Memaksa Jadi Isteri CEO

Memaksa Jadi Isteri CEO
Salah


__ADS_3

Di pagi yang cerah itu,sepasang manusia tengah tidur dengan sangat lelap di sebuah kamar,saling memeluk menciptakan kehangatan yang membuat keduanya merasa nyaman.


Ceklek


suara pintu terbuka dari luar dengan menampakkan wajah terkejut dari seorang wanita paruh baya,yang tak lain adalah Mayang ibu dari Raja.


"Raja..!" Teriakan yang sangat keras seketika memenuhi ruang kedap suara tersebut. Hingga membuat pasangan tersebut bangun dari tidur lelapnya.


"Aaaa......"


Jeritan dari keduanya pun tak terelakkan karena merasa terkejut.Lofe terkejut bukan karena mereka telah tidur bersama,karena ini memang rencananya.Tapi dia tidak menyangka bahwa posisi mereka seintim ini.Dan saling berpelukan.


Raja seketika bangun dan beranjak mendekati mamanya.


"Ma,ini tidak seperti yang mama pikirkan."


"Coba kamu jelaskan Fe".Lanjutnya dengan menatap Lofe yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut.


Bukannya menjelaskan.Tapi Lofe menangis dengan sangat keras,membuat mama Mayang tak tega melihatnya.Dan menghampirinya.


"Sudah,jangan menangis lagi.Ibu tidak menyalahkanmu."Ucap mama Mayang merangkul bahunya.


"Ma,sumpah! ini benar-benar bukan seperti yang mama bayangkan.Kita cuma tidur saja.Dan aku juga gak ngerti kenapa Lofe bisa ada dikamarku."Raja masih mencoba menjelaskan.


"Kamu kira mama langsung percaya?kalian adalah dua orang dewasa,dan tidur sekamar,bukannya aneh kalau tidak melakukan apa-apa.Apa perlu mama contohin gimana tadi adegan kalian yang saling berpelukan?"Celoteh mama mayang membuat Raja terdiam.


Setelah Lofe berhenti menangis.Mama mayang menanyai tentang apa yang terjadi dengan mereka.


"Kemarin hiks,,malam,,Pak Raja mabuk..lalu aku mengantarnya pulang.Setelah membaringkannya,aku berniat untuk pulang.Tapi sebelum aku beranjak dia tiba-tiba menindihku,,hiks,lalu..lalu.."Lofe menjelaskan dengan berpura pura menangis.Dia mencoba melirik Raja sekilas,dan mendapati tatapan tajam dari sang empunya.


"Percuma saja aku menjelaskan"batin Raja


"Udah kamu tenang aja,mama pastiin Raja akan bertanggung jawab sama kamu."Ucap mama Mayang dengan mengusap kepala Lofe.

__ADS_1


Diumurnya yang sudah menginjak tiga puluh tahun,dan belum ada tanda-tanda akan menikah,membuat mama Mayang pusing memikirkan anak sulungnya tersebut.Dan berfikir mungkin ini adalah kesempatan untuk mendapatkan jodoh untuk anaknya,berfikir sampai disini sudah membuatnya kegirangan.


+++++


Empat hari yang lalu dirumah Lofe


"Brakkk"


Suara bantingan pintu terdengar nyaring.Muncullah seorang pria paruh baya dengan menggenggam minuman berbotol kaca.Dia berjalan sempoyongan karena kesadarannya semakin berkurang.Dengan wajah yang hampir rata bekas pukulan.


"Rini,kesini kamu!"teriaknya di malam sunyi itu.


"Ada apa sih pak?malam-malam sudah ribut,malu sama tetangga."Ucap Lofe berusaha menyadarkan Bapaknya.


Bukannya sadar,tapi bapaknya semakin marah.


"Dasar anak tidak berguna,"ucapnya dengan suara meninggi


"Ada apa lagi sih pak?"tanya ibu Rini menghampiri suaminya.


Tamparan dengan sangat keras mengenai pipi bu Rini hingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.


"Kalian berdua tidak berguna"ungkapnya dengan marah.


Lalu Bapaknya mengayunkan kursi plastik mengarahkan ke ibu Rini.Tapi belum sempat mengenai ibu Rini,sudah dihadang oleh Lofe.


Grakkkk,kursi itu patah dan tepat mengenai pelipis Lofe hingga berdarah.Seketika penglihatannya buram.


"Apa yang sudah kamu lakukan terhadap puteri kita?"ucap ibu Rini berteriak dengan marah.Hingga membuat matanya memerah. Karena kekesalannya dia menghampiri suaminya dan memukulnya bertubi-tubi.Sampai membangkitkan amarahnya.Lalu diayunkan botol kaca tersebut tepat dikepala ibu Rini, darah mengucur deras dari lubang di kepalanya,hingga membuat ibu Rini tak sadarkan diri.


"Ibu..,"Teriak Lofe menangis menghampiri ibunya.


Setelah di bawa kerumah sakit dan menjalani pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa ibunya mengalami pendarahan otak.Jadi,secepatnya harus dilakukan operasi untuk menimalisir akibat fatal setelahnya.

