Mencintai CEO Arogan

Mencintai CEO Arogan
BAB 5


__ADS_3

"Jangan terlalu keras pada adikmu. Kamu tau adikmu itu terlalu sensitif seperti mamimu" Ucap Papi Abdi


"Iya Pi," Ucap Rangga seadanya


Saat ini ayah dan anak itu sedang berada di ruangan kerja papi Abdi. Mereka sedang membahas perusahaan dengan serius. Tiba-tiba sang ayah membahas seseorang yang ingin ia elakkan .


"Bagaimana Alyssa?" Tanya papi Abdi


"Terlalu sombong" Jawab Rangga ketus


"Persis sepertimu" Ucap Papi Abdi ketus


"Pi, batalkan saja perjodohan ini. Alyssa juga nggak tau kan ?" Tanya Rangga


"Kamu tau mamimu kan? Kamu sendiri saja yang bilang !" Ucap papi ketus memijit kepalanya


"Ada masalah Pi?" Tanya Rangga, melihat sang Papi terlihat sangat pusing seperti banyak masalah.


"Masalah tantemu dengan calon istrimu" jawab papi Abdi


"Itu yang buat aku ingin mundur Pi dari perjodohan ini. Kalau Alyssa tau ibu sambungnya adalah adik calon mertuanya bagaimana?" Papar Rangga


"Itu juga yang papi pikirkan, tapi mamimu susah untuk diberitahu. Berulang kali papi bilang, jika Alyssa belum menerima Tante Sari. Hubungan Antara ayahnya sendiri sudah sangat renggang setelah dia tau Tante Sari menikah dengan ayahnya. Apa jadinya dia tau tentang siapa Tante Sari. Aslinya dia wanita lemah lembut, tapi setelah kejadian ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dan mungkin ada alasan lain atas perubahan sifatnya." Ucap Papi Abdi panjang


"Anak Tante Sari semakin besar, ia akan tahu perihal masalah kedua orangtuanya dengan kakak sambungnya. Papi nggak mau anak Tante Sari jadi korbannya. Saat ini Alyssa begitu arogan, dia tak peduli dengan siapa pun. Itu yang Papi dapat informasinya. Sekarang tugas kamu, kamu dekati Alyssa perlahan jangan terlalu tergesa-gesa. Belajar menyukainya, sembuh kan lukanya. Kamu mau kan?" Tutur Papi Abdi panjang


"Ntahlah Pi, Mami terlalu memaksa ku!" Ucap Rangga pergi dari ruang kerja sang Papi.


"Anak itu!"Ucap Papi Abdi ketus menggelengkan kepalanya.


"Gimana caranya agar terlihat semua kejadian senatural mungkin. Agar hubungan mereka berdua kembali sehangat dulu. Aku tau Alyssa anak yang sangat baik dan lemah lembut. Aku yakin ia bisa merubah sikap arogan Rangga. " Ucap Papi Abdi tersenyum memikirkan ada satu jalan untuk mengubah sikap Alyssa kembali seperti semula

__ADS_1


Ia langsung menghubungi seseorang dan berbicara begitu serius dengan orang tersebut. Memberi tau rencananya dengan rinci.


Hampir setengah jam mereka berbicara, Papi Abdi memutuskan panggilan tersebut.Ia akan memberitahu rencana ini kepada istrinya.


...----------------...


Hari semakin larut, tapi Caca tidak bisa tidur. Berulang kali ia mencoba untuk memejamkan matanya tapi enggan untuk tertutup. Caca mencoba membuka sosial media yang sudah lama sekali tidak ia buka. Ia melihat begitu banyak pesan dari Pria yang menyakitinya.


"Pria brengsek!! sekuat apapun kamu mencoba untuk meminta maaf dan mendekatiku lagi, aku takkan sudi!!" Ucap Caca pelan tapi dengan nada kemarahan.


Karna suasana hati ia sudah memburuk setelah melihat pesan di sosial medianya. Ia pergi keluar untuk menenangkan hati yang sedang memburu akan kemarahan.


Karna begitu kesalnya, ia mengemudi ke sembarang arah. Ia terus mengemudi tanpa tau arah tujuan. Hingga ia tersadar, ia sudah melewati kota, saat ini dia sedang berada di jalan sepi yang penuh dengan pepohonan disamping kiri dan kanan. Ia langsung memutar balik mobilnya. Belum sampai 5 menit ia menjalankan mobil, suara ledakan terdengar nyaring di pendengarannya.


