
Ditolak mentah mentah
Masih jauh dek rumahnya" tanya Rudi
Nggak bang itu yang rumah warna pink" jawab Ayu menunjuk rumahnya
Oh yang itu" sambung Rudi
Ayo bang mampir dulu, ayu kenalin sama ibuk ayu" ajak ayu
Boleh juga tuh, kenalan sama calon mertua" kata rudi cengengesan
Ayu hanya tersipu malu malu meong mendengarnya.
Ayo masuk bang, silah kan duduk " ayu mempersilahkan
Iya terima kasih dek" Rudi tersenyum pahit๐
Ayu pun masuk ke dalam ruangan belakang, tidak berapa lama Ayu keluar membawa minuman dan di ikuti oleh ibunya.
Di minum bang, ini ibu ayu" Ayu memperkenalkan
Rudi bersalaman dengan ibunya ayu seperti bocah mau berangkat sekolah
Udah lama kenal ayu tanya si ibu
Mmm baru bu" jawab Rudi
Kerja apa"ibu ayu seperti lagi menginterogasi penjahat
__ADS_1
Saya jualan ayam di pasar buk" jawab Rudi seadanya
Ibu ayu seperti mengenali wajah Rudi
Bukannya kamu yang sering malakin pedagang di pasar" tanya si ibu dengan nada sedikit tinggi
Deg badetuk bunyi jantung Rudi, ayu juga nggak kalah tegang
I..iiya bu itu kerjaan saya dulu tapi sekarang sudah tobat" kata Rudi mantap
Nggak ada yang bisa jamin kan kamu nggak balik ke pekerjaan kamu yang dulu" ibunya Ayu mulai ketus
Hmmm ibu benar tidak ada yang menjamin" jawab Rudi mulai menunduk ia mengerti maksud ibu Ayu yang tidak setuju ia bendekati anaknya
Terima kasih bu atas hidangannya sepertinya saya harus balik ke pasar" Rudi pamit dan menyalami ibunya Ayu kemudian ia pun pergi meninggalkan rumah Ayu
Bang tunggu" mata Ayu berkaca kaca Rudi menoleh kebelakang ia melihat ayu sudah berdiri di pintu dan mendekati nya.
Tidak Ayu, ibu kamu benar tidak ada yang bisa jamin abang nggak akan balik lagi seperti dulu" jawab Ayu
Tapi Ayu takin abang nggak akan seperti dulu lagi" ayu semakin terisak belum apa apa sudah kandas duluan pikir ayu
Jangan membantah kata orang tua, setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya"Rudi berusaha menasehati walau hatinya juga sakit
Tapi Ayu sudah terlanjur suka sama abang" kata Ayu menundukkan wajahnya karena malu
Kan baru dek ayu masih bisa di hapus" jawab Rudi
Baru buat abang tapi ayu sudah lama suka sama abang, ayu sengaja tiap hari lihat abang di pasar tapi abangnya aja yang pernah sadar kalau ada yang perhatiin"kata Ayu kesal
__ADS_1
Rudi terperangah dan ter ter yang lain mendengarnya....
Dek ayu jodoh itu nggak kan kemana, jangan membantah kata orang tua jangan sakiti hatinya" Rudi mencoba bijaksana
Abang pulang dulu" kata Rudi mengusak rambut Ayu lalu pergi meninggalkan Rumah itu
Ayu hanya bisa menangis melihat kepergian Rudi, sedangkan Rudi berjalan menuju pasar dengan lesuh ia seperti belum makan tiga hari.
Napa muka lu bang," tanya Mawar
Rudi hanya melirik dan menghempaskan tubuhnya ke kursi
Belum melamar udah di tolak mentah mentah sama ibunya" kata Rudi sedih
Ya elah bang seng sabar" kata Rangga mengusap punggung Rudi
Iya sabar bang, kasian amat nasib lu bang" kata Mawar
Huuuuuaaaaaa " Rudi tidak tahan dengan desakan di dadanya, ia terbayang kata kata ibunya ayu yang seperti merendahkan dan menghina dirinya walaupun kata kata wanita tua itu benar tapi tetap saja menyakitkan
Astaga bang mantan preman kok mewek malu bang ini pasar bukan hutan, aduh pada liatin kesini kan" kata Rangga seraya menutupi wajahnya dengan paha ayam
Rudi baru sadar ini pasar, ia cepat cepat menghapus air matanya kemudian bersikap seperti tidak terjadi apa apa.
Pengunjung pasar tertawa terbahak bahak melihat mantan preman nangis karena parah hati, tapi Rudi acuh tak acuh
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa like, coment , dan vote ya reader.. bantu author supaya lebih semangat berkarya..
__ADS_1
terima kasih๐๐๐