MENANTU PUNGUT

MENANTU PUNGUT
SUAMI PUNGUT


__ADS_3

Di hari berikutnya, Aaron Liu sudah bersiap untuk berangkat ke kantor bersama seorang nona muda Keluarga Jiang. Sudah menunggu beberapa lama, Jiang Lily sama sekali belum keluar dari kamar.


"Apakah cucuku belum keluar dari kamar, Anak muda?" tanya Nenek Jiang yang kebetulan melihat Aaron Liu berdiri di sebelah mobilnya.


"Nona Lily pasti sedang bersiap-siap, Nek" jawab Aaron Liu dengan ekspresi yang dipaksakan tenang dan tak memperlihatkan emosi apapun yang berarti.


Nenek Jiang tersenyum kecut mendengar jawaban itu. la sangat tahu jika Aaron Liu sedang menutupi sikap konyol dari cucunya.


Tak tahan dengan kegilaan cucu kesayangannya, wanita tua itu bergegas ke sebuah kamar di mana Jiang Lily berada


Dalam beberapa langkah saja, Nenek Jiang sudah berada tepat di depan pintu kamar yang terdengar sangat bising.


Sudah dipastikan jika perempuan cantik itu sengaja menyetel musik dengan suara keras.


"Lily! Buka pintunya!" teriak Nenek Jiang pada cucunya yang cukup sulit untuk diatur. Hal itu karena ia selalu memanjakan cucu satu-satunya itu.


Beberapa kali Nenek Jiang menyerukan nama cucunya, Jiang Lily sama sekali tak membuka pintu.

__ADS_1


Sepertinya perempuan itu tak mendengar panggilan dari neneknya.


Hal itu membuat Nenek Jiang semakin geram, ia langsung memanggil seorang pelayan dan memintanya untuk membuka pintu kamar dengan kunci cadangan.


"Buka kamar ini!" perintah Nenek Jiang pada seorang pelayan yang baru saja datang dengan membawa kunci cadangan kamar Jiang Lily.


"Baik, Nyonya" Tanpa membuang waktu sedikit pun, si pelayan bergegas membuka sebuah kamar yang begitu berisik dengan suara musik yang menggema cukup keras.


Begitu pun terbuka Jiang Lily tampak sangat terkejut menyaksikan keberadaan neneknya


Wajahnya mendadak pucat dan sangat ketakutan. Perempuan itu sangat yakin jika Nenek Jiang sangat murka atas ulahnya sendiri.


"Nenek .... " Jiang Lily sangat sadar jika ia benar-benar melakukan sesuatu yang sangat keterlaluan kali ini.


Dengan melihat ekspresi neneknya saja, ia benar-benar takut dan juga merasa bersalah "Apakah kamu tahu kesalahanmu?" Nenek Jiang melontarkan sebuah pertanyaan untuk


Imemancing cucunya.

__ADS_1


Jiang Lily merasa terlalu bodoh dan juga ceroboh. la tak menyangka jika neneknya sendiri lebih membela seorang pria asing yang baru dikenalnva. Hal itu masih saja sangat sulit untuk diterima oleh cucu tunggal dari Nenek Jiang.


Memikirkan sebuah alasan untuk menjawab pertanyaan itu. Jiang Lily tak ingin memperburuk suasana dengan mengatakan hal bodoh di hadapan neneknya.


"Apakah karena suara musik yang terlalu keras?" Dengan ragu-ragu, Jiang Lily mencoba menebak maksud dari ucapan neneknya.


"Nenek sama sekali tak menyangka jika kamu benar-benar tak bisa diandalkan. Bukankah pagi ini kamu dan Aaron harus datang ke meeting?" Nenek Jiang mencoba mengingatkan hal itu pada seorang perempuan muda yang sangat cantik.


"Kenapa harus dengan dia, Nek? Tidak bisakah aku pergi sendiri saja?" Jiang Lily merengek memohon agar ia tak perlu berangkat dengan seorang pria yang tak dikenalnya.


Sebuah jawaban fatal dan tak termaafkan bagi Nenek Jiang. Cucunya itu sudah sangat keterlaluan memperlakukan Aaron Liu dengan sangat tak sopan. Seolah Jiang Lily sama sekali tak bisa menghargai seseorang yang sudah berjasa pada keluarganya.


Tak ingin cucunya salah jalan, Nenek Jiang harus membuat keputusan tegas pada cucu kesayangannya itu. Sebuah kesalahan kecil saja pasti bisa membuat Jiang Lily semakin tak terkendali.


"Jika kamu tak bisa mendengar nenek mulai sekarang, kamu tak perlu ke perusahaan. Biar nenek dan juga Aaron yang mengurus bisnis keluarga kita Meskipun kata-kata itu terdengar sangat pelan, setiap kata yang dikatakan Nenek Jiang benar-benar penuh arti.


"Apa maksud, Nenek?" sahut Jiang Lily dengan wajah panik atas keputusan sepihak dari neneknya.

__ADS_1


"Sayangnya Nenek Jiang sama sekali tak mengacuhkan kata-kata cucunya. Wanita tua itu langsung keluar begitu saja meninggalkan Jiang lLily yang masih dalam kebingungan.


__ADS_2