
Setelah keluar dari apartemen,Raja melajukan mobilnya ke bandara untuk menjemput kekasihnya,Stefi.
Selama dua pekan ini mereka tidak pernah bertemu,karena kerjaan Stefi sebagai super model,ada pemotretan yang mengharuskannya untuk perjalanan keluar kota,jadi ini adalah salah satu momen yang dinantikan Raja,dia sangat merindukan kekasihnya tersebut.
Setelah sampai di bandara, Raja melihat Stefi yang duduk dengan memainkan ponsel pintarnya.Tanpa babibu dia langsung mencium pipi kekasihnya tersebut.
"Sudah lama nunggunya?"Tanya Raja dengan lembut.
"Lumayan,tapi nggak masalah,"Jawabnya dengan mengedipkan sebelah matanya,bibirnya tersenyum indah. Dengan dress dibawah lutut,dia terlihat anggun selalu seperti itu.Walaupun sebagai super model dia selalu berpakaian dengan sopan tidak memamerkan lekuk tubuhnya,karena itulah Raja bisa sangat menyukainya dan menghargai perempuan itu.
Setelah menaiki mobil mereka berencana untuk mencari restoran terdekat untuk makan bersama.setelah kurang dari sepuluh menit mereka sampai di restoran makanan jepang. Setelah memesan beberapa hidangan mereka saling berbincang dan bercanda.
Setelah selesai makan,Raja mengantarkan Stefi kerumahnya.
"Nggak mampir dulu?"tanya Stefi menatap Raja dengan senyuman.
"Lain kali aja ya,"jawab Raja dengan mengecup bibirnya sekilas.
"Ya udah hati-hati di jalan,"ucap Stefi dengan melambaikan tangannya.
Sesampainya di apartemen Raja tidak melihat kehadiran Lofe dimanapun,jadi bisa di pastikan bahwa dia sedang keluar.Mengetahui fakta ini membuatnya marah,dia seenaknya keluar masuk ketempatnya tanpa permisi.
***
Saat Raja keluar dari apartemen,entah mengapa Lofe merasa kehilangan.Dia tahu siapa tadi yang menelpon Raja,dari suara yang samar-samar terdengar saat dia mengangkat panggilannya tadi.
saat hati terasa sakit,tapi untuk bersedih pun tidak berhak,karena diri ini bukan siapa-siapa.
Lofe menutup sebagian wajahnya,kemudian menampar pipinya dengan keras,dia harus kembali sadar,tidak boleh berharap lebih.
Setelah beberapa saat Lofe mengirim pesan teks untuk Dita sahabatnya.
__ADS_1
"Ta,kamu ada waktu bentar nggak?"
Belum sampai lima menit,sudah terdengar notif dari ponselnya.
"Lagi di rumah nih,emang kenapa?"Balas Dita dengan emoticon senyum.
"Yaudah aku kesana sekarang",Setelah mengetik beberapa kata dan sudah mengirimnya dia langsung bergegas keluar dari apartemen Raja.
Sampainya di lantai dasar didepan gedung apartemennya ternyata sudah di tunggu oleh tukang ojek pesanannya.
Kurang dari tiga puluh menit,dia sudah berada di halaman rumah sederhana dengan cat kuning pada dindingnya.Setelah membayar ongkos,dia berjalan kearah pintu.
"Assalamualaikum dita?"ucap Lofe sedikit berteriak.
Setelah beberapa saat terdengar jawaban salam dari dalam rumah,detik kemudian pintu terbuka menampilkan sosok yang cantik dengan rambut keriting khas Dita,sekilas terpikir kenapa Dita tidak meluruskan rambutnya,ini juga hal yang membingungkan padahal jika rambutnya lurus terlihat lebih rapi dan aura cewek cantik semakin melekat ditubuhnya.
"Eh kamu bisa temenin aku nggak jenguk ibuku dirumah sakit?"tanya Lofe tanpa basa basi.
"Bentar dulu,aku ganti baju kalau gitu,"ucapnya dengan berlalu pergi.
Setelah beberapa saat mereka sudah berhadapan dengan pintu bertuliskan mawar.
Setelah Lofe membuka pintunya terlihat seorang wanita paruh baya sedang berbaring lemah,ada beberapa alat yang di tempelkan ditubuhnya,dan alat bantu nafas menutupi hidungnya.
