
Setelah dua hari dari kejadian tidur bersama.Mereka melaksanakan pernikahan tertutup yang hanya di hadiri oleh beberapa sanak saudara.
Malam pertama mereka berada di rumah orang tua Raja,karena ini permintaan orang tuanya.Sebelumnya mereka berencana pulang ke apartemen tapi di cegah oleh mama Mayang.
Setelah selesai makan malam,mama Mayang meminta Raja untuk mengantarkan Lofe kedalam kamarnya.
"Dia pasti lelah,"ucap mama Mayang.
Setelah berpamitan dengan kedua mertuanya Lofe mengikuti Raja dari belakang.
Setelah membuka pintu kamar yang di masuki Raja saat lalu,dia melihat Raja sudah duduk di tepi ranjang dengan tajam menatap kearahnya,hingga membuatnya ketakutan.
Sebelum dia menduduk kan tubuhnya di sisi ranjang tiba-tiba sudah di dorong Raja dengan keras,membuatnya telentang diatas ranjang,dengan Raja menindih di atasnya.Setelah menemukan kesadarannya kembali dia menolehkan pandangannya ketempat lain.
"Apa yang sedang anda lakukan?"tanya Lofe dengan takut
"Heuh,,kemarin ingin sekali tidur di ranjangku,,sekarang pura-pura sok polos,permainan apalagi yang sedang kau mainkan?"ucap Raja meninggi menatapnya dengan marah.
"Maaf,"Ucapnya lirih dengan meneteskan air mata,Lofe tahu bahwa dia sungguh keterlaluan,jadi tidak mungkin untuk membantah perkataan Raja,karena dari awal ini memang salahnya sendiri,jadi dia harus menerima akibatnya.
Jika yang di hahadapi sekarang bukan perempuan, Raja mungkin sudah memukulnya karena sangking kesalnya.
Kraikkkk
Baju Lofe sudah koyak seutuhnya,pelakunya tak lain tak bukan adalah suaminya sendiri.
Terlihat kulit putihnya dibawah lampu terlihat bersinar.Lofe mencoba menutupi tubuh bagian atasnya dengan kedua tanganya.
"Kenapa menutupinya?bukankah ini yang kamu inginkan?"senyumnya mengejek kearah Lofe.
Raja mencondongkan kepalanya kearah Lofe, mengecup lehernya,lalu menggigitnya yang dilakukan berulang-ulang,lalu turun kebawah,tiba-tiba Lofe menghentikannya.
"Jangan,"Ucapnya lirih tak berdaya tapi masih bisa di dengar oleh Raja.
"Heuh,kau pikir aku akan tertarik denganmu?"Raja mendengus kesal,walaupun dia mengatakan seperti itu tapi suara seraknya tidak bisa dibohongi bahwa dia sudah bergairah,kemudian dia bangkit dan keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah kepergian Raja dia baru bisa benapas dengan lega.Kemudian dia bangkit dari ranjang dan berganti pakaian.
Rencana Lofe berhasil,dan berakhir di benci oleh Raja.Karena mahar yang di berikan cukup besar senilai lima ratus juta.Jadi sekarang dia bisa membayar tagihan rumah sakit dan hutang judi ayahnya.Tapi tak bisa di pungkiri bahwa dia amat sangat merasa bersalah dengan Raja.Dan dia tidak punya muka lagi bertemu dengan Stefi kekasihnya Raja,yang sudah ia kenal setahun ini.
Seperti pernikahan paksa pada umumnya,mereka tidur terpisah.Dan tidak ada cuti menikah,mereka sama-sama langsung bekerja setelah menikah.
Karena kebencian Raja,maka Lofe hanya bisa bertahan sebulan lagi untuk bekerja di perusahaan tersebut.Sudah menemukan sekretaris baru,dan tugas Lofe adalah mengajari sekertaris baru tersebut tentang pekerjaan yang harus dilakukan selama menjadi sekertaris seorang Raja Adinata,dan memberitahu apa yang suka dan tidak di sukai olehnya.
Ting
Lift dikoridor terbuka,menampakkan sosok tinggi tegap tak lain adalah teman dari bosnya yang bernama Revan.Karena sudah mengenal lama maka dia menyapanya dengan sopan tak lupa diakhiri dengan senyuman.
"Selamat pagi Pak Revan,sudah ditunggu Pak Raja di dalam,"dengan tangan mempersilakan.
"Terimaksih cantik,"Ucap Revan menimpali.
Setelah sampai di dalam ruangan dia menghampiri Raja,dan melihat wajah Raja yang muram.
