
"Om, dia itu..?"
Pada awalnya, Joni ingin menyebutkan nama Farrell, tetapi setelah di fikir-fikir kembali, dia bahkan tidak bisa mengalahkan seorang lalaki-laki sampah tidak berguna. Akan sangat memalukan kalau dia mengatakan nama itu.
Maka dari itu, nama yang sudah hampir diucapkannya, cepat-cepat dai tarik kembali dan diubah dengan yang lain.
"Dia itu cuman manusia nggak berguna yang tahunya main tangan doang. Mentang-mrntang dia punya seorang rekan seperjuangan yang jadi perwira di kota F, dia jadi sombong sekali, OM. Sampai-sampai dia tuh ngomong seolah dia yang paling hebat di kota U, sial!!"
"Jadi, apa rencana kamu sekaeang?" Tanya Jey
"Benar-benar sialan. Di mata dia, keluarga kita sama sekali nggak di anggap apa-apa, om. Sumpah! aku pasti akan membuatnya menyesal. Om begini saja, Om kan sibuk dengan pekerjaan, hal sepele begini nggak usah Om yang turun tangan sendiri. On kasih aja nomor kontaknya ke aku, aku bisa kok hubungi dia sendiri!"
Jey juga tidak banyak berpikir lagi. Lelaki itu langsung memberikan nomor kontak yang di minta keponakannya itu.
Kemudian, dengan tegas dan penuh percaya diri dia berkata,
"Joni, kalau terjadi sesuatu, Om yang yang akan menanggungnya untuk kamu. Ingat, nggak ada seorang pun di kota U yang bisa menindas kamu!"
Tetapi satu hal yang tidak di ketahui Jey, dia hanya tahu keponakan kesayangannya yang sedang berdiri di hadapannya ingin memberi pelajaran pada seseorang. namun orang yang akan di pukul itu bukanlah orang biasa.
Melainkan Presiden Direktur Cosmo Grup yang bahkan harus dia perlakukan dengan hormat. Orang itu tidak lain adalah Farrell Xin.
Setelah mendapat nomor kontak yang dia inginkan. Joni langsung pergi dari Cosmo Grup. Lelaki itu sudah berencana merekrut orang untuk memberi pelajaran kepada Farrell.
....
Di aula utama markas pusat pasukan bawah tanah.
Bos besar kota U berdiri di tengah-tengah panggung. Lelaki itu menghadap ribuan orang yang ada di bawah panggung, tidak lama kemudian, dengan suara lantang dan tegas laki-laki itu berkata pada semua orang,
"Hari ini, saya berdiri di sini karena ingin mengumumkan suatu kabar gembira, kalian semua dengar baik-baik! Mulai sekarang Kota U, kota R, kota C, dan setiap wilayah yang berada di bawah pengelolan saya. Kita semua harus ingat baik-baik sebuah nama. Dan kita semua hanya tunduk pada satu orang ini!"
Semua orang serempak tidak ada yang bersuara, ada beberapa orang yang tampak bersemangat, ada juga yang tampak kebingungan.
"Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Captain Xin, yang tiga tahun yang lalu pernah membuat gempar di negara kita. Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya beliau telah kembali seperti yang telah di janjikannya!"
Kabar tersebut terngiang-ngiang di telinga setiap orang. Para bos-bis yang memiliki kekuasaan tampak begitu bersemangat sampai tidak tahu harus berbuat apa.
Bahkan beberapa di antara mereka sampai melongo saking senengnya, hanya mereka-mereka saja yang tahu apa arti di balik nama tersebut.
Berbeda dengan mereka-mereka yang baru bergabung dengan pasukan bawah tanah.
Setelah acara berakhir, mereka berkumpul sambil duduk-duduk dengan perasaan kebingungan dan sikap tidak terima.
"Apaan sih! memangnya Captain Xin itu siapa sih? kenapa juga kita harus tunduk sama dia? tadi big bos bilang, Captain Xin sudah kembali. bos Diego, memangnya dia sangat hebat ya? kenapa aku lihat big bos kayaknya kagum sekaligus takut banget sama dia?" Ujar salah satu anak buah
Diego sudah bergabung selama kurang lebih tujuh atau delapan tahun. Karena itu sedikit banyak dia tahu mengenai Captain Xin. Makanya, begitu nama laiki-laki itu terngiang-ngiang di telinganya, dia langsung menunjukan ekspresi kagum di wajahnya.
