MENANTU PUNGUT

MENANTU PUNGUT
SUAMI PUNGUT


__ADS_3

Nenek Jiang memnperhatikan dua mobil yang tampak asing berada di depan pintu utama mansion miliknya. Wanita tua mengerutkan keningnya lalu berjalan menuju ke pintu utama.


"Masuk dan segera ganti bajumu dulu, Aaron! Besok pagi kita harus ke bandara bujuk Nenek


Jiang pada seorang pria yang sejak tadi masih berada di luar rumah.


"Wanita tua itu tak langsung masuk ke dalam, ia sedang berbincang dengan seseorang yang juga bekerja di mansion.


"Baiklah, Nek. Kalau begitu aku akan masuk duluan Aaron Liu bergegas masuk ke dalam untuk segera berganti pakaian.


Di saat mnelewati ruang tamu, ia melihat ada beberapa orang yang berada di dalam sana. Aaron


Liu sedikit terkejut dan juga bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Dia sama sekali tak mengetahui tamu yang kebetulan berada di mansion Keluarga Jiang.


Seluruh pasang mata menatapnya dirinya dengan aneh.


Mereka berpikir jika Aaron Liu sama sekali tak seperti anggota Keluarga Jiang. Hal itu membuat pria itu tak nyaman dan langsung bergegas menuju ke kamar.


Namun belum juga sampai di depan kamar, seseorang mencoba untuk menghentikan langkahnya.


"Tunggu!" Sebuah suara perempuan terdengar menghentikan langkah Aaron Liu menuju ke kamarnya.


Perempuan itu melemparkan tatapan tajam dan juga sangat penasaran dengan seorang pria yang baru saja melewati ruang tamu.


"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" Tanpa berani memandang perempuan itu, Aaron Liu memalingkan wajah lalu berdiri tak jauh dari orang yang tadi memanggilnya.

__ADS_1


"Bukankah kamu pria miskin yang tadi menabrak mobilku? lontar perempuan itu dengan sedikit terkejut namun juga sangat penasaran.


"Bagaimana kamu bisa berada di rumahku?" tanyanya lagi.


Aaron Liu sangat terkejut mendengar pertanyaan itu.


la menengadahkan kepalanya lalu memandang sosok perempuan cantik yang berdiri di hadapannya. Entah takdir apa yang harus dijalaninya, ia harus kembali bertemu dengan seorang perempuan sombong yang tadi pagi ditemuinya.


Rasanya tak percaya dengan sebuah pemandangan yang baru saja dilihatnya. Seperti sebuah mimpi buruk yang menjadi nyata dan sangat menakutkan baginya.


"Untuk apa seorang pria miskin sepertimu berada di rumahku? Atau jangan-jangan kamu adalah supir baru di sini." Perempuan itu benar-benar sangat imeremehkan pria yang tadi tak bisa membayar biaya kerugian mobil yang ditabraknya.


Takdir terlalu lucu, mempertemukan mereka di sebuah tempat yang tak terduga.


"Saya adalah .. " Aaron Liu terlalu bingung mengatakan posisinya di rumah itu. la sendiri tak yakin jika Nenek Jiang menjadikan seorang asisten pribadi.


Kericuhan itu menarik perhatian Nenek Jiang. Wanita tua itu akhirnya masuk ke dalam dan memeriksa kondisi di rumahnya. Tanpa sengaja ia mendengar kata-kata tak pantas yang ditujukan oleh Aaron Liu.


la pun langsung naik darah dan nenghampiri perempuan cantik yang berdiri dengan begitu angkuh di depan Aaron Liu.


"Hentikan itu, Lily! Bagaimana mulutmu bisa begitu rendah dan tak sopan?


Apakah Nenek pernah mengajari kamu menjadi perempuan tak beradab?" geram Nenek Jiang pada seorang perempuan cantik yang ternyata adalah cucunya sendiri.


"Rasanya sangat mengejutkan melihat kelakuan dari cucunya sendiri yang sangat tidak sopan.


"Ayolah, Nek. Pria ini hanyalah orang miskin yang meminta belas kasihan saja.

__ADS_1


Jangan sampai Nenek tertipu dengan tampangnya yang tampak baik!" peringat perempuan cantik itu pada neneknya sendiri.


"Jiang Lily!


"Berani-beraninya kamu menggurui nenek!


" Cepat minta maaf pada Aaron!" seru Nenek


Jiang pada seorang perempuan cantik yang masih saja mengaggap remeh Aaron Liu.


Seketika itu juga, ekspresi Jiang Lily berubah drastis.


Dia tak mungkin meminta maaf di hadapan beberapa teman-temannya itu. Akan sangat memalukan jika ja sampai melakukannya


Perempuan itu tak ingin mempermalukan dirinya sendiri hanya gara-gara pria miskin yang tadi pagi menabrak mobilnya. Jiang Lily terlalu angkuh untuk meminta maaf pada seorang pria yang baginya sama sekali tak berarti.


Aku tak akan pernah minta maaf, Nek! Pria ini yang tadi pagi menabrak mobil yang kusewa dan tak bisa membayar kerugian.


Bukankah aku terlalu bi 1 baik c mau membayar kerugian itu? ketus


Jiang Lily sembari melirik pria tampan yang berdiri tak jauh darinya.


"Minta maaf sekarang juga!" tegas Nenek Jiang dengan suara meninggi.


"Tidak akan, Nek!" Jiang Lily berteriak sembari berlari menuju kamarnya. la sama sekali tak peduli jika neneknya akan marah ataupun murka atas sikapnya itu.


Jiang Lily merasa telah dipermalukan di hadapan semua teman-temannya. Dia telah kehilangan muka hanya karena seorang pria yang sama sekali tak ada hubungan dengan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2