
Percobaan kedua kehidupanku dimulai tepat pada hari ulang tahunku saat aku berusia sepuluh tahun. Yang memberikanku petunjuk adalah tas kertas berisi Super Nintendo di samping tempat tidurku.Diriku yang berusia sepuluh tahun sangat menginginkan benda itu."Super Nintendo."Mendengarnya sekarang, itu adalah nama yang sangat bodoh. Tapi saat itu, itu adalah mainan terbaik.Ketika aku pertama kali melihatnya di rumah seorang teman, aku terkejut, lantas aku mengucapkan sesuatu seperti, "Apakah benda semenarik ini benar-benar nyata?"Aku begitu terpaku di layar TV, aku bahkan tidak menyentuh permen yang mereka bawa.Games yang cukup mahal saat itu.
Sekarang, sampai pada titik ini, mungkin kau sangat ingin mengetahui kenapa ini semua bisa terjadi. Bagaimana aku tiba-tiba dikirim kembali pada saat umurku 20 tahun? Dan bagaimana dengan paradoks waktu? Dan semua omong kosong fiksi ilmiah semacam itu.Yah, jujur saja, aku tidak memiliki sedikit minat tentang hal semacam itu. Lihatlah, kau bisa membuat semua teori itu, tapi aku tidak punya alat untuk membuktikan atau menyanggahnya.Secara logis, apa yang terjadi padaku adalah, yah… adalah suatu hal yang begitu khayal. Rasanya seperti dua ditambah dua sama dengan lima. Kurasa ini seperti dirimu yang sudah tidak bisa mengendalikan tubuhmu sendiri.Salah satu kemungkinannya adalah, aku sudah menjadi gila… pada dasarnya, ini seperti… diriku yang berusia sepuluh tahun tiba-tiba mulai berhalusinasi sehingga dia mendapatkan kebijaksanaan dari dirinya yang berusia dua puluh tahun. Sehingga seakan-akan, diriku yang berusia 20 tahun dikirimkan kembali ke masa lalu.Tapi sejujurnya, aku sangat waras. Maksudku, apa gunanya bertanya-tanya apakah kau sudah gila? Orang yang benar-benar gila tidak pernah menyadari bahwa mereka gila.Satu-satunya hal yang perlu perhatianku adalah "apa yang harus dilakukan selanjutnya," dan tidak ada yang lain. Bisakah aku menjalani hidup bahagia dari situasi seperti ini? Hanya itu yang perlu aku pertimbangkan.
Aku menyeka uap air dari jendela dengan lengan piyama.Keadaannya masih redup di luar, tapi pemandangan kota tertutup hamparan salju yang seolah-olah tidak akan mencair. Kalau dilihat dari keadaan langit, seharusnya hawanya masih dingin, tapi tubuh mudaku terasa hangat.Tubuh anak-anak memang sangat hebat.Sekarang masih dini hari, jadi tidak ada orang di luar, juga tidak ada suara.
__ADS_1
Yang bergerak-gerak di luar sana hanyalah salju melayang turun dengan ritme tetap. Suasananya begitu tenang, sampai-sampai suara nafas dan gemerisik pakaianku terdengar lebih keras.Saat mengaduk-aduk tasku, aku membangunkan adik perempuanku yang tidur di ranjang bawah, dan kudengar dia merangkak keluar dari bawah selimut.Aku meraih bingkai tempat tidur dan mengintip adikku yang masih berumur tujuh tahun.Dengan mengantuk, dia menoleh pada boneka beruang teddy di samping tempat tidur dan berteriak "Yaaay!", dengan sedikit terlambat.Rambut panjang seperti sutra yang dipernis, mulut bulat, mata yang besar dengan sentuhan warna yang cerah.Oh ya, memang seperti inilah penampilan adikku, pikirku dengan nostalgia. Dia selalu berjalan beberapa meter di belakangku, sambil berkata "Kakak!", Kakak!" Inilah saat-saat dimana dia terlihat begitu manis.Tentu saja, dia masih merupakan adik perempuan yang hebat sepuluh tahun kemudian, itu tidak berubah. Tapi masalahnya, saat dia bertambah tua, dia tidak perlu lagi mengandalkanku. Itulah yang terbaik baginya, namun kau akan berpikir: ”Bukankah dia terlalu bisa diandalkan?” Aku turun dari tempat tidur ke karpet dan duduk di tempat tidur adik perempuanku.Sembari duduk, dia begitu terpesona dengan boneka beruangnya, lantas aku berkata kepadanya "Hei."
"Kakakmu sudah kembali dari sepuluh tahun di masa depan."
Aku cukup menyukai tanggapan itu, lantas kubalas.
__ADS_1
"Senang bisa kembali"
sambil mengusap kepalanya.Adikku tetaplah adikku, dia menunduk, tersenyum tanpa kata, kemudian kuusap juga kepala boneka beruangnya.Aku tidak melakukan hal seperti ini pada usia sepuluh tahun dulu, jadi mungkin baru kali ini aku melakukannya. Aku penasaran, bagaimana aku harus menanggapinya.Aku ingin membuka hatiku kepada seseorang tentang rencana brilian yang aku rencanakan. Aku merasa gatal ketika memiliki ide-ide aneh, dan ingin segera kuberitahu itu pada orang lain. Itulah kenapa aku ingin menyampaikan fakta bahwa aku mengulangi hidupku sekali lagi. Dan sepertinya adikku adalah orang yang tepat untuk kubagi cerita ini.Dia masih kecil dan tidak mengerti apa yang kukatakan padanya, dia akan segera melupakan semuanya.Aku mengatakannya pada adikku, yang duduk di hadapanku dengan boneka beruang teddy di pangkuannya.
"Aku tahu kesalahan yang akan kubuat, dan aku tahu apa yang harus kulakukan untuk membenahinya. Terus terang saja, mulai saat ini aku bisa menjadi anak jenius, atau menjadi orang yang super kaya. Aku bahkan bisa menjadi seorang nabi atau mesiah... Tapi kau tahu, aku tidak ingin mengubah apapun.Tidak masalah kalau aku hanya menjalani kehidupan yang sama seperti sebelumnya. "
__ADS_1