
Zena dan Fira pergi ke kantin dan tidak lupa Zena membawa buku novelnya untuk dibaca nanti. Tanpa mereka sadari seseorang mengikuti mereka dari belakang, tepatnya bukan seseorang melainkan Arzan. Ya, Arzan entah kenapa dia sangat penasaran dengan mereka berdua, lebih tepatnya penasaran dengan Zena. Ya, dia penasaran dengan seorang Zenata.
" Kita duduk di pojok sana aja yuk Fir " ajak Zena pada temannya itu.
" Ok deh "
Merekapun duduk di bangku pojok kantin, sedangkan Arzan dia bingung mencari tempat duduk yang tepat untuk memperhatikan Zena karena semua tempat duduk dekat Zena sudah penuh. Akhirnya dia duduk di tempat yang jauh dari Zena, tetapi tetap bisa memperhatikan Zena dari sana.
" Kamu pesen apa Zena? " tanya Fira pada Zena, memang sudah biasa kalau yang memesan makanan adalah Fira. Bukan karena apa-apa, hanya saja agar lebih cepat kata Fira.
" Aku nasi goreng sama air putih aja " balas Zena
" Oke, ditunggu ya Zenata " celetuk Fira yang membuat Zena tertawa
Sedangkan Arzan dia tidak lepas terus memandangi Zena mulai dari mereka duduk sampai Fira meninggalkan Zena untuk memesan makanan.
" Manis amat sih si Zena, jadi dag-dig-dug nih gue " celetuk Arzan sambil terus memandangi Zena.
Sedangkan Zena tidak menyadari kalau ada seseorang yang tengah memperhatikannya secara diam-diam. Dia terus membaca buku yang dibawanya tadi, tanpa menghiraukan sekitar.
" Kok gue merhatiin dia terus yah, mana nih jantung marathon terus dari tadi heran gue " batin Arzan, dia jadi heran pada diri sendiri.
Tanpa Arzan sadari seseorang memperhatikannya yang sedang menatap Zena, dia pun menepuk pundak Arzan, " Kamu ngapain liatin Zena dari tadi " tanya Fira. Ya, dia adalah Fira.
Arzan terkejut ketika Fira menepuk pundaknya, ya bagaimana tidak terkejut sedang asyik-asyiknya menatap seseorang malah dikagetin.
" Gu.. gu.. gue gak merhatiin temen lo kok, gue lagi menghafall materi pelajaran nih " jawab Arzan sembari menunjukkan buku yang telah dibawanya tadi. Ya dia membawanya untuk berjaga-jaga agar tidak ketahuan sedang memperhatikan seseorang nanti.
" Tapi kok pandangannya ke temen aku yah? " heran Fira, lagi menghafal kok pandangannya ke depan arah temannya lagi.
" Gue kalau lagi ngehafal emang pandangan gue ke depan " jawab Arzan, dia kalau menghafal memang selalu ke depan pandangannya.
" Ooh gitu, yaudah maaf udah nyangka yang enggak-enggak yah " kata Fira lalu dia pergi ke arah tempat duduknya dan Zena.
" Nih " kata Fira seraya menyodorkan makanan pesanan Zena
__ADS_1
" Makasih Fira imuut " jawab Zena sembari tersenyum menggoda
" Ihh jijik banget ngeliat ekspresi kamu itu Zen " kata Fira sambil bergidik ngeri
Sedangkan di mejanya Arzan terus memegangi dadanya yang marathon lebih cepat lagi saat melihat Zena tersenyum.
" Nih jantung mau loncat atau apa sih, dari tadi gak mau diem marathon mulu " gumam Arzan sembari ngeliat dadanya dan beralih menatap Zena lagi.
" Udah ah mending gue ke kelas aja daripada nih jantung marathon mulu " gumamnya lalu berdiri dan berjalan menuju ke kelasnya.
Sementara di ujung sana Zena dan Fira terus berbincang-bincang sambil menghabiskan makanan mereka, sampai bel pertanda masuk kelas berbunyi.