"Halo,,"Ucap Revan dengan melambaikan tangannya di depan wajah Raja berulang,membuat Raja terkesiap.
"Gue lagi banyak pikiran nih,kalau bisa lo jangan ganggu gue dulu deh,"sahut Raja.
"Masalah apaansih?sepertinya tidak ada kendala di perusahaan lo deh,"
"Emm,atau jangan-jangan karena udah lama nggak dapat jatah dari si Stefi ya?"ucapnya tersenyum menggoda Raja.Ini hanya candaan karena setahunya Raja tidak akan sampai melakukan hubungan intim dengan perempuan kalau bukan isterinya,karena Revan juga menganut teori ini juga.
"Apaan sih lo,mesum aja otaknya,"sergah Raja dengan memukul pelan kepala sahabatnya itu dengan kertas laporan yang ada di mejanya.
"Terus apaan dong kalau bukan?"tanyanya penasaran.
Tapi Raja sepertinya enggan bercerita jadi dia mengalihkan topik pembicaraan.
"Eh,si Lofe udah punya pacar belum sih?udah cantik,bodynya bagus,sumpah tadi itu senyumnya manis banget deh jadi pingen,,"
Belum sempat meneruskan perkataannya dia sudah dipukul Raja dengan kertas di tangan sahabatnya itu.Tanpa menyadari bahwa wajah sahabatnya itu sudah hitam menahan amarah.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus pulang,"ucap Raja meninggalkan ruangannya tersebut dengan marah.
Setelah sampai dimobilnya,Raja menghubungi Devan,dia adalah asisten sekaligus orang yang sangat dipercayai oleh Raja.Devan juga tahu tentang pernikahan bosnya,bahkan dia yang mempersiapkan segala sesuatu tentang pernikahan bosnya itu.
"Bawa Lofe pulang ke apartemen,aku ingin berbicara dengannya cepat," tanpa basa-basi dia berujar pada Devan.Setelah mematikan telepon dia melajukan mobilnya dengan cepat.
Devan buru-buru menghampiri Lofe,dia tahu bahwa bosnya dalam suasana hati yang buruk dari suaranya yang terdengar ditelepon
,dan mengatakan pesan dari bosnya agar Lofe segera pulang.
"Sebisa mungkin kamu jangan sampai menyinggung tuan Raja,hari ini sepertinya suasana hatinya sedang buruk,"Devan mencoba memperingati Lofe.Dan di balas anggukan oleh Lofe bahwa dia sudah mengerti.
Devan hanya mengantarkan Lofe sampai apartemen dan tidak ikut masuk.
Setelah memasuki Apartemen Raja,Lofe melihat Raja sedang menatap tajam kearahnya,dan tatapannya mengandung kemarahan.Apa dia barusan menyinggung bosnya itu?lalu kelakuan mana yang membuatnya marah?
Baru saja melepas sepatunya,Raja sudah menghampiri Lofe dan mendorongnya kearah dinding dengan keras hingga Lofe meringis sakit.
"Apa yang membuat pak Raja marah?"Lofe bertanya dengan polos.
"Jangan membuat ekspresi menjijikkan seperti itu seolah-olah kamu adalah korbannya,"Raja menahan emosinya dengan mengetatkan rahangnya.
Dia menjepit dagu Lofe dengan kencang,menariknya agar menatap kearah matanya.
"Setelah tidak berhasil merayuku,lalu kau mencoba merayu orang lain?kemampuanmu dalam bidang ini sepertinya sangat baik ya?"Raja ingat perkataan sahabatnya lalu yang menilai tentang isterinya.
"Apa yang sedang anda bicarakan?aku benar-benar tidak mengerti,"jawab Lofe takut.
"Sepertinya kau lebih suka praktek daripada hanya teori,"ungkap raja kesal
Kemudian Raja mencium bibir Lofe kemudian ********** dengan tangan yang sudah berjalan menyusuri lekuk tubuhnya,dan menyentuh dadanya.Sebelumnya tidak pernah ada orang yang melakukan hal ini dengannya,dan dia tidak kuasa menolak karena merasa berhutang dengan sangat banyak.
Saat Raja ******* dadanya dia tidak bisa tidak melenguh,yang membuat raja semakin bergairah.Sesaat kemudian nada dering telpon membuyarkan adegan mereka berdua. Raja melihat kearah layar telepon seketika pandangannya melembut,dia mengangkat teponnya.
"Iya sayang?"dia menjawab dengan berlalu pergi dari hadapan Lofe seperti tidak pernah terjadi apapun.
__ADS_1