MENANTU PUNGUT

MENANTU PUNGUT
BAB 5 SUAMI PUNGUT


__ADS_3

Nenek Jiang tentunya sangat tahu kekecewaan mereka. Apalagi perintah itu terkesan mendadak dan tanpa negosiasi lebih dahulu. Tak ingin dua pria itu berpikir tidak-tidak mengenai Aaron Liu, dia pun memikirkan sebuah cara agar mereka tak memperpanjang masalah itu.


"Bukankah seharusnya kalian senang? Jelas-jelas aku akan menaikkan gaji dan juga bonus untuk kalian berdua Hanya cara itu yang bisa dilakukan oleh Nenek Jiang untuk menutup mulut mereka.


" Baginya, tak ada perdebatan dan juga tak ada penolakan jauh lebih baik.


"Terima kasih, Nyonya Jiang. Kami akan melakukan apapun sesuai perintah Anda" Kedua pria itu tampak sangat bersemangat untuk segera bekerja di perusahaan. Sebenarnya tak ada bedanya bekerja di rumah ataupun di perusahaan.


Satu persatu mereka keluar meninggalkan Nenek Jiang seorang diri. Dia sadar jika sudah melakukan banyak hal untuk Aaron Liu. Namun hal itu setimpal dengan pengorbanan pemuda yang telah menolongnya.


"Panggil Aaron untuk menemuiku di ruang kerja perintah Nenek Jiang pada seorang pelayan yang berdiri tak jauh darinya. Sepertinya akan lebih baik memberitahukan kabar itu pada seseorang yang sudah menjadi penolongnya.


Aaron Liu masih berada di ambang kesadarannya. Dia sangat terkejut saat seorang pelayan datang dan mencoba untuk membangunkannya. Dengan sedikit terpaksa, lelaki itu membuka matanya lalu bangkit dari ranjangnya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Sebuah pertanyaan yang terdengar sangat sopan untuk ukuran seorang pelayan yang bekerja di rumah itu.


"Nyonya Jiang memanggil Anda, Tuan. Beliau sudah menunggu di ruang kerjanya, jawab pelayan itu dengan ramah.


Pelayan itu akhirnya mengantarkan Aaron Liu untuk menemui pemilik dari marnsion mewah yang ditinggalinya. Begitu sampai di depan pintu, dia mempersilakan tamu dari nyonya rumah untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


"Silahkan masuk, Tuan" Sebuah ucapan sopan terdengar dari mulut seorang pelayan yang dipercaya untuk mengurus kebutuhan Aaron Liu selama tinggal di rumah itu.


Setelah nenghela nafas beberapa kali, Aaron Liu memberanikan diri untuk masuk ke dalam sebuah ruangan di depannya. Dia pun memutar handle pintu lalu mendorongnya masuk.


"Masuklah, Aaron!" Baru saja pintu terbuka, Nenek Jiang langsung memintanya untuk masuk.


"Maaf, sudah menggangu istirahatımu Anak muda ungkap pemilik rumah itu.


"Tak masalah, Nek. Aku sudah terbangun dari tadi: Aaron Liu sengaja berbohong pada Nenek


Jiang.


Jelas-jelas, dia masih terbuai dalam mimpi saat seorang pelayan mendatangi kamarnya.


"Nenek Jiang bisa mnelihat jika pemuda itu sedang membohonginya. Terlebih, wajah Aaron Liu sangat inelukiskan jika dirinya baru saja terbangun dari tidur. Dengan langkah pelan, dia menarik tangan seorang lelaki yang sudah membantunya, mengajaknya untuk duduk di sebuah kursi.


"Mulai besok, kamu akan menjadi asistenku. Semoga kamu tidak keberatan, Aaron Tanpa basa- basi sedikit pun, Nenek Jiang memilih untuk langsung mengungkapkan keinginannya. Dia tak ingin terbelit-belit membicarakan hal yang tak penting.


"Tapi, Nek.. Bukankah ini sangat berlebihan? Apalagi Nenek baru saja mengenalku kemarin sahut Aaron Liu dengan penuh keraguan. Dia tak ingin menjadi parasit dalam keluarga Nenek

__ADS_1


Jiang.


Sejak awal, Nenek Jiang sama sekali tak mengerti dengan pemikiran Aaron Liu. Ego di dalam dirinya yang terlalu tinggi atau menunjukkan arogansi yang memaksanya untuk tak menerima segala bentuk kebaikan untuknya.


"Di pandang secara sekilas saja, sudah sangat jelas jika Aaron Liu bukanlah seorang pria muda biasa yang tak memiliki apapun. Namun seolah dia sedang menutupi jati diri keluarganya.


"Apakah kamu berasal dari keluarga kaya raya hingga tak ingin bekerja sebagai asistenku?" Kali ini


Nenek Jiang sengaja melontarkan pertanyaan itu.


"Dia ingin menggali sesuatu yang seolah telah disembunyikan oleh pemuda tampan di sebelahnya.


"Tentu saja bukan, Nek. Keluargaku hanya petani kecil di Pulau Chyou.


"Nenek sudah berpikir yang berlebihan tentang aku" kilah Aaron Liu atas sebuah pertanyaan yang bisa mengungkapkan identitasnya sebagai anggota Keluarga Liu.


Tak mau mengambil pusing, Nenek Jiang terpaksa harus mempercayai semua ucapan Aaron Liu.


Dia akan mencari tahu sendiri, siapa sebenarnya sosok pemuda vang telah membantunya itu.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, bisnis apa yang Nenek kerjakan?" Sebenarnya, Aaron Liu hanya takut jika dirinya tak bisa melakukan apapun untuk Nenek Jiang. Apalagi, dia sudah diperlakukan sangat baik olehnya.


__ADS_2