Lofe menghampiri ibunya,seketika raut sedih tercetak jelas diwajahnya.Dita memahami perasaan Lofe saat ini jadi dia menepuk-nepuk pundak Lofe berusaha menguatkan.Lofe mengenggam tangan ibunya,lalu mencium punggung tangannya yang terlihat semakin kurus.
"Ibu,maafin Lofe,beberapa hari ini tidak berkunjung,"matanya sudah berkaca-kaca.
"Oh iya,ngomong-ngomong Lofe sudah menikah bu,mungkin lain kali aku akan mengajaknya kemari untuk menjengukmu, dia seseorang yang sangat sibuk,dan pekerja keras,ibu pasti menyukainya." Ucapnya tersenyum paksa.
Dita sebenarnya terkejut dengan perkataan sahabatanya itu,jika sudah menikah,kapan pernikahan itu dilangsungkan?mungkin dia akan menanyakannya nanti.
__ADS_1
Setelah menyampaikan beberapa kata penghibur dirinya,Lofe merasa lebih baik.
"Nanti Lofe akan lebih sering berkunjung kesini,sekarang Lofe sama Dita pulang dulu ya bu," ucapnya mencium sisi wajah ibunya.
Setelah keluar dari rumah sakit,mereka berencana untuk cari makan dulu,karena sudah masuk waktu makan siang.Setelah duduk dengan nyaman dan menunggu beberapa hidangan untuk di sajikan,Dita tidak bisa lagi menahan untuk tidak bertanya.
"Tadi kan lo bilang,kalo lo udah nikah?emang beneran?"tanya Dita menatap wajah Lofe penuh selidik.
"Iya bener,"jujurnya,dia memang tidak berniat menyembunyikan pernikahannya dari sahabatnya tersebut,walaupun ini tidak bisa di sebut sebagai pernikahan bahagia pada umumnya dan mungkin pernikahannya tidak akan bertahan lama.
"Gila lo ya,benar-benar nggak anggep gue sebagai sahabat lagi nih,masak iya nikah nggak undang gue?"walaupun Dita sedikit kecewa tapi ada rasa bahagia saat tahu bahwa sahabatnya itu sudah menikah.
Tapi detik kemudian setelah Lofe menceritakan kejadian yang sebenarnya,dia jadi tahu bahwa kehidupan sahabatnya benar-benar dalam masa sulit.
"Wow kamu benar-benar hebat bisa dapat seorang CEO,"timpal Dita dengan sumringah. Lofe tak bisa berkata-kata karena mendengar jawabannya.Orang normal pada umumnya pasti akan menghujat dia,karena melakukan hal yang memalukan seperti itu,dan seperti berusaha merebut kekasih orang lain.
Lofe berucap dengan lesu,"Benar-benar tak ada yang perlu di banggakan."
Seorang pelayan menghampiri meja mereka dengan membawa beberapa piring yang ada di tangannya dengan terlatih,lalu menyajikan beberapa hidangan tersebut keatas meja,menghentikan perbincangan mereka.
Detik berikutnya mereka makan dengan tenang.Setelah selesai Lofe berucap,
"Nanti biar aku yang bayarin,"ucapnya santai.
"Oke deh,"Dita tidak menolaknya.
Sebelum pulang,Dita mengajak temannya itu jalan-jalan ke taman kota,karena memang sudah lama mereka tidak melakukannya,jadi Lofe tidak menolak.Setelah lelah seharian muter-muter nggak jelas mereka akhirnya sependapat untuk pulang sebelum hari mulai petang.
Setelah sampai dirumahnya Dita,Lofe berencana pesan ojek untuk mengantarkannya sampai ke apartemen Raja,tapi Dita tidak setuju dan memaksa untuk mengantarkannya.
Sesampainya di depan pintu apartemen, Lofe menekan beberapa digit nomor yang baru di hapalnya beberapa hari ini,dan terdengar bunyi "klik",,setelah membuka pintu terlihat Raja sedang merokok di sofa.Padahal dia sendiri tahu bahwa Raja tidak suka merokok.Lalu kenapa tiba-tiba dia merokok?tapi selanjutnya dia berpikir,mungkin sekali-kali dia akan merokok,jadi Lofe tidak menghiraukannya lagi.
__ADS_1
Karena sudah sampai sini,Lofe mempersilakan Dita untuk masuk,sebenarnya dia juga sungkan terhadap Raja,tapi tidak sepantasnya juga langsung mengusir Dita sebelum memberinya minum.
Seperti yang ia duga sebelumnya,Raja hanya melirik sekilas dan berlalu pergi dari hadapan mereka berdua tanpa berucap apapun.