MENANTU PUNGUT

MENANTU PUNGUT
BAB 13 SUAMI PUNGUT


__ADS_3

Wen Ziyi meninggalkan kediaman Keluarga Jiang dengan hati menggerutu. Sudah jauh-jauh ia mendatangi rumah itu, tak ada hasil apapun yang didapatkan.


"Dasar! Nenek tua sialan! Jika kamu bukan kakak perempuan dari suamiku, aku pasti sudah memberikan pelajaran padamu" maki Wen Ziyi sembari melangkah keluar dari rumah mah mewah milik Keluarga Jiang.


Wanita itu tak terima setiap kali Nenek Jiang selalu menolak permintaannya. Bukan hanya sekali atau dua kali saja, bahkan sudah belasan kali Wen Ziyi mendapatkan penolakan dari kakak iparnya itu. Hal itu hanya menambahkan kebencian c


Ai dalam hatinya saja.


Di saat wvanita itu mengeluarkan beberapa umnpatan, ia tak sadar jika Aaron Liu berada tak jauh darinya. Pria itu mendengar dengan jelas semua kata-kata yang diucapkan oleh Wen Ziyi pada Nenek Jiang.


Hal itu cukup mengejutkan bagi Aaron Liu. la mulai berpikir yang tidak-tidak mnengenai sebuah insiden yang dialami mereka saat akan berangkat ke kantor.


"Mungkinkah wanita itu yang membayar orang-orang itu untuk mencelakai Nenek Jiang?" gumam Aaron Liu sangat pelan. Dia tak ingin menciptakan kecurigaan pada wanita yang baru saja keluar dari dalam rumah.


Setelah memastikan wanita itu sudah pergi dari sana, Aaron Liu bergegas masuk dan langsung menemui Nenek Jiang. Dia harus mengatakan sesuatu yang dikatakan oleh wanita tadi.


Dengan sangat pelan dan juga berhati-hati, Aaron Liu mengetuk sebuah ruangan di mana Nenek

__ADS_1


Jiang berada. Rasanya sudah tak sabar untuk memberitahukan hal tadi pada sosok wanita berhati malaikat itu.


Tok tok tok "Bolehkah aku masuk, Nek?" tanya Aaron Liu sembari mengetuk pintu ruangan di hadapannya.


"Masuklah, Aaron!" sahut Nenek Jiang di dalam ruangan itu.


Dalam sekejap saja, Aaron Liu langsung masuk ke dalam untuk menemui Nenek Jiang. Dia tampak ragu saat hendak melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Ada perasaan cemas dan juga takut jika apa yang dikatakannya justru akan menyebabkan masalah baru.


Nenek Jiang menatap Aaron penuh arti. Dia bisa melihat jika pria itu ingin mengatakan sesuatu padanya. Tentunya hal itu cukup penting dan juga tak main-main.


"Ada apa, Aaron? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Nenek Jiang tanpa mengalihkan pandangan dari pria muda yang tampak sangat tampan dengan baju setelan jas pilihannya.


Dia harus imenyusun setiap kata yang akan diungkapkan pada wanita tua di depannya. "Aku mendengar kata-kata tak menyenangkan dari seorang wanita yang baru saja pergi dari sini; ungkapnya.


"Wanita tadi adalah adik iparku, Wen Ziyi. Apakah dia mengatakan kata umpatan sumpah serapah padaku?" Nenek Jiang seolah sudah mengetahui hal itu. Tak heran jika perempuan itu sampai mengatakan sesuatu untuk melampiaskan anarahnya.


Aaron Liu sangat terkejut mendengar jawaban itu.

__ADS_1


Dia bisa melihat jika Nenek Jiang sama sekali tak terkejut mendengar hal itu. Setidaknya ia semakin yakin jika adik iparnya itu memiliki niat jahat pada Keluarga Jiang.


Rasanya sulit dipercaya bagi Aaron Liu. Sosok wanita yang begitu baik dan berhati malaikat bisa memiliki seorang yang begitu membencinya.


Bernar-benar sangat memprihatinkan baginya "Apakah Nenek sudah mengetahuinya?" tanya Aaron Liu untuk memastikan hal itu.


Meskipun tebakannya sama sekali tak salah, ia hanya ingin mendengar sendiri dari Nenek Jiang.


Tak perlu dipikirkan, Anak muda. Bukan hanya sekali atau dua kali saja. Wen Ziyi sejak dulu memang tak pernah menyukai aku. Apalagi setelah suaminya meninggal beberapa tahun silam, dia seolah tak bisa menerima kondisinya yang tak seperti dulu" terang Nenek Jiang tanpa menutupi apapun.


Hubungan kedua wanita itu memang tak benar-benar baik. Wen Ziyi sudah tak menyukai Nenek


Jiang sejak menjadi adik iparnya. Berbagai alasan tak jelas dijadikan dinding pemisah agar ia bisa menjadikan jarak di antara mereka


Namun, takdir berkata lain.


Suaminya meninggal karena serangan jantung. Bisnis Keluarga Wen langsung bangkrut seketika. Mau tak mau, Wen Ziyi harus bergantung pada Keluarga Jiang untuk menghidupi kedua anaknya yang saat itu masih anak-anak.

__ADS_1


"Aku khawatir jika Nyonya Wen sampai merencanakan sesuatu yang jahat untuk Nenek.


"Atau jangan-jangan .. orang-orang yang tadi menghadang kita adalah suruhannya?" Ada perasaan takut yang tiba-tiba menyeruak masuk ke dalam hati Aaron Liu. Tak pernah menyangka jika setiap detik, nyawa Nenek Jiang berada dalam bahaya.


__ADS_2