Melodi Cinta Putri Angkuh

Melodi Cinta Putri Angkuh
MCPA#7


__ADS_3

Lokas berlari menaiki tangga lantai 1.semakin dia penasaran dengan pertanyaan yang terbenak didalam pikiran dan hatinya.


setelah sampai didepan kantor ayahnya,tiba-tiba langkah pun terhenti seperti ada yang menghentikannya,dan tiba-tiba dia meneteskan air mata tetes demi tetes dan padaa akhirnya tersungkur didepan pintu kantor ayahnya.tak terasa mata pun mulai menutup dengan perlahan


 


"Lokas.. Lokas.. Hey,bangun. Hey,Lokas.." laily terus menampar perlahan pipi lokas agar bangun


"Ehmm.. kenapa?" suara lirih lokas sedikit tersadar


"Kamu mabuk?atau memang kamu suka tidur dilantai? Ya,kalau suka kenapa nggak minta ayah untung membuang kasurmu yang seharga 25juta itu,harus pakek repot\-repot tidur dilantai" ejek laily


"Bersisik banget sih kamu! orang mau tidur kok dibangunin,nggak ada kerjaan banget!"


"Hoey,sejak kapan berisik ganti nama bersisik,ha? kamu bilang MAU? Hello,sadar woy sadar. kamu tidur disinu udah ada 2 jam lebih makannya aku bangunin,galak\-galak gini aku masih punya rasa peduli. lagian ngapain kamu tidur didepan kantor ayah?" tegas laily


 


Lokas ingat dia mau bertanya sesuatu pada ayahnya.Tapi ketika dia ingin masuk kantor ayahnya ada yang mencegah.Tapi itu tidak penting baginya sekarang,yg terpenting agar laily tidak curiga dengannya.


 

__ADS_1


"Tadi aku habis minum,mungkin terlalu banyak minum akhirnnya sampai tidur didepan kantor ayah.Tadi ku pikir ini kamarku,ternyata salah!" elak lokas


"Nggak biasanya kamu mabuk.Eh tapi bodo amat deh.pergi ke kamar dulu besok aku harus masuk kelas pagi. Bye."


"Ahh syukurlah... Laily nggak curiga.woaahhmm ngantuk banget,tanya ke ayah besok\-besok saja lah.masih ada hari yang suram untuk tanya.Tidur pules dulu yg penting" bisik lokas


 


Lokas pun berdiri dan meninggalkan kantor ayahnya.


Pagi pun tiba,Laily membuka perlahan matanya,melihat sekeliling kamarnya yang gelap.laily bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke jendela untuk membuka korden kamarnya.dia melihat kota yang dipenuhi dengan bangunan yang tak beraturan.


sesuatu menarik penglihatan laily.seseorang yang mengantar susu kerumah laily.agak terasa beda dengan yang biasanya.laily pun menghiraukan dan pergi ke bawah untuk sarapan.


dibawah sudah berisik suara ayah,ludro dan lokas membicarakan masalah pengedaran narkoba di kota baru-baru ini.


"Aku rasa ini semua jebakan dari geng harimau putih,ayah!." kata lokas



"Tapi untuk apa?ayah tidak merasa bermusuhan dengan geng harimau putih.apa tujuan mereka?." saut ayah

__ADS_1



"kita tidak bisa gegabah begitu saja,musuh kita hanya 2. dan kemungkinan antara geng beruang hitam dan geng cakrawala yang bisa leluasa menyebarkan seperti itu diwilayah kita." ujar ludro


laily pun menuju kedapur untuk mengambil susu.dan menuangkan susu kedalam gelas.


"bi? apakah pengirim susu tadi anak baru? kenapa aku tidak pernal lihat sebelumnya." tanya laily ke pembantu seniornya



"Iya,nona muda.tapi kenapa tiba\-tiba nona muda menanyakan hal sepele seperti ini?." jawab bibi An



"hanya bertanya saja.aku takut jika itu orang yang menyamar.untuk mengetahui posisi keamanan dirumah ini.bibi an jangan sembarangan menggap keramahan orang.dibalik keramahan sesorang terselubung niat yang tidak baik. terkadang orang yang sangat akrab dengan kita bisa jadi duri dalam daging. jadi waspada itu perlu bibi an."


bibi an kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut laily.


"baik nona muda."


laily pun pergi dengan segelas susu ditangan menuju meja makan.

__ADS_1


__ADS_2