
Terlihat Bocah laki-laki sedang bermain dengan beberapa teman yang baru pertama kali ia temui. David sangat senang sekali dengan ajakan ayahnya ke taman di tengah kota, banyak teman dan banyak wahana permainan yang ia coba.
Sedangkan kedua orangtuanya mengawasi di bangku taman yang yang tidak jauh dari posisinya saat ini.
"Bagaimana perkembangan David?" Tanya Ayah Arif
"Alhamdulillah Mas, ia anak sangat penurut dan sangat pengertian. Selama 2 minggu Mas nggak datang ke rumah, ia rindu tapi ia mengerti jika Mas sedang bekerja untuknya dan Bundanya. David selalu berdoa untuk kesehatanmu. Dia anak pintar dan sangat manis." Ucap Bunda Sari tersenyum menatap putra semata wayangnya.
"Aku bersyukur atas kehadirannya, terima kasih telah melahirkan putra yang baik dan cerdas." Ucap ayah Arif menatap istrinya
"Bagaimana dengan Caca Mas? Dia mau pergi ke Jakartanya?" tanya Bunda Sari
"Dia mau, tapi begitulah. Kamu tau bagaimana dia. Kamu yang lebih tau dia Sar. Aku merindukan putriku yang manja dan menyayangiku. Sekarang aku seperti tidak mengenalinya. Dia semakin menjauh." Ucap Ayah Arif tertunduk
"Maafkan aku mas, ini semua terjadi karna aku menikah denganmu." Ucap Bunda Sari menyesal
"Tidak Sar, aku yang salah tidak memberi taunya dulu." ucap Ayah Arif menyanggah ucapan istrinya
Saat ini keduanya saling terdiam dan memandang putra mereka yang asyik bermain.
Setelah satu jam lebih mereka berada di taman itu, keduanya langsung bergegas untuk pulang karna hari sudah sore.
...****************...
Di Jakarta Caca sedang melamun di Apartemennya. Setelah melewati hari pertamanya memimpin perusahaan Ibunya yang mengurus energinya. Saat ini ia sangat merindukan Ibunya, ia menatap langit-langit kamarnya berharap ia tidur dan bermimpi bertemu dengan ibunya.
Hanya beberapa menit Caca sudah tertidur, terdengar dengkuran halus bahwa ia sudah sangat terlelap.
Keesokan paginya, Caca sudah berada di kantornya, ia sedang memeriksa beberapa berkas penting, dan beberapa yang harus ia tandatangani. Ketukan pintu terdengar dan Caca mempersilahkan masuk.
"Selamat pagi Bu,"Ucap Meli
"Selamat pagi Mel" ucapnya membalas sapaan sekertarisnya
"Bu, hari ini kita akan mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya dengan perusahaan Abdi Jaya Group di Restoran xxxxx" ucap Meli
__ADS_1
" Baik Mel, kamu siapkan saja berkas-berkas untuk meeting nanti, masih ada 1 jam lagi kan? setelah beberapa berkas ini selesai saya tandatangani kita berangkat." Ucap Caca
"Baik Bu, permisi "Ucap Meli berlalu
Caca hanya mengangguk sebagai jawabannya, ia kembali memeriksa berkas dan menandatanganinya. Setelah 15 menit kemudian Caca pun selesai, ia keluar dari ruangan untuk menemui Meli.
"Mel, sudah siap?" tanya Caca
"Sudah Bu," ucap Meli
"Ayo kita berangkat, " ucap Caca
Setelah setengah jam mereka telah sampai di restoran xxxxx. Mereka langsung menuju ke private room yang sudah dipesan oleh Meli.
Saat memasuki ruangan tersebut, terlihat hanya satu orang saja, ia yakin itu adalah sekertaris direktur Abdi Jaya Group.
"Selamat pagi Bu Caca" Ucap Pria itu,
"Selamat pagi pak..." ucap Caca menggantung ucapan
"Owh iya, selamat pagi pak Ardi," ucap Caca menyambut uluran tangan Ardi.
"Silahkan duduk Bu. Maaf Bu, Pak Rangga Pratama sedikit terlambat. Beliau sedang dalam perjalanan menuju kesini." Ucap Ardi tak enak hati pada Caca dan Meli
"Iya tak apa. Mungkin sudah menjadi kebiasaan Bos anda."
ucap Caca santai
"Maaf saya terlambat 5 menit, anda tidak bisa menilai saya seperti itu! Selamat pagi ibu Alyssa Mahardika atau sering dipanggil Caca. Bukan begitu? Ucap Rangga dengan penekanan, ia terlihat kesal mendengar ucapan Caca.
