
Setelah membersihkan badannya, Zena tertidur hingga menjelang magrib. Tidak lama kemudian, mama masuk ke kamar Zena untuk membangunkannya.
" Zena, bangun ini udah hampir magrib," kata sang mama sambil menggoyangkan badan Zena.
Zena menggeliat, tetapi tak kunjung beranjak dari tempat tidurnya. " Zena, ayo cepetan bangun, atau mama siram pake air nih," ancam sang mama.
Mata Zena membulat mendengar ancaman sang mama, " Iya iya ma, ini udah bangun," jawab Zena sambil beranjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
" Dari tadi mama bangunin nggak bangun-bangun," kata sang mama pada Zena.
Zena berhenti di depan pintu kamar mandi,
" Zena ngantuk banget tau ma, makanya males bangun," jawab Zena.
" Ya nggak sampe magrib juga tidurnya Zena," jawab sang mama lagi, sembari keluar dari kamar Zena.
" Iya ma iya," balas Zena kemudian masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya.
....
Malam harinya semua sudah siap di depan meja makan untuk makan malam. Mereka menikmati makan malam dengan diselingi candaan dari papa Zena.
Setelah selesai makan, Zena pergi ke kamarnya untuk menyiapkan buku-buku untuk dibawa besok dan juga mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.
Tak lama kemudian, handphonenya berbunyi menandakan pesan masuk. " Siapa sih, ganggu aja," gerutu Zena sembari mengambil handphonenya.
Saat dibuka, ternyata pesan dari Fira. " Tumben nih si Fira ngechat," gumam Zena.
Fira si heboh
Zena, besok katanya ada murid baru yang masuk kelas kita. Aku penasaran kira-kira dia cowok atau cewek ya..
Zena mengernyit, kemudian mengetikkan balasan pada Fira
Zenata
Tau darimana kamu Fir, emang kalau cowok kenapa, kalau cewek kenapa??
Tak berapa lama balasan datang dari Fira
Fira si heboh
Darimana aja boleh
Ya kalau cowoknya ganteng bisa aku deketin, kalau cewek nggak ada sih
Zenata
Kamu nih giliran cowok ganteng bahasnya semangat bener, giliran tugas aja loyo banget mana minta ajarin aku terus lagi
Fira si heboh
Hehehe.. kan kamu tau aku orangnya gimana😂 Kalau tugas mah aku emang nggak ngerti makanya minta ajarin kamu
Zenata
__ADS_1
Emang ya kamu ini..
Udah ah aku mau lanjut ngerjain tugas lagi
Fira si heboh
Iya deh.. nanti ajarin yah tugasnya
Hehehe
Zenata
Hmm..
" Kirain ada apa ngechat, taunya cuma soal murid baru," Zena pun melanjutkan tugasnya lagi agar nanti tidak menumpuk. Zena memang gadis yang rajin, berbeda dengan temannya yang satu itu si Fira. Tetapi mereka tetap menjadi teman yang baik.
Beberapa saat kemudian, Zena sudah selesai dengan tugasnya dan merapikan buku-bukunya, " Udah selesai, sekarang tidur, " Zena pun naik ke tempat tidurnya. Tak berapa lama Zena sudah masuk ke alam mimpi.
....
Pagi harinya Zena sudah siap dengan seragamnya, dan turun ke bawah untuk sarapan bersama-sama. Papa Zena sudah siap di depan meja makan. Sedangkan mama Zena masih di dapur menyiapkan makanan.
" Pagi ma, pa," sapa Zena sembari menarik kursinya untuk duduk.
" Pagi sayang," balas papa Zena
" Oh iya, hari ini kamu papa yang ngantar ke sekolah, pak Doni nggak bisa ngantar kamu, ibunya lagi sakit di kampung," jelas papa Zena.
" Ooh.. oke pa," balas Zena sembari mengacungkan ibu jari dan telunjuknya yang ditautkan membentuk huruf O
Selesai sarapan, Zena dan papanya pamit kepada mama Zena. " Zena berangkat dulu ya ma," kata Zena sembari mencium punggung tangan sang mama.
