
Baiklah seperti cerita klise kebanyakan, kita akan mulai dengan pengenalan terlebih dahulu, namaku Alvin Malvis mungkin aneh nama tersebut bagi diriku yang merupakan orang Jepang, tapi itu karena sekarang aku bukan lagi diriku yang dulu.
Sebelumnya aku telah mati, dan secara kebetulan aku teringat kembali semua kenanganku di kehidupan sebelumnya, oleh karena itu aku memiliki nama layaknya orang barat.
Di duniaku yang sekarang aku seorang yatim-piatu, aku hanya hidup sebatang kara di sebuah gubuk kecil peninggalan kedua orang tuaku, meski demikian aku hidup cukup nyaman karena para penduduk desa sering menolongku, mungkin ini terdengar aneh tapi aku sepertinya pernah melihat desa ini.
Tapi aku tidak tahu di mana, ini tentunya bukan kenangan dari kehidupan yang sekarang, melainkan dari kehidupan sebelumnya, tapi jika itu benar dari kehidupan sebelumnya bukankah itu lebih aneh, yah oleh karena itu aku cukup pusing memikirkan hal ini.
Ketika aku tengah berjalan di hutan untuk mencari-cari tanaman herbal, aku menemukan tanaman yang pernah aku lihat di kehidupan sebelumnya.
Ini benar-benar aneh, tapi ini hal yang nyata, aku sendiri juga bingung, tanaman itu terlihat seperti tanaman beracun yang ada di sebuah game yang pernah aku mainkan.
"Benar! Game PC Kehidupan Raja Pahlawan Dengan Pedang Sihir Dewa!" Alvin secara tiba-tiba berseru keras mengingat tentang dunia yang dirinya tempati saat ini.
Game PC Kehidupan Raja Pahlawan Dengan Pedang Sihir Dewa merupakan sebuah permainan bertema RPG story, yang di mana para pemain akan menentukan nasib dari dunia permainan tersebut.
Terdapat beberapa rute dari permainan itu sendiri, lebih tepatnya terdapat dua puluh lima rute, dari dua puluh lima rute hanya lima rute yang menunjukkan akhir yang bahagia di dalam permainan.
Alasan kenapa desa yang ditempati oleh Alvin terasa tidak asing, itu karena desa tersebut adalah tempat di mana awal permainan di mulai, Yap itu adalah desa dari karakter utama berada.
"Sialan aku dalam masalah besar, dunia ini sangat berbahaya, aku perlu kekuatan yang sangat besar untuk membuat dunia ini aman, para dewa-dewi sialan itu tidak akan pernah ikut campur, kecuali ras manusia akan punah maka baru para dewa-dewi sialan itu menunjukkan diri dan membantu para manusia."
"Baik ayo tenang Alvin, coba pikirkan baik-baik apa yang harus dilakukan..." Alvin mencoba menenangkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Pertama-tama aku perlu mendapatkan beberapa skill yang akan sangat membantuku, tiga skill aku perlukan untuk saat ini, ketiga skill itu saling berjauhan satu sama lainnya, tapi ada skill yang paling dekat dengan desa ini yang bisa aku dapatkan dengan cukup mudah."
"Skill Mekanik, itu salah satu Skill yang sangat aku perlukan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik, bagi umat manusia dan dunia ini."
Alvin kemudian selesai mengumpulkan berbagai tanaman herbal, dirinya segera bergegas kembali ke desa, di sana Alvin segera menyerahkan hasil tanaman herbalnya ke Asosiasi Pemburu.
Setelah menerima uang hasil kerja kerasnya, Alvin kemudian membeli beberapa hal untuk kebutuhannya nanti dalam mendapatkan Skill Mekanik.
Alvin membeli sebuah tas, tali, serta beberapa makanan kering dan beberapa air, serta sebuah pisau kecil, melihat hari sudah malam, Alvin bergegas keluar dari desa secara sembunyi-sembunyi.
Kemudian Alvin pergi menuju ke arah timur dari desa tempat tinggalnya, setelah berlari cukup lama, Alvin akhirnya menemukan sebuah air terjun, dirinya segera menuju ke arah air terjun, tujuan Alvin terletak di balik air terjun tersebut.
