
Alvin kemudian mengambil cincin yang terletak di sebuah meja yang tidak jauh dari gulungan Skill Penilaian berada, terdapat dua cincin di atas meja.
Meski sudah mengetahui tentang kedua cincin tersebut, Alvin tetap melakukan Penilaian kepada kedua cincin tersebut.
[Nama: Cincin Penyimpanan Tak Terbatas]
[Level: SSS]
[Tipe: Aksesoris]
[Cincin yang mampu menyimpan berbagai hal, entah itu skill, mantra sihir, benda, makhluk hidup atau lainnya, bahkan ada kemampuan penghenti waktu untuk mengawetkan makanan dan minuman yang ada]
[Nama: Cincin Arkins]
[Level: SSS+++]
[Tipe: Aksesoris]
[Cincin milik Penyihir Agung, yang berasal dari era Kuno, membuat Cincin yang di mana penggunanya akan langsung menjadi Penyihir Agung, layaknya dirinya, semua pengetahuan sihir akan mudah terserap ke dalam kepalanya, dirinya mampu mempelajari sihir dengan mudah dan cepat]
"Dengan kedua cincin ini aku bisa menjadi lebih kuat, yah bagaimanapun juga aku akan menghadapi banyak musuh, jadi prioritas saat ini menjadi cukup kuat untuk standar dunia ini."
"Sekarang aku hanya perlu mendapatkan Skill Perpaduan, setelah itu aku harus pergi ke Kota Besar Ruis untuk pergi ke Dungeon Goblin di Kota itu..."
"Aku perlu mencapai level 400 sebelum berumur lima belas tahun, jadi aku hanya punya waktu sepuluh tahun ya..."
"Pertama-tama ayo simpan semua buku-buku ini!" Alvin segera mengenakan Cincin Penyimpanan Tak Terbatas dan Cincin Arkins, setelah itu dirinya menggunakan Cincin Penyimpangan Tak Terbatas untuk menyimpan semua buku-buku yang berada di sekitarnya.
Alvin kemudian keluar dari sana, lalu secara hati-hati pergi dari pinggir tebing tersebut, lalu Alvin pergi menuju ke Desa Yahvi, yang mana di sana terdapat Skill Perpaduan.
Perjalanan tersebut menempuh waktu lima hari sebelum akhirnya Alvin sampai di sana, tentunya selama perjalanan tersebut, Alvin tidak berjalan kaki, dirinya ikut dengan pedagang, dari Desa Falbe ke Desa Palko, begitu juga ketika dari Desa Palko ke Desa Yahvi.
Apakah Alvin membayar, tentu saja tidak, dirinya tidak memiliki uang, oleh karena itu sebagai gantinya Alvin akan melindungi kereta kuda, meski Alvin hanya seorang anak dengan lisensi Pemburu Level F dirinya masih seorang Pemburu berpengalaman.
Oleh karena itu tentu saja ada pedagang yang akan menggunakan jasa Alvin, karena Alvin tidak perlu di bayar, cuman membutuhkan tumpangan sedangkan makanan Alvin bisa mendapatkan ikan di sungai atau burung yang berada di pepohonan hutan.
Itulah mengapa ada yang menggunakan jasa Alvin, kemudian Alvin melihat desa Yahvi yang tidak jauh berbeda dengan Desa Falbe dan Desa Palko.
Desa Yahvi terbilang cukup kecil, tapi tujuan Alvin bukanlah Desa Yahvi itu sendiri, melainkan danau di dekat desa Yahvi, Alvin segera berpisah dengan pedagang yang membantunya, dirinya segera pergi ke arah selatan Desa Yahvi untuk mencari danau yang di carinya.
Setelah mencari cukup lama, Alvin akhirnya menemukan danau tersebut, itu merupakan danau yang terletak di tengah-tengah hutan, Alvin kemudian melepas semua pakaiannya, lalu Alvin melompat ke dalam danau, di dalam danau Alvin menemukan pemandangan yang sangat indah, tapi dirinya terburu-buru oleh karena itu Alvin segera mencari sebuah goa, tidak lama kemudian dirinya menemukannya, tapi masalahnya goa tersebut terlalu kecil.