" Udah bel nih Fir, yuk ke kelas " ajak Zena
" Iya nih, ayokk " balas Fira. Merekapun pergi ke kelas bersama-sama.
Sesampainya di dalam kelas, Zena langsung duduk di kursinya. Sedangkan Arzan dia terus mencuri-curi pandang pada Zena, namun Zena tidak menyadari hal itu. Tak berapa lama guru pun masuk ke dalam kelas mereka, dan mereka mengikuti pelajaran dengan baik.
....
Sementara itu di parkiran Arzan tengah berada di atas motornya dan memperhatikan Zena secara diam-diam. Tak lama kemudian mobil jemputan Fira datang dan tinggallah Zena sendirian di depan gerbang.
Sudah 1 jam Zena menunggu tetapi mobil yang menjemputnya tak kunjung datang.
Dan tibalah Arzan di depan Zena dengan mengendarai motornya " Lo kenapa ga pulang? " tanya Arzan.
" Belum dijemput " jawab Zena sekenanya
" Kalo gitu gue anterin, naik! " ajak Arzan pada Zena
" Ehh gausah, paling juga bentar lagi mobil jemputanku datang " tolak Zena sopan
" Udah ga papa gue anterin lo pulang, udah cepet naik " perintah Arzan lagi pada Zena
Sedangkan Zena diam sambil mempersiapkan jawaban yang tepat untuk menolak ajakan laki-laki itu. " Udah buruan naik, ini sekolah udah sepi nanti kalo ada apa-apa lo juga yang susah " ucap Arzan membujuk agar Zena mau
__ADS_1
Sementara Zena melihat sekeliling, benar saja sekolah sudah sepi, mau tak mau Zena mengikuti saran Arzan untuk diantar pulang olehnya. " Ya udah deh, aku nebeng ya maaf ngerepotin " jawab Zena
" Santai aja, ga ngerepotin ngebantu temen sendiri " ucap Arzan
" Oh iya ini helmnya " ucap Arzan lagi sembari memberikan helm kepada Zena
" Iya " jawab Zena
Tetapi Zena terlihat kesusahan untuk naik ke atas motor karena dirinya memakai rok
ia terlihat bingung, hendak memegang pundak laki-laki itu tapi ia ragu.
Arzan yang menyadari kalau Zena kesusahan ia tersenyum kemudian berkata " Pegang aja pundak gue kalo lo kesusahan naik, ga ada yang bakal marah " canda Arzan
" Ehh iya.. " jawab Zena, kemudian dia naik ke atas motor
" Udah? " tanya Arzan
" Iya "
Arzan pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang takut kalau membuat Zena tidak nyaman. Sedangkan Zena mencoba menetralkan detak jantungnya yang berpacu dengan cepat saat berada sedekat ini dengan Arzan
" Aku kenapa sih " batin Zena, ia heran sendiri dengan dirinya baru kali ini ia merasa berdebar saat berdekatan dengan laki-laki
Sedangkan Arzan laki-laki itu tak ada bedanya dengan Zena, sejak memperhatikan Zena dari parkiran jantungnya sudah berpacu dengan cepat sampai saat mereka di jalan saat ini.
Tetapi dia berusaha menutupinya dengan bersikap biasa saja.
Saat sedang asyik dengan pikirannya, ia menghentikan motornya mendadak karena ada seorang penyeberang jalan yang menyeberang dengan asal, sehingga membuat Zena refleks memegang kedua pundak laki-laki itu karena terkejut. Dan itu berhasil membuat jantung mereka berdua berpacu dengan lebih cepat lagi. Hal itu membuat Zena gelagapan dan langsung menarik tangannya dari pundak laki-laki itu.
" Kayaknya gue kena penyakit jantung " batin Arzan dengan ekspresi polos
Namun tak lama setelah itu Arzan kembali melajukan motornya untuk mengurangi detak jantungnya yang tidak normal itu.
...
__ADS_1
Jangan lupa rate, like dan komen yaa☆