
Alvin dan Elisa mencari sebuah penginapan dan menetap sementara di sana, keesokan pagi harinya Alvin dan Elisa kembali ke Asosiasi Pedagang.
Duduk di dalam kantor ketua cabang, dan berhadapan langsung dengan ayah Reine yaitu Yold Regle, Ketua Cabang Asosiasi Pedagang dari Kota Ruis, membuat Alvin sedikit gelisah sebelum tersenyum sopan.
Yold menarik nafas dalam-dalam, sebelum menundukkan kepalanya sedikit yang membuat Alvin terkejut, dirinya segera meminta Yold untuk tidak menundukkan kepalanya, karena Alvin mengetahui identitas lain yang dimiliki oleh Yold selain menjadi Ketua Cabang, oleh karena itu Alvin tidak ingin Yold menundukkan kepalanya.
"Tidak, aku ingin melakukan ini karena kau telah menyelamatkan putriku dan juga diriku sendiri." Ucap Yold dengan terus menundukkan kepalanya.
"Sudahlah, lagipula aku melakukannya karena memang ada maksud tertentu, yaitu melakukan kerjasama denganmu." Alvin melambaikan tangannya tidak peduli dengan hal-hal formalitas seperti itu.
"Baik, kalau begitu ayo kita memulai pembicaraannya..." Yold seketika berubah drastis menjadi sosok yang sangat berwibawa.
"Apakah kau benar-benar mengetahui lokasi istriku berada?" Yold bertanya dengan tatapan tajam.
Yold dan Reine menatap Alvin dengan tatapan penuh harap dan antisipasi, Alvin yang melihat keduanya tersenyum lembut dan menganggukkan kepala, alasan Alvin ingin memberitahu keduanya karena dirinya sangat memerlukan bantuan keduanya.
Istri Yold dan ibu Reine yang bernama Rina Regle, dijelaskan berada di Benua Timur, alasan dari Rina berada di sana karena para Malaikat dapat menemukannya jika dirinya berada di Benua Barat, dan Benua Timur tidak dapat di datangi dan dijelajahi oleh para Malaikat dengan mudah, oleh karena itu Rina berada di sana.
Alasan dari Rina dikejar dan dicari-cari oleh para Malaikat karena Rina merupakan keturunan dari seorang Dewi dengan seekor Raja Monster yaitu Kyuushi Miyugami, seekor Raja Monster berpenampilan Rubah Berekor Api dengan jumlah 21 ekor.
Nama Rina sendiri merupakan nama palsu, nama aslinya adalah Rin Miyugami, karena itulah Alvin membantu Reine dan Yold karena Rin sendiri merupakan Karakter yang sangat membantu dalam perang di masa depan, oleh karena itu dirinya ingin mendapatkan dukungan dari Rin itu sendiri.
Meski begitu Alvin mengatakan bahwa keduanya tidak dapat pergi ke Benua Timur, karena lautan pemisah kedua Benua tersebut terlalu mengerikan dan berbahaya, lautan pemisah kedua benua sangat luas dan dipenuhi oleh berbagai monster yang sangat kuat dan ganas.
Mengetahui bahwa Rina masih hidup membuat Yold menjadi sangat bahagia, dirinya dapat membedakan kebohongan seseorang dari gerak-gerik seseorang, oleh karena itu Yold mempercayai Alvin.
"Terimakasih! Terimakasih banyak!" Yold menangis bahagia mengetahui tentang istrinya, Reine juga berterimakasih atas informasi tersebut, dirinya sangat bahagia mengetahui bahwa ibunya masih hidup.
"Tidak masalah! Mungkin saat ini kalian tidak dapat bertemu dengannya, tapi aku pastikan suatu hari nanti kalian dapat bertemu kembali aku berjanji!" Ucap Alvin dengan tatapan penuh tekad, yang membuat Reine tersenyum lebar, sebelum akhirnya memeluk Alvin, hal itu membuat Alvin tercengang bahkan Yold, sedangkan di sisi lain Elisa menatap Alvin dengan tatapan dingin.
"Kuh, bisakah kau lepaskan rasanya tiba-tiba saja suhu menjadi dingin...!" Alvin merasakan tatapan tajam yang menusuk dari belakangnya.
