
"Pagi itu ... Aaron Liu bangun sedikit terlambat. la benar-benar sangat ceroboh dan tak menemani
Nenek Jiang ke perusahaan. Jelas-jelas ada rapat penting yang harus dihadiri oleh wanita tua itu.
"Sebenarnya Nenek Jiang bisa saja membangunkan Aaron Liu. Namun, ia tak tega dan membiarkan pria muda itu tetap terlelap dalam tidur. Lebih memilih untuk meminta supir lain yang juga bekerja untuk Keluarga Jiang.
Begitu bangun tidur, Aaron Liu langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi. la sangat ingat jika lagi itu harus nengantar Nenek Jiang ke kantor. Begitu bodohnya, pria itu sama sekali tak melihat jam. Hanya fokus untuk segera bersiap untuk berarngkat ke kantor tanpa memperhatikan jika hari sudah hampir siang.
"Di mana Nenek Jiang sekarang?" tanya Aaron Liu pada seorang pelayan yang kebetulan sedang membersihkan area depan kamarnya.
"Nenek Jiang sudah berangkat satu jam yang lalu, Tuan.
Apakah Anda tak mengetahui hal itu?" tanya si pelayan dengan wajah sedikit heran.
"Apa!" Sontak saja, Aaron Liu langsung berlari menuju ke tempat di mana mobilnya berada.
Dengan sangat panik, ia langsung melajukan mobilnya menuju ke arah perusahaan.
Tentu saja hal itu sangat aneh dan juga tak wajar jika pria itu tak mengetahui kebenaran sang nyonya rumah. Terlebih ... Aaron Liu dipercaya untuk menjadi asisten dan juga bodyguard dari
Nenek Jiang.
__ADS_1
Dalam laju yang sangat kencang, Aaron Liu benar-benar merasa sangat panik dan juga bersalah.
Tak seharusnya ia bangun kesiangan dan membuat Nenek Jiang harus berangkat tanpa dirinya.
"Hal itu terlalu ceroboh dan sangat memalukan untuknya.
Dengan segala kepanikan dan juga pikiran yang semakin tak karuan, pria itu menjadi tak begitu fokus dengan jalanan di hadapannya. Hingga tiba-tiba saja ..
Braakkkk
Tanpa sengaja Aaron menabrak sebuah mobil di depannya. Suara benturan cukup keras dan sangat mengejutkan membuat pria itu harus menghentikan mobil.
Belum juga ia melangkah keluar, seorang pria paruh baya sudah menghampiri dengan wajah terbakar amarah. Pria itu tampak sangat murka tatkala mobil di belakangnya menabrak cukup keras.
"Saya benar-benar minta maaf, Tuan. Saya tak sengaja menabrak mobil Anda. Aaron Liu langsung keluar dari mobil dan mengungkapkan permintaan maaf pada pria itu.
Namun pria itu justru menajamkan tatapannya dalam wajah geram. Aura mematikan seolah terlihat dari setiap sorotan mata pemilik mobil yang tanpa sengaja tertabrak itu.
Pria itu justru menarik kerah baju Aaron Liu dan mencengkeram sangat erat. Mata pria itu begitu mengerikan dan sangat menakutkan bagi Aaron Liu kala itu.
"Minta maaf saja tak cukup! Cepat ganti rugi sekarang juga!" bentak pria itu dengan sangat emosional. Dia tak terima ada seseorang yang telah membahayakan dirinya dan juga merusak mobil miliknya.
__ADS_1
Tentu saja S a saya akan ganti rugi tetapi berikan saya waktu sebentar. Kebetulan sekali saya terburu-buru dan tak sempat membawa dompet dan juga ponsel.
Bagaimana jika Anda memberikan kartu nama?" Aaron sedang berusaha untuk membujuk pemilik mobil yang kebetulan tak sengaja tertabrak olehnya.
"Dasar, Pria tak berguna! Penampilan saja seperti orang kaya dengan mobil mewah .. ganti rugi saja tak mampu membayar cibir pria itu dengan nada menghina.
Kebetulan sekali mobil yang dibawa oleh Aaron Liu cukup mewah dan juga sangat berkelas.
Pakaian yang dipakainya pun juga tentu saja bermerk dan sangat mahal.
Namun semua itu diberikan oleh Nenek Jiang padanya. Lebih buruknya lagi, ia justru melupakan ponsel dan juga dompetnya.
Ibarat sudah jatuh masih tertimpa tangga, begitulah posisi yang dialami oleh Aaron Liu saat itu.
Dia sangat bingung untuk mencari bantuan pada siapa. Tak ada yang bisa dihubungi, hanya bisa ke kantor untuk meminta bantuan pada Nenek Jiang.
"Bagaimana jika Anda ikut saya ke kantor? Nanti saya akan membayar setelah sampai di sana," bujuk Aaron Liu agar pria itu mau memberikan sedikit waktu padanya .
"Tidak bisa! Lebih baik kita ke kantor polisi saja!" ketus pria itu tanpa ragu sedikit pun.
" Pria itu berpikir ika tak bisa memberikan ganti rugi akan lebih baik jika langsung ke kantor polisi.
__ADS_1
Terjadilah perdebatan sengit di antara kedua pria itu. Aaron Liu tak mungkin membiarkan dirinya sampai dilaporkan ke kantor polisi. Apalagi mobil yang dipakainya bukan miliknya sendiri.
Sedangkan si pemilik mobil meminta ganti rugi atas kerusakan itu. Sayangnya, Aaron Liu tak bisa memberikannya saat itu juga. Dia berpikir jika kantor polisi adalah jalan keluar bagi mereka.