
Raja mendorong Lofe agar ciuman mereka terlepas,dia adalah pria normal jika di goda seperti ini lebih lama,mungkin dia tidak akan bertahan lama,apalagi yang menggoda adalah isterinya sendiri.Tapi dia adalah tipe orang yang tidak bisa mencari kesempatan dalam kesempitan orang lain.
"Apakah kamu makan atau minum sesuatu?"tanya Raja dengan menepuk-nepuk pipi Lofe.Berusaha menyadarkannya,dan sepertinya agak berhasil.
"Benar,sepertinya mamamu memberikan obat perangsang padaku,"dia menjelaskan pada Raja sebelum kesadarannya menghilang,dia takut jika Raja salah paham terhadap dia yang ingin menggodanya.
"Sial!"umpat Raja seketika,dia mulai membuka kancing baju yang melekat ditubuh Lofe.
"Apa yang kamu lakukan?"walaupun tubuhnya sangat ingin di sentuh,dia berusaha yang terbaik untuk melindungi tubuhnya,suara lirihan itu hampir bergumam.Tapi tak dihiraukan oleh Raja.Dia mulai melepas baju dan celana yang menempel di tubuh Lofe.Lalu menggendongnya ke arah kamar mandi,meletakkannya di dalam bathup.mengguyurnya dengan air dingin,hingga membasahi hampir seluruh tubuhnya.Karena sangat kelelahan setelah merasakan sakit,Lofe pun tertidur.
Setelah bangun dia merasakan tubuhnya sangat kelelahan,melihat ke sekeliling dia ingat bahwa ini adalah kamarnya Raja.Lalu dia mulai mengingat kejadian semalam,membuka selimutnya,dan benar!bajunya sudah diganti,Apakah Raja yang menggantinya?memikirkan ini dia sungguh malu hingga tujuh turunan.Dia menutup seluruh tubuhnya dan berguling kekanan kekiri berharap yang dilakukan itu dapat melupakan rasa malunya.
Benar-benar konyol sekali gadis ini,batin Raja
"Kau akan butuh berapa lama lagi untuk berguling seperti itu?"Karena suaranya yang tiba-tiba membuat Lofe kaget dan terjatuh dengan selimut yang masih membungkusnya,dia sekarang seperti ulat yang kasian.
Dia secepat kilat berdiri,dia ingat tadi malam sudah berani mencium Raja,dan dia yang berinisiatif,memikirkan ini dia tambah malu.Pipinya memerah hingga ketelinganya,tapi sepertinya Raja tidak peduli.
"Mama sudah menunggu kamu di meja makan,lebih cepat lebih baik,"ucap Raja berlalu pergi.
Setelah kepergian Raja,dia cepat-cepat pergi untuk membasuh muka,dan gosok gigi.Setelah dirasa cukup bersih dia menghampiri mama Mayang di meja makan.
"Maafin Lofe ma,kesiangan,"dia menarik kursi untuk duduk.
"Nggak papa kok,kamu pasti lelah habis olah raga,"ucap mama Mayang dengan kedipan mata.
Mama nggak tahu aja,karena rencana mama membuat aku malu setengah mati.Dia bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan tubuhku.Lelaki normal pasti tetap akan ada reaksi kan?batin Lofe.
__ADS_1
Setelah sadar dengan apa yang dipikirkan,tanpa sadar dia memukul kepalanya dengan sendok di tangannya.
"Auu.."jeritnya membuat mama Mayang dan Raja menoleh kearahnya.Tapi Raja hanya meliriknya sekilas,mungkin dia bisa sekali dua kali terlihat mesra,tapi untuk setiap saat dia jelas tidak bisa.Mama Mayang bertanya pada Lofe.
"Apa yang terjadi?apakah masih sakit?"mama Mayang benar-benar mengkhawatirkannya.Karena dia bukan gadis kecil lagi jelas Lofe sudah tahu arah pembicaraan mama Mayang.
"Ng,,nggak"dia tiba-tiba jadi gugup,mencoba tersenyum paksa,dan mama Mayang tidak menanyai lebih lanjut,karena melihat menantunya itu tidak nyaman,dia hanya tersenyum tulus.
"Nanti juga akan sembuh,tidak perlu khawatir,"ucapnya terakhir,dan Raja hanya melihatnya dengan malas.