Pada akhirnya Yold menawarkan kontrak yang lebih bagus, dengan 55% keuntungan milik Alvin, tapi Alvin menolak, dirinya hanya ingin 45% saja, meski begitu Yold tetap memaksa, pada akhirnya negoisasi tersebut berakhir dengan 50:50 keuntungan masing-masing kedua belah pihak.
__ADS_1
...
Setelah berhasil bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Cabang Kota Ruis, Alvin memulai awal dan dasar dari rencana besarnya, yaitu membuat berbagai hal yang dapat membantunya.
Karena tahu bahwa dirinya tidak bagus dalam pertarungan jarak dekat, Alvin memutuskan untuk membuat sebuah pistol.
Lebih tepatnya Pistol Magis, Alvin membuatnya di bengkel milik Asosiasi Pedagang, di sana dirinya berusaha keras untuk menciptakan lekuk dan bentuk yang dirinya inginkan, karena pada era itu masih menggunakan tungku perapian untuk membuat segala benda berbahan logam, Alvin cukup kesulitan dalam proses pembuatan pada awalnya, tapi perlahan-lahan dirinya dapat mengerti caranya secara bertahap.
Ketika sudah akan selesai dan hanya butuh satu sentuhan terakhir, sebelum akhirnya berlanjut ke proses penggabungan dengan Kristal Mana, sebuah masalah terjadi karena Elisa tanpa sengaja menggunakan sihirnya yang mengarah ke tungku perapian ketika Pistol baru saja akan di ambil.
Yang menyebabkan perubahan suhu yang drastis, sehingga bentuk dari pistol itu sendiri berubah seketika, menjadi bentuk yang tidak mirip sama sekali dengan sebuah pistol melainkan sebuah benda bulat logam panas.
Elisa segera meminta maaf dirinya merasa sangat bersalah, Elisa terus-menerus meminta maaf ketika Alvin terus menatap Pistol buatannya, melihat Alvin terus merenung, membuat Elisa merasa bertambah bersalah, dirinya sangat sedih dan kecewa kepada dirinya sendiri.
Sementara di sisi lain Alvin akhirnya sadar bahwa bahan-bahan yang dirinya gunakan sangatlah payah, dan dirinya sekarang sudah memahami beberapa hal mengenai Pistol, mungkin aneh mengapa Alvin tidak menggunakan kemampuannya, yaitu Skill Mekanik, itu karena Skill Mekanik hanya bisa digunakan bila sang pengguna mengetahui bentuk dan cara kerja dari yang dirinya buat.
Sedangkan Alvin belum pernah melihat isi dalam dan cara kerja dari pistol itu sendiri, dirinya hanya tahu mekanisme dasarnya, yaitu mendorong sebuah peluru keluar dengan ledakan kecil dari bubuk mesiu, hanya itu yang Alvin ketahui.
Oleh karena itu dirinya tidak dapat menggunakan Skill Mekanik, Alvin dapat membuat Jam dan Kipas angin, itu karena dirinya dulu seseorang yang bekerja untuk memperbaiki berbagai macam benda, dari kompor rumah tangga, mesin cuci, lampu, motor, mobil, kereta, pesawat, kapal, bahkan tank sekalipun Alvin pernah melihat cara kerja mekanismenya secara menyeluruh.
Meski bingung Elisa senang bahwa Alvin tidak marah, dirinya berjanji di dalam benaknya, bahwa dirinya tidak akan ceroboh lagi.
Alvin meminta bahan-bahan yang sangat-sangat mahal, tentunya hal itu membuat Reine dan Yold bingung, tapi mereka tetap memberikannya kepada Alvin.
Barang-barang tersebut adalah Kulit Naga Besi, Tulang Refnok, Tengkorak HellRock, Bulu Ular Perak, Tulang Raksasa Kark, Tanduk Iblis Barg, Pecahan Tempurung Kura-kura Air Merah, Bulu Elang Tiga Warna, Cakar Serigala Angin Berkepala Dua, Tanduk Rusa Hutan Biru.
Dengan semua bahan bahan menakjubkan tersebut, Alvin hanya membutuhkan waktu satu jam untuk menyelesaikan pembuatan Pistol Magis, dengan menggunakan Skill Mekaniknya.