__ADS_1
Alvin akhirnya keluar dari danau karena dirinya tidak mampu menahan nafas lebih lama lagi.
"Haaah... Hufff... Haaah..." Alvin menatap danau dengan wajah cemberut.
Kemudian Alvin masuk kembali ke dalam danau, dirinya kemudian mencoba untuk menggali lubang goa supaya dirinya dapat masuk ke dalam sana, Alvin melakukannya secara perlahan dan penuh kehati-hatian.
Hal itu membutuhkan lebih banyak waktu, karena setiap kali menggali sedikit tanah dan batu, Alvin akan segera keluar dari danau untuk membuang hal-hal tersebut, sebelum akhirnya masuk kembali ke dalam danau, ada cara yang lebih cepat dengan menggunakan Mana di dalam dirinya untuk membuat lubang dengan cepat.
Tapi Alvin tidak melakukan hal tersebut, karena akan membuat kekacauan dan menghancurkan keindahan dari dalam danau itu sendiri, makanya Alvin melakukannya secara perlahan, waktu berganti menjadi malam hari, Alvin kemudian menyalakan api dengan mantra sihir sederhana.
"Sihir Api: Lilin Api!" Sebuah api kecil muncul dari jari telunjuk Alvin, dirinya kemudian membakar ranting kayu yang dirinya temukan, untuk menghangatkan dirinya.
Kemudian tiba-tiba saja saat Alvin tengah memakan kelinci bakar yang dirinya tangkap, seseorang muncul dari dalam danau, hal itu membuat Alvin terdiam sejenak sebelum melanjutkan memakan daging kelinci.
"Hem... Sepertinya kau tidak tampak terkejut dengan kehadiranku?" Wanita cantik tersebut bertanya dengan suara manis, sosok tersebut berupa wanita cantik, dengan rambut biru panjang bergelombang, mata biru cerah, kulit seputih susu, dirinya mengenakan baju kaos biru tua, dengan gaun one piece biru muda sebagai pakaian luar, serta sepasang sendal berwarna biru yang sangat indah.
"Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak mengenal Spirit Air Penjaga Danau Murmul, Elisa?" Melihat Alvin mengenal tentang dirinya membuat Elisa menjadi sangat terkejut.
"Bagaimana?"
"Itu rahasia, jadi ada perlu apa Water Spirit mendatangiku?" Alvin melanjutkan makannya sambil menunggu jawaban dari Elisa.
"Aku... Cuman ingin bertanya, kenapa kau tidak menggunakan Mana untuk membuka Goa di dalam danau itu?" Elisa langsung kepada intinya.
Mendengar itu Elisa hanya menatap Alvin dengan tatapan datar.
"Terserah apa katamu aku hanya akan melakukannya secara perlahan-lahan." Alvin terus melanjutkan memakan daging kelinci.
"Ehm... Baiklah, bagaimana dengan begini, aku akan membantumu menggali lubang, sebagai gantinya kau harus memberitahuku bagaimana kau mengetahui tentang diriku!"
"Hem... Menarik, baik aku setuju, ayo kita lakukan itu, sebaiknya kau bersiap!"
"Bersiap untuk apa-!" Sebelum Elisa sempat bertanya lebih jauh, Alvin sudah melepaskan semua pakaiannya kecuali celana pendek, lalu dirinya melompat ke dalam danau.
"Haish... Apakah harus malam ini juga, tidak bisakah besok pagi saja?" Elisa bertanya dengan wajah cemberut, sebelum akhirnya masuk ke dalam danau.
Alvin dan Elisa terus menggali lubang dengan sangat cepat, hingga akhirnya Alvin dapat masuk ke dalam goa, Alvin segera memasuki goa dan menemukan goa tersebut cukup luas, di mana terdapat sebuah pintu besar yang letaknya tidak jauh dari tempat Alvin berada.
