
Zenata, gadis yang tengah duduk di bangku SMA kelas XII, dia gadis yang cerdas, cantik dan ramah. Dia memiliki mata yang indah, rambut yang panjang tetapi selalu dikuncir, dan tubuh tidak terlalu tinggi. Dia adalah anak satu-satunya, tetapi dia tidak menjadi anak yang manja.
.....
Pagi ini Zenata bangun terlambat karena semalam tidak bisa tidur. Dia perlahan membuka mata karena mendengar panggilan sang mama
" Zena, cepat bangun ini udah jam 7 lewat. Nanti kamu terlambat ke sekolah," panggil sang mama dari lantai bawah kamar Zena.
" Iya ma, ini juga udah bangun," Zena kemudian turun dari atas ranjang lalu pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
....
" Tuh anak tumben banget bangun kesiangan, kenapa yah pa? " ucap Mama Zena kepada sang suami yang sedang duduk di meja makan.
" Nggak tau juga ma, mungkin Zena nggak bisa tidur semalem," balas papa Zena.
25 menit kemudian Zena sudah siap dengan seragamnya, kemudian turun dari kamar menuju ke meja makan.
" Pagi ma, pa," kata Zena sambil duduk ke kursinya, kemudian mengambil sehelai roti tawar dan mengolesinya dengan selai nanas kesukaannya.
" Pagi sayang," balas papa Zena.
" Kamu kenapa telat bangun??" tanya mama Zena.
" Semalem aku nggak bisa tidur, eh udah bisa tidur cuma 4 jam doang, makanya aku bangunnya telat," kata Zena pada mamanya.
" Emang ada sesuatu yang kamu pikirin sampai nggak bisa tidur gitu??" tanya sang mama lagi.
Zena menatap sang mama sebentar kemudian menjawab, " Nggak ada kok ma, aku cuma nggak bisa tidur aja," kata Zena.
" Bener nih nggak ada??" goda sang mama.
" Bener kok ma, nggak ada apa-apa, Zena cuma nggak bisa tidur, " ketus Zena karena mamanya yang menggoda dirinya.
Zena menghabiskan rotinya, kemudian meminum susu yang sudah tersedia di atas meja makan," Udah ah Zena berangkat sekolah dulu, Zena pamit ma, pa," kata Zena kemudian keluar dari rumah.
" Mama nih ngapain goda-goda Zena segala," ucap sang papa ketika Zena sudah menghilang di balik pintu.
" Yah nggak papa pa, jarang-jarang mama bisa godain Zena," jawab sang mama sambil cekikikan.
" Mama, mama," kata papa sambil geleng-geleng kepala.
" Yaudah papa berangkat ke kantor dulu ya ma, " kata papa Zena setelah menyelesaikan sarapannya, kemudian berdiri.
" Iya pa hati-hati, " jawab mama seraya berdiri kemudian mencium punggung tangan sang suami.
.....
__ADS_1
Zena telah sampai disekolah dengan diantar oleh supir. Zena kemudian turun dari mobil dan masuk ke gerbang sekolahnya.
Para siswa dan siswi sudah masuk ke kelas mereka masing-masing, karena bel masuk sebentar lagi berbunyi. Zena buru-buru berjalan menuju kelasnya, agar tidak terlambat.
" Huffth," zena bernafas lega karena guru belum memasuki kelasnya.
Zena kemudian duduk di kursinya yang berada di barisan belakang, tepatnya disamping Fira, teman perempuannya.
Zena meletakkan tasnya di atas meja, kemudian mengeluarkan buku pelajarannya.
Teman yang berada di samping Zena pun bertanya, " Kenapa kamu datang terlambat?"
" Aku telat bangun, karna semalem nggak bisa tidur, " jawab Zena sembari mengeluarkan buku-bukunya.
" Kenapa kamu nggak bisa tidur Zen?" tanya Fira lagi.
" Cuma nggak bisa tidur aja Fi, nggak ada yang lain," jawab Zena sambil menghadap ke arah Fira.
" Ooh.. kirain ada yang nembak kamu" balas Fira cekikikan sambil menghadap ke depan.
" Ihh, sembarangan," ketus Zena.
Zena memang tidak pernah pacaran selama ini. Dia ingin menikmati hidupnya dengan tenang tanpa memikirkan pacaran.
Perbincangan mereka terhenti karena guru telah masuk ke kelas mereka.
" Pagi anak-anak," sapa Bu Desi guru Bahasa Indonesia.
" Baiklah hari ini kita akan mempelajari.... " jam pelajaran pun berjalan dengan lancar.
.....
Bel istirahat pun berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
" Ayo Zen, kita ke kantin," ajak Fira pada Zena.
" Yuk," bala Zena.
Mereka pun pergi ke kantin bersama-sama.
Sesampainya di kantin mereka duduk saling berhadapan di bangku pojok.
" Kamu mau pesen apa Zen? " tanya Fira. Fira akan mengantri untuk memesan makanan dia dan juga Zena.
" Aku mau nasi goreng sama air putih aja Fi," jawab Zena.
" Oke deh, ditunggu ya Zena Zen Zen," goda Fira sambil berjalan meninggalkan Zena.
__ADS_1
" Namaku Zenata ya, nggak pakai Zen Zen," teriak Zena pada Fira, sedangkan Fira sudah terlihat bodo amat dengan protesan temannya, dia sudah mengantri untuk memesan makanan.
Seisi kantin pun menatap ke arah Zena yang berteriak. Sedangkan Fira cekikikan melihatnya.
" Hehehe... maaf ya semuanya," kata Zena setelah menyadari semua orang menatapnya.
" Gara-gara si Fira nih, jadi diliatin orang-orang kan," gerutu Zena karena kesal pada Fira.
Setelah beberapa menit, Fira datang dengan dua nampan berisi makanan miliknya dan milik Zena.
" Nih makanannya," kata Fira seraya meletakkan nampan milik Zena kehadapannya.
" Makasih," jawab Zena seraya memasukkan makanan ke mulutnya.
" Gara-gara kamu sih tadi, aku jadi diliatin orang-orang kan," kesal Zena sembari melirik ke arah Fira.
" Iya iya maaf deh," kata Fira.
" Kali ini kumaafin, tapi lain kali awas aja," jawab Zena sembari mengeluarkan muka seramnya.
" Iya Zenata ku sayang," balas Fira sembari mengatupkan kedua tangannya.
" Ihh jijik," kata Zena sembari bergidik ngeri.
Sedangkan Fira malah cekikikan sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
Setelah selesai makan, mereka mengembalikan piring mereka ke tempat piring kotor, kemudian kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran.
.....
Bel pertanda pulang sekolah pun berbunyi, para murid yang tadinya lesu kini telah kembali bersemangat.
Zena dan Fira keluar kelas bersama-sama dan berpisah di gerbang sekolah.
" Daah," ucap Fira saat mereka sudah berada di gerbang.
"Daah," balas Zena.
Fira pun masuk kedalam mobil jemputannya karena dia terlebih dahulu dijemput dibanding Zena.
Tidak lama kemudian, mobil jemputan Zena tiba, dan Zena langsung masuk ke mobilnya.
Saat tiba di rumah dia langsung menyalami sang mama yang tengah berada di teras rumah, kemudian masuk ke kamarnya dan membersihkan diri.
⭐
Ini baru permulaan ya semua..
__ADS_1
Tunggu aja kelanjutannya ))
Kalau suka like ya