Memaksa Jadi Isteri CEO

Memaksa Jadi Isteri CEO
Salah paham kecil


__ADS_3

Setelah duduk dan berbincang beberapa saat,Dita pamit untuk pulang.


"Hati-hati di jalan ya,"


"Terimakasih untuk hari ini,"ucap Lofe mengantar Dita ke arah pintu.


"Biyasa aja,gak usah sopan sama gue,kalau ada apa-apa lo bisa hubungi gue kapan aja,nggak usah sok sungkan,gue cabut dulu bye,"ucap Dita berlalu dari pandangan Lofe.


Setelah kepergian sahabatnya itu,Lofe menghampiri kamarnya Raja.Sebenarnya dia agak takut,tapi setelah di pikir-pikir dia harus menghadapi Raja setiap hari,jadi dia harus mulai terbiasa dengan kehadirannya.Dia mulai mengetuk pintu,


"Pak Raja,apakah anda di dalam?"ucap Lofe yang masih setia mengetuk pintu beberapa kali karena tak ada jawaban.Setelah merasa hal yang di lakukan sia-sia dia berbalik,tapi sebelum melangkah lebih jauh suara pintu terbuka dari arah belakang punggungnya.Lalu Lofe menoleh,


"Apakah anda sudah makan?jika belum aku akan memasak untuk porsi dua orang,"dia memainkan jari-jarinya karena merasa gugup.


"Hem,"setelah itu Raja menutup pintu kamarnya meninggalkan Lofe yang masih terbengong di depan pintu.


Beberapa saat keheningan menemaninya,Lalu dia pergi ke dapur.Dia membuka lemari pendingin,hanya ada banyak botol air mineral dan beberapa camilan,yang bisa di masak hanya telur dan cuma tinggal tiga butir.Dia mungkin harus pergi kepasar besok untuk beli sayuran dan daging.


Karena keterbatasan bahan yang bisa di olah, dia berakhir menyajikan dua porsi nasi goreng dengan telur.Setelah selesai,dia ingin memanggil Raja untuk turun,tapi sebelum itu terjadi dia sudah melihat Raja berjalan kearahnya.Dan duduk di kursi seberangnya.


"Semoga pak Raja bisa menikmati makanannya,"ucap Lofe memecah keheningan diantara mereka.


Tidak ada respon dari lawan bicaranya,tapi tak membuat Lofe kesal.Karena memang Raja selalu sedikit berbicara,kalau tidak begitu penting mungkin tidak membahasnya,lagipula ini dilakukan sebagai formalitas karena dia sangat menghargainya.


Setelah mereka selesai makan dalam diam,Raja memberikan satu lembar perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Raja,dan disamping tulisan nama suaminya tersebut adalah nama dirinya sendiri,yang masih menunggu untuk ditandatangani.


"Ini,,"Lofe membaca beberapa kalimat tentang perjanjian tersebut dan beberapa poin tersebut tidak perlu persetujuan olehnya,dia hanya perlu mematuhi aturan tersebut.


Beberapa poin tersebut adalah:Bahwa pernikahan mereka hanya akan berjalan enam bulan,tidak ada sentuhan fisik,semua perkataan Raja adalah perintah untuknya.Tanpa bertanya dia langsung membubuhkan tanda tangannya disamping tanda tangan atasannya tersebut.Lagipula ini hanya enam bulan.

__ADS_1


"Bolehkah saya panggil anda Raja saja saat dirumah?"tanya Lofe yang membuat Raja menatapnya sekilas dan lagi-lagi hanya dijawab "hem".


"Maaf membuatmu berada di posisi yang tidak nyaman,untuk uang 500 juta itu aku akan membayarnya nanti,waktu itu aku benar-benar lagi butuh uang itu untuk membayar pengobatan ibu dirumah sakit dan,,"sebelum selesai menjelaskan sudah di potong oleh Raja.


"Aku tidak perduli,dan aku tidak butuh uang itu,kamu hanya perlu mematuhi perjanjian tadi,"Lalu dia melangkah pergi.


Setelah beres-beres Lofe pergi ke kamarnya untuk istirahat,tapi saat ingin merebahkan tubuhnya,terdengar suara teriakan dari luar kamarnya,yang dia tahu itu adalah suara dari mama Mayang,mama mertunya yang membuatnya langsung keluar dari kamar,dan menghampiri mertuanya tersebut.