Alvin segera menuju ke depan pintu tersebut, kemudian Alvin mempersiapkan diri kembali, karena kali ini sedikit berbeda dari dua Skill sebelumnya. Alvin segera mengucapkan beberapa mantra sihir, mengapa, karena kali ini cukup menyulitkan.
"Sihir Petir: Sensor Petir!" "Sihir Angin: Langkah Angin!" "Sihir Pembantu: Perkuat Tubuh!"
__ADS_1
Alvin kemudian mendorong pintu hingga terbuka lebar, kemudian memasuki ruangan di balik pintu besar tersebut, di dalam ruangan tersebut, Alvin menemukan sebuah gulungan yang mana di sebelahnya terdapat sepasang sayap besar berwarna hitam layaknya sayap burung, serta sebuah jas dan celana hitam pekat, serta beberapa kotak besar, di dalam kotak-kotak tersebut terdapat berbagai benda.
Sedangkan di sisi lain ruangan tersebut, terlihat seperti tempat yang sangat-sangat berbeda dengan goa yang dilihat sebelumnya, kenapa, karena bagian dalam ruangan terdapat sebuah jalan setapak yang berupa jembatan, dan di bawah jembatan hanya terlihat kabut putih yang tebal.
Alvin menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya berlari dengan cepat melalui jembatan, tiba-tiba saja beberapa anak panah terbang ke arah Alvin dari sisi kanan, Alvin menambah kecepatannya, meski begitu dirinya tetap tergores sebuah panah di bagian lengan kanannya.
Beberapa anak panah muncul kembali yang di mana terbang menuju ke arah Alvin dari sisi kiri, mengigit bibir bawahnya dengan keras, Alvin memaksakan untuk melompat dan hal tersebut berhasil.
Alvin menjadi sangat bahagia, dirinya segera mengambil gulungan dan menyobek gulungan tersebut, lalu Alvin membuka kedua matanya lebar-lebar, Alvin tersenyum mengetahui dirinya sudah mencapai tujuan awalnya.
[Terdeteksi Anda Memiliki Skill Mekanik, Skill Penilaian, Skill Perpaduan, Anda mendapatkan Kelas Kaisar Mekanik Terpadu!]
"Eh... Bagaimana ini bisa terjadi, di dalam game tidak ada hal seperti ini?"
"Apakah ini Bug?"
"Tidak tidak tidak itu tidak mungkin, lalu apakah ini karena aku bukan Karakter Utama, makanya aku dapat memiliki Kelas ini?"
"Coba kulihat apa saja yang berubah... Penilaian!"
[Nama: Alvin Malvis]
[Level: 7]
[Kelas: Kaisar Mekanik Terpadu]
[Kesehatan: 50/50] [Mana: 60/60]
[Kuat: 15] [Cepat: 12]
[Cerdas: 25] [Tangkas: 17]
[Stamina: 15] [Beruntung: 12]
[Skill: [Mekanik: 0] [Penilaian: 0] [Perpaduan: 0] [Tempa: 0] [Proses Material: 0] [Hal Acak Kaisar: 0] ]
"Haha! Sekarang aku perlu membuat beberapa hal untuk dijual besok, untung saja tempat ini penuh dengan berbagai hal, ayo buat!" Tanpa mempedulikan bahwa dirinya masih telanjang dan hanya mengenakan celana pendek, Alvin mulai melatih kemampuan Mekaniknya.
Setelah beberapa jam, Alvin akhirnya mengusap wajahnya karena lelah, melihat ke sana dan ke mari dengan tatapan cermat, Alvin akhirnya selesai membuat berbagai item.
Alvin kemudian keluar dari goa sambil membawa semua hal yang berada di dalam ruangan tersebut, setelah keluar dari danau Alvin segera sadar bahwa dirinya dari tadi hanya mengenakan celana pendek saja.
__ADS_1
"Jadi katakan bagaimana kau mengetahui tentang diriku!" Elisa tiba-tiba saja muncul, ketika Alvin tengah terduduk dengan berbagai daun yang menutupi kejantanannya.