Sombong sekali pikirnya, wanita itu pun baru datang seolah ia sudah sangat lama menunggu dirinya.
"Seharusnya anda yang menunggu saya Bapak Rangga terhormat! " ucap Caca penuh penekanan tanpa basa-basi.
"Maaf Bu, Pak Rangga sedang mengadakan rapat di kantor jadi beliau sedikit terlambat, maaf atas ketidaknyamanannya Bu Alyssa." ujar Ardi untuk menengahi .
__ADS_1
"Baiklah bapak Ardi, saya maklumi jika seperti itu." ucap Caca dengan mimik wajah sombong
Setelah kondusif, mereka memulai untuk membahas kerjasama mereka, ada rasa aneh di hati Caca, bagaimana mana bisa perusahaan besar Abdi Jaya Group mau mengajukan proposal kerjasama terlebih dahulu. Sedangkan perusahaannya sedang mengalami guncangan. Ia akan menanyakan setelah rapat selesai.
Setelah satu jam rapat selesai, sebelum mereka keluar Caca langsung menanyakan sesuatu pada Rangga.
"Maaf pak Rangga, saya ingin tau, mengapa perusahaan bapak mau mengajukan proposal kerjasama terlebih dahulu pada perusahaan kami, sedangkan perusahaan kami bukan perusahaan besar seperti perusahaan bapak Rangga." Ucap Caca
"Begini Bu Alyssa, sebelumnya saya sudah tau jika perusahaan Winata anak cabang perusahaan Mahardika Group terbesar di Surabaya. " Ucap Rangga jujur
"Dari mana anda tau?, sedangkan perusahaan ini tidak ada embel-embel dari Mahardika Group " ucap Caca curiga
"Sebelumnya saya sudah menyelidikinya, kenapa ibu Alyssa terlihat curiga? Saya disini mengajukan kerjasama karna dulunya perusahaan ini sangat bagus, tapi setelah dipimpin oleh Tante anda kualitas perusahaan semakin merosot. Dan tidak bisa ditutupi jika berita Tante anda yang sudah masuk penjara akibat ketamakannya dan digantikan oleh keponakannya yang sangat cantik dan cerdas?" papar Rangga panjang sambil tersenyum.
"Jaga mata anda bapak Rangga terhormat! Saya permisi!" Ucap Caca penuh dengan penekanan
Caca yang ingin keluar dari pintu ruangan tersebut, menghentikan langkahnya. Ia menoleh kebelakang melihat 3 orang yang sedang duduk, tapi tatapan tajamnya hanya pada satu orang yaitu Rangga.
"Owh iya Pak Rangga, saya ingin menegaskan pada anda, saya tidak suka bekerjasama dengan orang yang terlalu suka untuk mengetahui kehidupan saya. Jika anda ingin kerjasama ini tetap berlanjut, jaga batasan anda, jangan bersikap seperti anda mengenal saya sangat dekat. Permisi!" Ucap Caca dengan Sombongnya.
"Sombong!" ucap Rangga tersenyum sinis
"Maaf pak Rangga, untuk pertemuan hari ini sampai sini dulu, kami akan mempelajari lebih dalam tentang proyek ini. Semoga kita menjadi relasi bisnis yang saling menguntungkan. Permisi " Pamit Meli pada kedua orang yang sedang duduk di depannya.
Mereka berdua hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Terlalu sombong! Jika bukan karna Mami, aku nggak akan sudi untuk mencari tau siapa calon istriku! Ternyata! Ah ntah lah!!!!," Ucap Rangga kesal
"Semangat bos, semua pasti yang terbaik untuk bapak." ucap Ardi menyemangati bosnya.
"Ehh Hmmm" Ucap Rangga
"Besok saya akan terlambat untuk masuk kantor, tolong mundurkan jadwal rapat besok ya Ar, Jam 11 saya sudah akan sampai kantor." Ucap Rangga
"Baik Pak. Laksanakan " ucap Ardi tersenyum melihat bosnya sekaligus sahabatnya.
__ADS_1
Setelah dari restoran tersebut, mereka langsung menuju ke kantor untuk kembali mengadakan rapat, Rangga sampai tidak berselera untuk menyantap makanan. Akibat pikirannya yang kacau.