"Ada apa ma?"tanya Lofe pada mertuanya tersebut,setahunya jadwal kunjungan mama Mayang biasanya pagi hari.


"Bagaimana kalian bisa tidur terpisah?kalian adalah suami isteri,kalau ada masalah langsung dibicarakan biar cepat selesai,"ucap mama Mayang dengan frustasi.


Tapi sebelum Lofe menjawab,Raja sudah melingkarkan tangannya di pinggang Lofe dan mengcup keningnya sekilas,mereka benar-benar seperti sepasang kekasih.


"Kami baik-baik saja kok ma,ini hanya salah paham kecil,jangan khawatir,"ucapnya menjelaskan dengan tersenyum,dia selalu ramah jika dengan mamanya itu.


"Bagus lah kalau begitu,"ucap mama Mayang bernafas lega.


"Eh,,iya,,"lalu berlalu pergi mengikuti langkah ibu mertuanya.


Mereka duduk di meja bersantai,dan mama mayang membuatkannya teh hangat.


"Ini di minum,minuman manis katanya bisa membuat mood lebih baik,"ucap mama mayang mengusap kepalanya dengan sayang.


"Makasih ma,tapi seharusnya tadi aku yang buatin bukannya mami,"jawabnya tersenyum.


"Nggak masalah mami seneng kok,kamu yang sabar ya ngehadepin Raja,dia memang anaknya itu sok cuek,tapi sebenarnya sangat perhatian,"ucap mama mayang menimpali.


"Raja baik kok ma,"iya dia memang baik,kalau tidak,mungkin dia sudah di habisi oleh atasannya tersebut.

__ADS_1


Setelah berbincang cukup lama,mama Mayang menyuruh Lofe kekamar Raja,untuk menemaninya, Lofe tidak bisa menolaknya dan hanya bisa mengikuti arus permainannya .


Dia langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu,karena akan terasa aneh jika mama mertuanya melihat.Tapi setelah memasuki kamar,suaminya itu baru selesai mandi dan hanya terlihat lilitan handuk di sebagian tubuhnya,rambutnya masih basah dan terlihat air menetes dari ujungnya.Tanpa sadar Lofe sudah melihatnya beberapa detik tanpa berkedip.


"Aku merasa terganggu jika kamu melihatku seperti itu,kamu seperti ingin memakanku,"ucap Raja berlalu pergi.


"Ah,,"dia baru menyadari kebodohannya,pipinya sudah memerah menahan malu.dia juga bingung ingin melakukan apa.Lagian dia tidak mungkin berbaring di ranjang.Karena terlihat sofa di sudut kamar dia menghampirinya.


"Lebih baik aku tidur disini,ini lebih nyaman daripada harus berbaring disampingnya,mungkin aku tidak akan bisa tidur," batinnya.Hingga tak sadar dia pun terlelap.


Setelah selesai ganti baju,Raja menghampiri Lofe yang yang sudah tertidur di sofa.Dia memindahkannya ke ranjang,karena dia tahu pasti ibunya nanti akan memastikan bahwa mereka tidur bersama.


Belum sampai sepuluh menit,Lofe seperti tidak nyaman dia membolak balikan tubuhnya seperti cacing kepanasan.


"Panas,,"suara samar dari mulut Lofe masih bisa di dengar jelas oleh Raja.


Seketika Raja menoleh kearahnya,terlihat dahi Lofe berkeringat,wajah putih bersihnya memerah.


"Apakah kamu demam?"tanya Raja dengan menyentuh kening Lofe.


"Jangan menyentuhku,"ucap Lofe menepis tangan raja matanya yang sayu membuka sedikit,dia seperti sangat kesakitan.


Lofe sedikit sadar,dan berpikir mungkin mama mertuanya menuangkan obat perangsang diminumannya.Dia sangat ingin di sentuh.Memikirkan ini dia sangat malu. Lalu dia mengambil selimut di bawah kakinya dan membungkus keseluruhan tubuhnya hingga tak terlihat wajahnya.


"Kamu ingin mati!"Raja sangat marah dan membuka selimut yang membungkus tubuh Lofe,dan dia melihat Lofe sangat lemas.


"Apakah perlu ke rumah sakit?"tanya Raja panik,dengan masih menyentuh pipinya.


"Tidak,,tidak perlu,"suaranya terengah-engah.

__ADS_1


"Kau benar-benar ingin membantuku?"tanya Lofe memastikan.


Tapi sebelum Raja menjawab Lofe sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya.


__ADS_2