
kring... kring... kring...
jam alarm laily pun berbunyi. tapi entah mengapa laily seakan tak mendengar sama sekali.dia masih tertidur pulas.Ludro yang lewat depan kamar laily,mendengar jam alamr laily dia langsung masuk kamar laily tanpa persetujuan laily.
ludro melihat tingkah laily yang sedang tidur,sambil melihat jam ludro hanya menggeleng'gelengkan kepalanya dengan tersenyum geli,melihag tingkah adik perempuannya itu
"Laily bangun,ini sudah pukul 07.30. apakah kamu mau tidur terus.?" ucap ludro yang membangunkan laily
laily membuka perlahan matanya,dan mendengar suara ludro yang mengatakan sudah pukul 07.30.dia langsung panik dan bergegas menuju kamar mandi.tanpa disadari ludro masih dikamar laily hanya tertawa geli melihat laily panik seperti itu
Ludro keluar dari kamar laily,dia langsung memanggil asistennya.
"Siapkan mobil sekarang.aku ingin mengantar laily ke kampus." perintah ludro
"Tuan muda,hari ini kita ada khasus perdagangan ilegal.Tuan besar mengutus anda yang menangani jika tidak pergi sekarang Tuan besar akan marah." saut asistennya
"yahya,sejak kapan kamu berani membantah perintahku?" tegas ludro kepada yahya asistennya
"Mohon maafkan hamba tuan muda,Hamba tidak berani membantah perintah anda. hamba akan siapkan mobil." saut yahya dengan wajah takut akan tuannya marah
laily keluar dari kamar dan kaget melihat kakak pertamanya didepan kamar dia. laily berdiam diri sejenak didepan kamarnya sambil memandangi kakak pertamanya. Ludro berbalik badannya dan tekejut melihat laily sudah dibelakangnya sejak tadi
"waaaaa... kenapa kamu berdiri disitu.apakah kamu mau aku mati jantungan.tanpa bersuara tau'tau dibelakangku." ucap ludro dengan meletakkan tangannya didada
__ADS_1
"cih.. sedang apa kakak berdiri didepan kamarku?." tanya laily
"Dasar tak tau balas budi, seharusnga kamu berterima kasih kepada kakakmu yang tampan ini,sudah membangunkanmu tepat waktu jika tidak kamu akan terlambat." jawab ludro dengan percaya diri
"oke terimakasih atas perhatiannya.jika sudah bicaranya tolong pergi dari depan kamarku." ketus laily sambil pergi turun kebawah
"oe.. oe.. oe.. kakak masih bicara sama kamu. Haiz dia pergi begitu saja tanpa menoleh kepadaku. apakah aku ini terlalu tampan sampai dia tak mau melihatku. ya tuhan kenapa kau adakan dia didunia ini? bagaimana dulu ayah dan ibu membikin laily? sifatnya membuatku sakit hatiku." ritih ludro dengan sok puitis
ludro pun pergi menuju kebawah menyusul Laily.laily pum merasa hari ini agak aneh sekali dengan sifat kakak pertamanya itu
"Ayo,kakak antar kamu kekampus. mumpung kakak ada kerjaan searah dengan kampusmu." ajak Ludro
"Yahya,kau duluan saja keTKP. setelah sampai sharelok kepadaku.aku akan kesana. Jangan lupa kasih tau Lokas ada pekerjaan untuknya." saut Ludro sambil mengegas mobilnya
diperjalanan laily hanya melihat keluar jendela.Ludro melihat adik perempuannya hanya senyum kecil. Sunyi mobil hanya terdengar suara mesin mobil Verari milik ludro.
"Boleh kakak tau,kenapa kamu tidak mau belajar perdagangan saham.Bisnis ayah juga tidak Ilegal. dan perusahaan juga bakal kamu yang mimpin." suara ludro membuat tak hening
"Aku tidak suka dengan seperti itu. aku ditakdirkan untuk kehidupan keras. dan aku rasa aku tidak cocok dengan bisnis seperti itu." jawab laily dengan santai
__ADS_1
"cepat atau lambat ayah akan menempatkanmu dikantor sebagai direktur perusahaan Davidson.dan kamu harus menerima posisi itu."
"Apa kamu sedang menggoyangkan posisiku diGeng Elang Hitam?."
"bukan seperti itu,kakak hanya kawatir denganmu. akhir'akhir ini Geng elang hitam banyak konflik yang tak wajar ditangani,kakak takut kamu terluka. bagaimana nanti ibu memandang disana,kakak sudah merasa gagal menjadi kakakmu."
"Terimakasih telah peduli kepadaku. Kuingatkan sekali lagi. aku tidak akan pindah ke kantor. tugasku dilapangan.kuharap kamu bisa mengerti jika kamu memang ingin yang terbaik untuk adikmu." laily keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan kencang
"haizzz ... pelan'pelan dong nutupnya ini keluaran pertama. dan sangat mahal sekali laily. uang sakumu sepuluh tahun pun tak bisa untuk membeli ini." kata ludro sambil mengelus mobilnya
Laily hanya terdiam.dia memasuki kawasan kampus dengan menghela nafas dengan berat. masih terfikir kata'kata kakaknya masalah dia menjadi direktur di perusahaan ayahnya.Tapi apa yang telah dia pilih itu tidak bisa diubah meskipun itu permintaan ibunya sekalipun
laily menuju atap gedung kampusnya,setiap ada masalah yang mengganjal hatinya dia pasti ketempat itu. Semsampainya digedung dia duduk di tempat biasanya duduk sambil memandangi langit merasa ibunga melihat dia dari langit.
"Oke ibu. katakan padaku,aku harus bagaimana.aku terjun kedunia Mafia karna aku ingin membalas dendam kepada ayah,supaya ayah tau rasa bagaimana ditinggalkan orang tersayang.Ibu,laily tau laily salah tidak seharusnya laily membalas dendam. meskipun laily tidak tau kebenarannya. ibu tolong bantu laily." ritih laily. dan tak terasa air matanya mengalir dengan cepat
"Cepat lap air matamu itu. heh.. setauku orang yang sudah tiada didunia ini gak bakal bisa menolong kita didunia nyata. mengganggu tidurku saja." seorang lelaki muncul dengan tiba'tiba memberi sapu tangannya
"siapa kamu. ini tempatku. sedang apa kamu ditempatku?." ketus laily
"apa ada tanda yang bertulisan ini tempatmu? ini tempat umum bos,semua orang bisa kesini.you understand?." jawab pria itu
__ADS_1
laki'laki itu langsung turun kebawah. laily hanya memandangi sapu tangan yang dikasih tadi.