__ADS_1


"Baiklah lakukan operasi secepatnya dok,untuk tagihan rumah sakit saya akan usahakan secepatnya,"Jawab Lofe dengan cepat. Dia takut kehilangan ibunya jika menyia-nyiakan satu detik pun.


Dia melihat saldo rekeningnya yang hanya tinggal empat juta,membuatnya tambah frustasi.Lalu Lofe mencoba menghubungi Dita sahabatnya.


"Halo Dit?kamu ada dirumahkan?"Tanyanya langsung


"Hemm,,Lo ngapain telpon gua jam segini.Ini baru jam lima pagi woi,"omelnya khas bangun tidur


"Iya aku tahu,maaf kalau ganggu.Tapi aku lagi bener-bener butuh bantuan kamu Dit,ibu aku masuk rumah sakit,,hiks"Bukan kerena omelan Dita yang membuatnya menangis, tapi dia sedih karena kondisi ibunya sekarang.Dan dia tidak punya uang,membuatnya lebih putus asa.Dia merasa tidak berguna sebagai puteri ibunya.


"Eh,,eh,,lo kok malah nangis sih.Sekarang lo ada dimana?biar gua samperin,"sahut Dita dari seberang sana.


"Nggak usah,aku cuma lagi butuh uang.Kamu ada nggak?dikit juga gakpapa."ucapnya memelas.


"Ada kalau sedikit,cuma lima juta ini.Langsung gua transfer aja ya?lo jangan nangis lagi deh,gua jadi nggak tega".


Setelah mengucapkan terimakasih ke Dita,dia langsung memesan ojek untuk mengantarkannya ke kepolisian.Dia menjelaskan kronologi kejadian kekerasan rumah tangga yang dialami oleh ibunya yang hampir dirasakan selama lima tahun ini.Bukannya dia tidak kasihan dengan Ayahnya,tapi dia sudah lama menolelir kejadian semacam ini,hingga membuat ibunya berakhir di rumah sakit.Ini mungkin karena kesalahan dia yang tidak tegas dalam menyelesaikan masalah.


Masalah ini berakhir dengan ayahnya masuk penjara,dan ibunya terbaring dirumah sakit dalam keadaan koma sudah dua hari.Dan sudah dua hari pula dia tidak berangkat bekerja.


Sesampainya dikantor dia langsung menuju ke meja kerjanya di depan ruang presdir.Karena sudah menjabat sebagai sekretarisnya selama dua tahun,kebiasaan setiap paginya adalah membuatkan kopi untuk atasannya sebelum atasannya itu menginjakkan kakinya di ruangan kebesarannya.


Setelah selesai,dia mempelajari jadwal acara yang akan di lalui oleh atasannya selama seharian ini.Dan menemukan bahwa jadwal berakhir pada jam delapan malam.


Lift di ujung koridor terbuka,menampakkan pria dewasa yang sangat tampan.Wajahnya seperti lukisan berjalan.Mungkin tidak ada wanita yang tidak menyukainya walaupun hanya bertemu sekali.Tapi Lofe,bahkan dia tidak berani untuk memikirkan jatuh cinta pada atasannya tersebut.Dia terlalu kecil hingga tak terlihat jika berada di depannya.Dan karena rasa rendah dirinya itu membuat Raja,sang atasan sangat nyaman kalau Lofe jadi sekretarisnya.Dan tidak menimbulkan kecemburuan terhadap kekasihnya walaupun Lofe kadang kala di ajak kerja keluar kota bersamanya.


"Sudah baikan?"Tanya Raja pada Lofe yang masih melamun.


"Hah?"jawabnya bingung,dia baru ingat kalau dua hari ini dia izin sakit,tapi sebelum menjelaskan lebih lanjut Raja sudah berlalu menuju ruangan kebesarannya.


Dia sedang melamunkan,ide gilanya yang terpikirkan tadi malam.Dia berpikir untuk memanjat tempat tidur bosnya.Ini terdengar seperti tidak punya harga diri sama sekali. Tapi jika menyangkut ibunya.Bahkan harga dirinya pun sekarang tidak lagi berharga.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Lofe membuatkan teh yang sudah di campur obat tidur untuk di berikan pada Raja,atasannya. Saat dalam keadaan sadar mungkin dia tidak bisa naik ke tempat tidur atasannya,jadi dia membuat atasannya tidak sadar,agar dia bisa tidur bersama.

__ADS_1


Dia tahu bahwa setiap akhir pekan,mamanya Raja pasti akan menjenguk Raja di apartemen.Dia akan membuat mamanya Raja salah paham dengan mereka berdua,dan mereka berdua berakhir menikah.Ini adalah rencananya.


Setelah membaringkan Raja di tempat tidurnya dia melepaskan bajunya Raja,dan bajunya sendiri.Sebelum memejamkan matanya,Lofe menggenggam tangan Raja"Semoga kamu maafin aku setelah ini"batinnya sedih.


__ADS_2