Selesai makan,mama berpamitan untuk pulang karena rencananya dia akan pergi bersama papa Adi keluar kota,ada urusan bisnis.
Raja dan Lofe mengantarkannya sampai pintu.
"Biar Raja yang antar mama,"ucap Raja mendahului mamanya.
"Kamu lebih baik temenin isteri kamu,sepertinya lagi nggak enak badan,"ucap mama Mayang dengan nada menggoda,membuat Raja menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setelah kepergian mamanya,Raja berbalik kedalam,tidak sengaja berpapasan dengan Lofe yang ingin pergi keluar,dengan rambut yang digerai dan tanpa balutan makeup membuatnya terlihat lebih muda,walaupun usianya memang baru 24 tahun,tapi sekarang wajahnya seperti anak SMA,terlihat sangat polos.Bagaimanapun Raja tanpa sadar ada perasaan kagum beberapa detik,tapi secepat kilat merubah ekspresi kekagumannya dengan wajah datar yang tenang,seperti biyasa.
"Seolah disini kamu adalah pemiliknya,bisa pulang dan pergi sesuka hati,"ucap Raja menyindir.
"Aku akan pergi berbelanja,apakah pak Raja ingin ikut?,ini juga bisa menghilangkan kebosanan,"jawab Lofe tanpa rasa terganggu dengan sindiran yang dilayangkan oleh Raja.
Tapi tak ada satu katapun sebagai jawaban,hanya bayang yang tertinggal,berlalu tanpa menghiraukan.
Setelah melihat kepergian Raja dia cepat-cepat keluar dari apartemen.Akan sangat canggung jika hanya berdua di apartemen yang sama.Apalagi mengingat kejadian tadi malam.
__ADS_1
Hanya butuh waktu sepuluh menit sudah sampai di supermarket.Lofe mendorong troli kebagian sayuran dan mengambil beberapa macam sayuran.Belum sempat mengambil wortel,ada yang menepuk pundaknya dari belakang,seketika dia menoleh.
"Ah,,kak Stefi?"Ucapnya kaget.Dia tidak dapat menutupi keterkejutannya.Dia dengan Stefi terpaut tiga tahun,jadi terbiasa memanggilnya kak Stefi.
"Hahaha,"Stefi benar-benar seperti menang undian setelah berhasil mengerjai Lofe,padahal Lofe bukan terkejut karena tindakannya tersebut,melihat wajahnya saja sudah membuatnya terkejut.Dia merasa bersalah,tentu.
"Kok malah bengong sih,"ucap Stefi membuat Lofe sadar.
"Eh,,ini kak lagi beli sayur.Kok kak Stefi bisa ada disini?"tanya Lofe berbasa basi.
"Ini lagi beli buah,mau mampir ke apartemen Raja,"jawab Stefi yang masih tersenyum.Walaupun berpakaian dengan sopan dia masih terlihat seksi.Bagaimana bosnya itu tidak tertarik?
"Seharusnya aku yang tanya kamu,kok bisa beli sayur disini sih?"lanjut Stefi heran.Karena setahunya rumah Lofe berjarak satu jam dari sini menggunakan mobil.Kalau memang mau berbelanja, apa tidak ada yang lebih jauh lagi?
Lofe menggaruk alisnya yang tidak gatal,dengan tersenyum paksa.
"Kata tante Mayang,hari ini nggak sempat masakin pak Raja,jadi menyuruh saya untuk berbelanja sekalian masakin."
Stefi hanya mengangguk mengerti,karena memang Lofe bukan sekali dua kali di suruh untuk ke apartemen Raja oleh mama Mayang,jadi dia percaya.
"Ya sudah nanti sekalian bareng kalau gitu,"ucap Stefi semangat.Ya tuhan,Lofe benar-benar merasa bersalah.
Setelah dirasa cukup,mereka berdua kearah parkiran menuju ke mobil berwarna hitam milik si cantik Stefi.
Setelah Mobil di parkirkan.Mereka berdua berjalan beriringan,setelah sampai di depan pintu apartemen Raja,Stefi yang memasukkan sandi dan membukanya.Mempersilakan Lofe yang masih tertinggal di belakang.
Lofe benar-benar bingung,apa yang harus di lakukan,dia seperti benar-benar ketahuan mencuri milik orang lain?
__ADS_1