Karena pistol pertamanya gagal dan hancur, Alvin mendapatkan cukup informasi untuk dapat menggunakan Skill Mekanik supaya dapat menciptakan sebuah Pistol Magis.
...
Alvin menatap bangga kepada pistol buatannya, Elisa, Beliana, Reine dan Yold menatap kagum kepada Pistol Magis buatan Alvin.
__ADS_1
Lalu Alvin mencoba memeriksa secara menyeluruh pistol tersebut menggunakan skill Penilaian, Alvin sangat terkejut mengetahui kemampuan pistol buatannya.
[Nama: Pistol Magis]
[Level: A+]
[Tipe: Senjata]
[Pistol Magis yang dibuat oleh seorang Mekanik Terbaik yang pernah ada, Pistol ini memiliki Skill yang mampu membunuh Monster Level S dan di bawahnya]
[Skil Aktif: Peluru Naga: S: Peluru Magis yang mampu menciptakan Naga besar dan memiliki Kerusakan mematikan]
[Skil Aktif: Peluru Hujan Mematikan: A: Peluru Magis yang mampu menciptakan banyak peluru dalam satu area, alias serangan berskala area]
[Skil Aktif: Peluru Kilat: A: Peluru Magis super cepat yang tidak dapat dilihat oleh sembarang orang]
[Skill Pasif: Peningkatan Kualitas Peluru: B: Peluru akan menjadi lebih kuat dan tahan lama]
[Skill Pasif: Susah Terjatuh: B: Pistol akan sulit terjatuh ketika sedang dalam pertempuran, jadi akan lebih banyak peluang untuk mencapai kemenangan]
[Skill Pasif: Pengembalian: B: Pistol yang terjatuh dapat kembali ke pengguna dengan cepat, peluang kemenangan meningkat]
Pistol tersebut sangat di luar nalar, Alvin bahkan tidak percaya bahwa Pistol buatannya, mampu menjadi salah satu item yang setara dengan item para pemburu peringkat A.
Karena penasaran untuk mencobanya, Alvin kemudian meminta izin kepada Reine dan Told untuk pergi sebentar, dirinya ingin mengetes Pistol tersebut di hutan.
Alvin keluar dari kota Ruis bersama dengan Elisa, kemudian seekor goblin muncul dan menatap Alvin dan Elisa, lalu Goblin tersebut menyerang keduanya, melihat hal itu Alvin kemudian mengetes pistolnya, setelah meleset beberapa kali, untuk percobaan pertama kalinya.
Pada akhirnya Alvin dapat mengenai sasaran dengan tepat, setelah itu Alvin mulai menghabisi setiap monster yang menyerangnya lebih dulu, Alvin bertarung dengan cukup mudah, karena pistol Alvin yang memang luar biasa, itu juga karena Alvin terus naik level, yang membuatnya menjadi lebih kuat.
Hingga akhirnya Alvin bertemu monster yang cukup menyusahkan, karena monster tersebut memiliki pertahanan yang kokoh, pistol Alvin memang sudah jadi dengan baik, tapi belum sempurna sepenuhnya, bisa saja Alvin menggunakan salah satu Skill Aktif, tapi itu terlalu banyak menguras Mana dari Kristal Sihir, oleh karena itu Alvin hanya bisa menggunakan peluru buatannya.
Karena itu Pistol Alvin masih kekurangan cara untuk memiliki daya serang yang kuat, terhadap seseorang atau sesuatu yang memiliki pertahanan yang hebat.
__ADS_1
Pasti bingung bukankah senjata Alvin katanya setara dengan item para pemburu peringkat A, lalu kenapa tidak bisa mengalahkan beberapa monster lemah saja, dikatakan seperti itu karena skill aktif dan pasif dari pistol tersebut, karena itulah mengapa dikatakan setara dengan item para Pemburu Level A, masalahnya Alvin tidak ingin menggunakan Skill Aktifnya karena menghabiskan banyak Mana dari Kristal Sihir.
Setelah itu Alvin dan Elisa kembali ke kota setelah seharian terus berada di dalam hutan, Alvin sekarang hanya perlu bersiap untuk menjelajahi Dungeon Goblin, tapi karena sudah terlalu sore, Alvin akan melakukannya besok pagi saja.