Sesampainya di balik air terjun Alvin sedikit terpukau dengan keindahan goa di balik air terjun tersebut, dirinya kemudian kembali sadar dan bergegas ke arah kanan di dekat pintu masuk goa, Alvin berlari cukup cepat sehingga dirinya dapat sampai di depan batu besar yang menghalangi jalannya.
Kemudian secara perlahan namun pasti, batu besar mulai bersinar, lama-kelamaan batu besar menghilang sepenuhnya, yang kemudian Alvin memasuki sebuah ruangan, di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah gulungan, di sana juga terdapat beberapa item yang juga dibutuhkan oleh Alvin.
Alvin segera mengambil gulungan tersebut, dirinya segera mengoyak gulungan tersebut yang membuat gulungan itu bercahaya lalu menghilang, ketika menghilangnya gulungan berbagai informasi dipaksa masuk ke dalam kepala Alvin, hal itu membuat Alvin berteriak keras, dirinya tiduran dan berguling-guling.
Tidak lama setelah hal itu, Alvin membuka kedua matanya, sekarang tatapan mata Alvin sedikit berbeda, terlihat sorot mata Alvin sedikit lebih bijaksana.
"Kalau begitu ketiga benda itu pasti Palu Pembuat, Sarung Tangan Pengrajin, serta Kacamata Kebenaran." Alvin segera mengambil benda-benda tersebut dan memakainya.
"Fitur Tidak Terlihat!" Seketika itu pula Kacamata dan Sarung Tangan yang dikenakan oleh Alvin menjadi tidak terlihat, sedangkan Alvin menatap palu tersebut dengan wajah menyeringai.
__ADS_1
"Kontrak Penyatuan!" Alvin mengusapkan darahnya ke Palu tersebut, yang seketika itu pula Palu menghilang, dan sebuah tato Palu terlihat muncul di Punggung Tangan Kanan Alvin.
"Hahaha! Aku berhasil!" Alvin tertawa bahagia mengetahui bahwa dirinya berhasil, mendapatkan Skill yang luar biasa di dalam permainan yang dirinya mainkan.
"Sekarang aku perlu menyusun semua rencana besar, yang akan aku lakukan mulai dari sekarang..."
Alvin menutup kedua matanya dan mulai mengatur semua hal di dalam kepalanya, dirinya sedang berkonsentrasi keras, dan memikirkan semua kemungkinan dan sebab akibat yang akan terjadi bila dirinya ada dan ikut campur.
"... Kekacauan..." Alvin membuka kedua matanya dengan tatapan tenang.
"Kemungkinan dunia selamat... 49.001%"
"Huff... Bagaimana sekarang... Langsung pergi ke dunia iblis bukanlah hal yang baik, membiarkan semuanya berjalan semestinya dan membuat rute dunia aman, itu hal yang mungkin tapi terlalu banyak yang mati..."
"Kelas Pahlawan cuma terdapat dua belas, tapi kekacauan yang akan terjadi, melanda seluruh dunia dan mereka berdua belas tidak akan cukup, sepertinya aku perlu membuat keributan super besar..."
"Tapi hal itu akan membuat desa Falbe ini berada dalam bahaya, aku harus pergi dari desa ini... Haah... Kenapa dunia ini begitu berbahaya, seandainya para dewa-dewi sialan itu mau bergerak."
"Jika tidak ada Pahlawan yang cukup di Dunia ini, maka aku hanya perlu menciptakannya!" Alvin berdiri dan mengayunkan tangan kanannya tinggi-tinggi.
"Dengan Skill ini aku dapat membuat Pahlawan sebanyak yang aku inginkan, masih terdapat lima belas tahun lagi sebelum dunia berada di dalam kekacauan, aku perlu menjadi sangat kuat, untuk itu pertama-tama aku perlu mengumpulkan kedua skill lainnya."
"Skill Penilaian dan Skill Perpaduan."
__ADS_1
"Kedua skill itu akan sangat membantuku."