" Iya hati-hati ya," jawab mama Zena
" Iya ma"
" Papa sama Zena berangkat dulu ya ma," kata papa
" Iya pa, hati-hati," balas mama Zena sembari mencium punggung tangan suaminya.
Zena dan papanya pun berangkat bersama-sama. Jarak rumah Zena dengan sekolahnya memang tidak terlalu jauh, sehingga tidak terlalu banyak waktu yang diperlukan untuk sampai ke sekolah.
....
Sesampainya di sekolah, Zena pamit pada papanya, " Zena masuk dulu ya pa," kata Zena sembari mencium punggung tangan papanya.
" Iya, belajar yang bener ya biar pinter, " ucap sang papa menasihati.
" Siap pa," jawab Zena seraya keluar dari mobil papanya.
Mobil papa Zena pun melaju menuju kantor.
Zena berjalan masuk ke dalam kelasnya dan duduk di kursinya di samping Fira.
" Pagi Zenata ku sayang," sapa Fira sembari nyengir.
" Ihh, pake sayang sayang," jawab Zena seraya bergidik ngeri.
__ADS_1
" Ya kan sebagai teman harus saling menyayangi," balas Fira.
" Hmm, terserah kamu aja," Zena meletakkan tasnya di atas meja dan mengeluarkan buku pelajarannya.
Setelah itu, bel pertanda masuk pun berbunyi, murid-murid yang tengah berada di luar pun masuk beramai-ramai ke dalam kelas mereka masing-masing.
Seorang guru pun masuk ke dalam kelasnya Zena dan Fira,
" Pagi anak-anak," sapa pak Adi, guru pelajaran sejarah.
" Pagi pak," balas mereka serentak.
" Hari ini akan ada murid baru yang akan masuk ke kelas kalian, dia pindahan dari Surabaya," jelas pak Adi.
" Kamu silahkan masuk," perintah pak Adi.
" Iya pak," jawab sang murid dari luar kelas sambil berjalan masuk.
" Sekarang perkenalkan diri kamu," perintah pak Adi lagi.
" Halo semua, nama gue Arzan Pradito, pindahan dari Surabaya," jelasnya kepada semua murid.
" Halo Arzan," balas sebagian murid.
" Ganteng banget dia Zen, berasa mau pingsan aku," bisik Fira pada Zena.
" Lebay banget sih kamu Fir," balas Zena.
" Emang beneran ganteng kok Zen gimana dong, hehehe," kata Fira seraya nyengir kuda.
Zena kemudian tak membalas gerutuan temannya itu lagi, dan kembali fokus ke depan kelasnya, sehingga tak sengaja tatapan dia dan Arzan bertemu. Arzan menatap sebentar pada Zena.
'Dia cantik, siapa ya namanya
" Kok dia natapnya gitu amat ke aku," gumam Zena.
Fira yang melihat temannya terdiam pun, menepuk pelan tangannya, " Zen, kamu kenapa," kata Fira.
" Oh.. ehh.. nggak papa kok Fir," jawab Zena terkejut. Fira hanya mengedikkan bahunya bingung.
" Kamu silahkan duduk disana ya, disamping Zena," perintah pak Adi, sembari menunjuk tempat duduk di sebelah Zena.
Oohh jadi namanya Zena
" Iya pak," balas Arzan. Dia kemudian berjalan ke kursinya di samping Zena, dan duduk disana.
Pelajaran pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Sesekali Arzan melirik pada Zena yang fokus ke depan mendengarkan penjelasan dari guru.
" Kok gue deg-degan yah saat liatin dia," gumamnya.
Zena yang menyadari dirinya di lirik, merasa risi. Tetapi dia tidak ingin menggubris itu dan tetap melanjutkan pelajaran.
Setelah beberapa saat, bel pertanda istirahat pun berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
....
Silahkan like kalau kalian suka ))
__ADS_1