Diego menatap laki-laki yang bertanya kepadanya dengan tatapan angkuh, kemudian dia berkata,
"Kamu nggak tahu Captain Xin itu siapa? kalau begitu, kamu tahu lima tahun yang lalu, siapa yang menguasai seluruh pasukan bawah tanah di negara S?"
Laki-laki yang di tanya langsung mengangguk dan menjawab,
__ADS_1
"Kalau ini aku tahu! Lima tahun yang lalu, aku baru bergabung di pasukan bawah tanah. Aku pernah mendengar, bos di kota F adalah Black Tiger apa itu?"
Diego menghisap rokoknya lalu mengepulkan asap putih dari mulutnya. Sambil tertawa pelan laki-laki itu melanjutkan perkataannya.
"Kalau begitu kamu tahu, di base camp Black Tiger di kota U ada berapa orang?"
Tidak ada yang menjawab.
"1.371 orang! 47 diantaranya merupakan instruktur seni bela diri tingkat nasional. Semua sudah sabuk hitam level tertinggi. Selain mereka juga dilengkapi dengan seribu pistol. Semuanya berjaga di base camp!" Ujar Diego.
"Saat itu Black Tiger langsung mengajak Captain Xin untuk berperang. Mereka menunggu apakah Captain Xin akan jadi pengecut seperti kura-kura yang tahunya bersembunyi di cangkangnya atau pergi mengantarkan nyawanya sendiri!" timpalnya.
Anak buah itu mendengarkan dengan sangat antusias. Matanya terus menatap Diego, terlihat jelas kalau dia sudah sangat penasaran. karena itu dia pun bertanya.
"Lalu? habis itu bagaimana? dia pergi ke sana! bawa berapa banyak orang ke sana? menang nggak?" tanya laki-laki itu bertubi-tubi.
Tiba-tiba ada seorang anak buah lain yang juga mendengarkan cerita Diego, dia langsung menjawab dengan sangat yakin.
"Ya, pasti nggak pergi dong! sudah jela-jelas kalau pergi ke sana, pasti tinggal nama doang, pikir saja sendiri, lebih dari seribu orang, ada pistol lagi! sekali ke sana sudah pasti langsung mati!" Ucapnya.
"Kalau nggak, pasti bawa banyak orang ke sana? Lalu bertarung sama Black Tiger dengan jumlah yang sama!" Ucap yang lainnya.
Diego hanya mendengarkan tebakan dan komentar para anak buah tersebut. tidak lama kemudian, lelaki itu memadamkan rokoknya dan menyilangkan kakinya.
Dia menatap ke arah pintu utama, di raut wajahnya tersirat rasa kagum yang sangat berlebihan, seolah-olah dia sedang berhadapan dengan seorang dewa perang yang tidak akan pernah terkalahkan.
"Kalian semua salah!" Ujar Diego pelan
""Captain Xin ke sana, dan yang lebih penting lagi, waktu itu dia pergi sendiri!"...
Apa???...
Dia.. pergi.. sendiri...!
"Kalau begitu, bagai mana caranya dia bertahan dan kembali dengan hidup-hidip?" Tanya salah satu dari anak buahnya merasa sulit untuk percaya.
Diego hanya tertawa menanggapi pertanyaan itu, kemudian dia menjawab dengan perasaan sangat bangga.
"Kembali dengan hidup-hidup? Waktu itu Captain Xin pergi ke markas pusat Black Tiger sendirian. Dia menghabisi 1.371 orang itu sendirian dan menjadi terkenal di seluruh pasukan bawah tanah di kota F. Pada hari yang sama, semua bos-bos besar menyatakan kalau mereka akan tunduk padanya. Kamu tanya aku, bagaimana dia bisa kembali dengan hidup-hidup!"
Apa...?
Sendirian? Melawan pasukan yang berjumlah lebih dari seribu orang? bahkan dia memenangkan pertarungan itu! itu adalah sebuah konsep yang sangat-sangat menakutkan.
"Buset dah! ng-nggak mungkin. Mustahil! lawannya punya senjata api, lho?" seru salah satu anak buahnya yang tiba-tiba berdiri.
Dia menatap terpaku wajah Diego, karena dia mencoba mencari tahu, apakah laki-laki itu hanya membohonginya atau sengaja melebih-lebihkan.
