Melodi Cinta Putri Angkuh

Melodi Cinta Putri Angkuh
MCPA#5


__ADS_3

•MALAM HARINYA•




Laily sedang mengerjakan tugas didalam kamarnya.dia terus kepikiran dengan kata-kata dari pamannya.melihat buku'buku yang tertumpuk di atas mejanya sungguh membuat matanya lelah.Skripsinya tidak selesai dengan cepat.dia menghela nafas panjang sambil memegangi kepalanya.




"Akhir'akhir ini aku disibukan dengan tugas mafia.ku ... huffff dan kapan tugas ini akan selesai dengan cepat.aku mengharap liburan yang sangat panjang." gerutu laily




laily melanjutkan kembali mengerjakan tugasnya.dua buku skripsinya sudah selesai,tangannya sudah hampir patah karna tugas menumpuk. laily melihat jam tangannya.jam menunjukan pukul 20.07 waktu amerika.




"Sudah hampir malam. aku mau keluar sebentar membeli kudapan dan kopi.sekali'kali juga keliling komplek dekat rumah.mencari udara segar siapa tau pulang'pulang bisa semangat lagi." bisik laily ..




lalily bergegas mengambil jaket dan keluar dari kamarnya.turun dari lantai tiga begitu sepi rumahnya.biasa ada keamanan dalam rumah tpi ini malah sepi.tidak seperti biasanya.bahkan pelayan pun tidak terlihat sama sekali.




"Laily.. kamu mau kemana?." tanya Ludro



sontak laily pun kaget dengan suara kakakknya yg berat itu ...



"cuma mau beli cemilan sama kopi... kenapa?." jawab laily



"Apa kamu kira dirumah ini tidak ada pembantu shingga adikku ini harus pergi beli cemilan dan kopi?." lanjut ludro

__ADS_1



"Lagi pingin jajan diluar.tapi ngomong'ngomong kenapa rumah ini jadi sepi kaya kuburan.?." saut laily.



"ayah menyuruh untuk staf keamanan dan pembantu senior untuk pulang kehalaman.haha sepertinya ayah sedang kangen sama ibu makannya dia hari ini baik sama mereka."



"asyiknya ... aku juga pingin liburan tp skripsi belum selesai semua." gerutu laily sambil pergi




ludro hanya mengerutkan dahinya.dan pergi ke kamarnya.setelah sampai lantai tiga dia melihat kamar laily terbuka sedikit.karna rasa penasarannya dia masuk ke kamar laily. ingin melihat apa yang membuat laily murung dengan wajah lelah.




"jaman sekarang untuk mencari kerja saja sudah susah kenapa beri pekerjaan rumah yang begitu banyaknya.lama'lama aku bantai juga dosennya.sudah buat adikku yg imut itu menderita." gumam ludro






"heh ... ibu ya.. apakabar,bu? ibu terlihat sangat cantik.dan kecantikan ibu diwariskan ke pada laily. Bu,aku tak tau apa yang sedang ibu lakukan saat ini. tapi aku hanya bisa menebak kalau ibu saat ini pasti marah padaku..." ucap ludro



diam'diam lokas mendengarkan kata'kata kakaknya dari luar.



"Apa yang sedang kakak lakukan dikamar laily?." lirih lokas



ludro terus memandangi lukisan ibundanya dan meraba'raba lembut wajah ibundanya.



__ADS_1


"Ibu... maafkan aku,kalau saja ibu tidak nekat untuk menyelamatkan aku dari pertempuran antar geng mafia ayah,mungkin ibu masih hidup.dan ayah juga tidak akan merasa bersalah atas kematian ibu. Bu,aku belum jujur kepada laily dan lokas atas kematian ibu. heh,aku tidak tau apa mereka marah padaku jika kalau aku memberitau mereka yang sebenarnya,mungkin laily akan benci dan sangat benci kepadku." ucap ludro sambil menutup kain putih lukisan ibunya



lokas pun pergi ke kamarnya dan menutup rapat kamarnya. semua barang'barangnya delempar ke mana'mana. setelah dia mendengar kata'kata kakaknya itu hatinya sangat hancur dan niata untuk marahnya sudah memuncak.


ludro keluar dari kamar laily dan menutup pintu kamarnya.dia berusaha menyembunyikan air matanya.dan pergi menuju ruangan ayahnya.




tok... tok... tok...



"Masuk.. " teriak ayahnya



"Ayah.. bagaiman dengan kasus yang paman antonio urus?." tanya ludro ...



"kurasa pamanmu tidak bakal bisa mengungkap kasus pemasokan narkoba itu.apa kamu tertarik ludro...?." saut ayahnya .. sambil memainkan catur dengan asisten pribadinya.



"Jika aku mengambil kasus ini dengan secara diam'diam.apakah ayah setuju?."



"Ludro jangan gegabah seperti Ratu bidak catur... ingin menghancurkan semua yang menghalangi rencana Raja.nya. kamu adalah anak ayah yang sangat peka dengan kasus yg ayah miliki. tapi ayah tidak ingin menjadikan anak ayah sebagai Pion yang hanya menerima peritah jika diperintahkan."



"Ayah,jika masalah tidak terselesaikan aku fakut impasnya akan mengalih kepada laily.bahkan sampai sekarang pun banyak yang kambing hitamkan geng mafia.kita sudah menerima semua tuduhan dari pemerintah.jika geng mafia musuh tau dengan keadaan kita mereka akan mengambil keuntungan."



"akan ayah pikirkan kembali kata'katamu. tapi untuk saai ini awasi saja adik perempuanmu. ayah rasa dia akan termakan banyak omongan orang yang sirik kepadanya.."



"Baik ayah. aku permisi dulu."



__ADS_1


ludro keluar dari ruangan ayahnya dan bergegas pergi menggunakan mobilnya. lokas hanya melihat dari jendela kamanya dengan mengepalkan tangannya.


__ADS_2