Buang
di tolak mentah mentah


__ADS_3

Ditolak mentah mentah


Masih jauh dek rumahnya" tanya Rudi


Nggak bang itu yang rumah warna pink" jawab Ayu menunjuk rumahnya


Oh yang itu" sambung Rudi


Ayo bang mampir dulu, ayu kenalin sama ibuk ayu" ajak ayu


Boleh juga tuh, kenalan sama calon mertua" kata rudi cengengesan


Ayu hanya tersipu malu malu meong mendengarnya.


Ayo masuk bang, silah kan duduk " ayu mempersilahkan


Iya terima kasih dek" Rudi tersenyum pahit๐Ÿ˜Ž


Ayu pun masuk ke dalam ruangan belakang, tidak berapa lama Ayu keluar membawa minuman dan di ikuti oleh ibunya.


Di minum bang, ini ibu ayu" Ayu memperkenalkan


Rudi bersalaman dengan ibunya ayu seperti bocah mau berangkat sekolah


Udah lama kenal ayu tanya si ibu


Mmm baru bu" jawab Rudi


Kerja apa"ibu ayu seperti lagi menginterogasi penjahat

__ADS_1


Saya jualan ayam di pasar buk" jawab Rudi seadanya


Ibu ayu seperti mengenali wajah Rudi


Bukannya kamu yang sering malakin pedagang di pasar" tanya si ibu dengan nada sedikit tinggi


Deg badetuk bunyi jantung Rudi, ayu juga nggak kalah tegang


I..iiya bu itu kerjaan saya dulu tapi sekarang sudah tobat" kata Rudi mantap


Nggak ada yang bisa jamin kan kamu nggak balik ke pekerjaan kamu yang dulu" ibunya Ayu mulai ketus


Hmmm ibu benar tidak ada yang menjamin" jawab Rudi mulai menunduk ia mengerti maksud ibu Ayu yang tidak setuju ia bendekati anaknya


Terima kasih bu atas hidangannya sepertinya saya harus balik ke pasar" Rudi pamit dan menyalami ibunya Ayu kemudian ia pun pergi meninggalkan rumah Ayu


Bang tunggu" mata Ayu berkaca kaca Rudi menoleh kebelakang ia melihat ayu sudah berdiri di pintu dan mendekati nya.


Tidak Ayu, ibu kamu benar tidak ada yang bisa jamin abang nggak akan balik lagi seperti dulu" jawab Ayu


Tapi Ayu takin abang nggak akan seperti dulu lagi" ayu semakin terisak belum apa apa sudah kandas duluan pikir ayu


Jangan membantah kata orang tua, setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya"Rudi berusaha menasehati walau hatinya juga sakit


Tapi Ayu sudah terlanjur suka sama abang" kata Ayu menundukkan wajahnya karena malu


Kan baru dek ayu masih bisa di hapus" jawab Rudi


Baru buat abang tapi ayu sudah lama suka sama abang, ayu sengaja tiap hari lihat abang di pasar tapi abangnya aja yang pernah sadar kalau ada yang perhatiin"kata Ayu kesal

__ADS_1


Rudi terperangah dan ter ter yang lain mendengarnya....


Dek ayu jodoh itu nggak kan kemana, jangan membantah kata orang tua jangan sakiti hatinya" Rudi mencoba bijaksana


Abang pulang dulu" kata Rudi mengusak rambut Ayu lalu pergi meninggalkan Rumah itu


Ayu hanya bisa menangis melihat kepergian Rudi, sedangkan Rudi berjalan menuju pasar dengan lesuh ia seperti belum makan tiga hari.


Napa muka lu bang," tanya Mawar


Rudi hanya melirik dan menghempaskan tubuhnya ke kursi


Belum melamar udah di tolak mentah mentah sama ibunya" kata Rudi sedih


Ya elah bang seng sabar" kata Rangga mengusap punggung Rudi


Iya sabar bang, kasian amat nasib lu bang" kata Mawar


Huuuuuaaaaaa " Rudi tidak tahan dengan desakan di dadanya, ia terbayang kata kata ibunya ayu yang seperti merendahkan dan menghina dirinya walaupun kata kata wanita tua itu benar tapi tetap saja menyakitkan


Astaga bang mantan preman kok mewek malu bang ini pasar bukan hutan, aduh pada liatin kesini kan" kata Rangga seraya menutupi wajahnya dengan paha ayam


Rudi baru sadar ini pasar, ia cepat cepat menghapus air matanya kemudian bersikap seperti tidak terjadi apa apa.


Pengunjung pasar tertawa terbahak bahak melihat mantan preman nangis karena parah hati, tapi Rudi acuh tak acuh


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


jangan lupa like, coment , dan vote ya reader.. bantu author supaya lebih semangat berkarya..

__ADS_1


terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2