Namun, dia tidak menemukan apapun. karena lelaki di hadapannya terlihat sangat serius dan yakin seratus persen.
Selain itu, Diego juga seolah memberitahu mereka semua melalui tatapan matanya. Kalau Captain Xin sungguh sehebat itu.
"Nggak ada yang mustahil, karena Captain Xin adalah masternya master, dia itu Dewa Perang. dia nggak pernah kalah dalam pertarungan seperti apapun!" Kata Diego dengan bangga.
__ADS_1
Lelaki itu menatap anak buahnya yang masih tidak percaya. Sebenarnya dia juga tidak menyalahkan anak buahnya, karena mereka anak baru, terlebih lagi mereka belum pernah bertemu dengan master sesungguhnya.
Kemudian dengan ekspresi kagum dia berkata,
"Harapan aku yang terbesar dalam hidup ini hanyalah bisa bertemu dengan Captain Xin. Aku ingin melihat apa dia benar-benar punya kekuatan super. Kalau nggak, kenapa juga dia bisa sehebat dewa?"
Sementara para anak buah tersebut masih belum bisa menekan perasaan kagetnya sampai sekarang. Asal tahu saja, adegan dimana seseorang bisa mengalahkan ribuan orang-orang bahkan tidak pernah terlihat di drama-drama. Apalagi pemandangan aslinya, pasti akan sangat mengerikan.
Selain itu, mereka sangat penasaran dengan Captain Xin. Sebenarnya laii-laki itu orangnya seperti apa sih. Kemudian kekuatan sepeti apa yang dia miliki. sehingga bisa membunuh lebih dari 1.300 orang sendirian.
Tring... tring....
Tiba-tiba ponsel Diego yang ada di saku celananya berdering. Diego bergegas mengeluarkan ponselnya, namun lelaki itu mendapati nomor penelpon itu adalah nomor yang tidak dikenalnya.
Meras kesal, Diego sempat mengutuk dengan kata-kata makian, setelah itu menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Sialan, telepon malam-malam begini, siapa sih?"
"Halo! Aku Joni, keponakan General Manager Cosmo Grup, Joni Anderson. Om aku minta kamu untuk bantu aku hajar seseorang sampai cacat!" Ujar suara laki-laki itu di ujung telepon.
Keponakan General Manager Cosmo Grup? Diego yang merasa heran mengangkat alisnya, kemudian dia melihat sebentar ponselnya.
Ternyata setengah jam yang lalu ada sebuah pesan yang masuk ke ponselnya, pengirimnya adalah Jey, General Manager Cosmo Grup.
Di salam pesan, Jey memberitahu kalau nanti keponakannya akan mencari Diego, berarti orang yang sedang menelponnya benar-benar keponakan General Manager Cosmo Grup.
"Oh, ternyata keponakan Pak Jey, toh!" Ucap Diego,
Sikap laki-laki itu langsung berubah 180 derajat, meskipun lawan bicaranya tidak bisa melihatnya dia tetap tersenyum lebar.
"Cuma bikin saru orang cacat saja. sampai sungkan-sungkan begini. Kamu langsung beri perintah saja, hanya saja, kami di sini banyak anak buah yang perlu di kasih makan. nanti semoga pak Joni bisa berbagi berkah sedikit dengan kami, agar kami bisa makan!"
Mungkin perkataan Diego terasa sangat enak di dengar, tetapi dibalik perkataannya, lelaki itu sebenarnya hanya ingin uang bayaran saja.
"Asalkan kamu kasih aku lihat manusia sampah itu jadi orang cacat, aku akan langsung kasih kamu dua milyar!"
Setelah mendengar harga yang di tawarkan Joni, sebuah senyum lebar mengembang di wajah lelaki itu.
Diego, lelaki yang rakus itu terlihat sangat puas.
"Kalau begitu pak Joni, siapa orang yang anda ingin beri pelajaran itu?" tanya Diego sambil terkekeh.
Bersambung,...,...
Hallo sobat Reader...
perkenalkan buku saya ini!
Terimakasih sudah membaca yah, dijamin ceritanya makin seru deh...
Baca terus yah kelanjutan ceritanya..
Buat sobat reader yang menyukai novel ini, bisa vot, like, komen, review dan kasih hadiah ya, supaya Author semangat up-nya,, oke..😁😁
__ADS_1
Terimakasih....