"Sial!!!" umpat Caca sembari memukul setir dengan kuat.


Caca tau itu ban mobilnya yang pecah, ia mencoba menghubungi sang sopir. Dan sialnya, tidak ada sinyal sama sekali disini. 15 menit berlalu, suasana hutan itu semakin mencekam. Caca yang aslinya sangat penakut, mencoba menenangkan hatinya. Ia terus memejamkan matanya agar ia tidak melihat kearah luar. Sudah hampir 2 jam, tidak ada mobil yang lewat. Membuat Caca semakin takut.


Tiba-tiba ada yang mengetuk kaca mobilnya. Ia semakin ketakutan. Ia menoleh ke arah luar, ia melihat beberapa mobil dan beberapa bus pariwisata. Ia mengucap syukur akan pertolongan ini . Ia langsung membuka kaca mobilnya.


"Mbak-mbak, bisa kami bantu, kami dari rombongan Sekolah Dasar xxxx. Kami sedang jalan pulang ke kota." ucap seseorang


"Alhamdulillah.. Ban mobil saya pecah pak. Saya sudah 2 jam lebih berada di hutan ini. Saya tidak bisa menghubungi siapapun, karna disini tidak ada sinyal. Apa boleh saya menumpang pak?" Ucap Caca


"Sangat boleh mbak. Biar tim kita yang nangani mobil mbak. mbak silahkan masuk ke mobil paling depan saja mbak. Ayok mbak biar saya antar." Ucap bapak yang baik hati


"Terima kasih pak" ucap Caca, ia langsung turun setelah membawa tas dan memeriksa barang yang akan dia bawa.


Caca mengikuti bapak yang baik hati itu menuju mobil yang paling depan.


"Silahkan masuk mbak, majikan saya dan anaknya berada di belakang, mbaknya di depan saja ya mbak," ucap bapak baik hati itu.

__ADS_1


Caca hanya mengangguk sebagai jawabannya, saat ia masuk ia terkejut melihat wanita dan anak laki-laki tertidur yang berada di pangkuan wanita itu, sepertinya ia pernah bertemu dengan wanita dan anak laki-laki tersebut.


"Terima kasih ya mbak, sudah bantu saya. Maaf mengganggu perjalanannya." ucap Caca lembut


Caca tau diri akan ditolong, tidak mungkin maki-maki orang ya kan??


" Tidak menggangu sama sekali mbak, sepertinya kita pernah ketemu ya? Tapi dimana ya?" ucap wanita itu


"Oh iya, saya ingat, mbak kan yang ditabrak anak saya waktu di supermarket kemarin itu. Iya kan mbak? " Tanya wanita itu.


"Ah iya mbak, saya ingat. Makasih ya mbak sudah bantu saya. Alyssa, tapi biasa dipanggil Caca," Ucap Caca memperkenalkan diri sembari menjulurkan tangannya pada wanita itu.


"Saya Revalina, panggil saja Eva" menyambut uluran tangan Caca. Caca menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Kenapa mbak bisa berada di hutan ini? Ini sangat jauh dari kota mbak?" tanya Eva


"Saya tadi hanya berniat ingin mencari angin saja mbk, eh ternyata saya nyasar ke hutan ini. Saat saya ingin putar balik, ban mobil saya pecah mbak." jelas Caca tersenyum


"Mbak melamun, sampai-sampai nggak sadar uda jauh dari kota. " ucap Eva. Mereka berdua tertawa.


Pintu mobil terbuka, bapak baik hati tadi masuk dan menjalankan mobil.


"Mbak, mobilnya kami akan bawak langsung ke bengkel ya mbak. Soalnya ban serep mbak tidak ada dalam mobil." ucap bapak baik hati itu


" Iya pak, nanti supir saya saja yang mengambilnya, terima kasih atas bantuannya. Maaf merepotkan bapak dan mbaknya." ucap Caca


"Tidak merepotkan sama sekali mbak," ucap bapak baik hati itu.


Eva hanya mengangguk tersenyum menyetujui perkataan sang supir.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju kota, suasana dalam mobil hening tanpa suara. Terlihat Caca dan Eva sudah tertidur.

__ADS_1


Sang supir tetap fokus dalam memimpin perjalanan menuju kota.


__ADS_2