Mencintai CEO Arogan

Mencintai CEO Arogan
BAB 6


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan satu jam, para rombongan telah sampai di satu sekolah dasar ternama di Jakarta.


Sedangkan Eva menyuruh supirnya untuk melanjutkan jalannya menuju apartemen Caca.


Selang 30 menit kemudian, mereka telah sampai di lobby parkiran apartemen Caca. Caca turun dari mobil tersebut.


"Terima kasih banyak ya mbak sudah bantu saya, maaf merepotkan." Ucap Caca


"Sama-sama Ca, tidak merepotkan sama sekali, saya langsung pulang ya Ca," ucap Eva


"Iya mbak, hati-hati ya mbak " ucap Caca


"Iya Ca" ucap Eva tersenyum


Mobil Eva berjalan meninggalkan parkiran apartemen mewah Caca. Caca langsung naik menuju lantai apartemennya. Ini sudah sangat larut, tubuhnya terasa begitu lelah akibat kelamaan dalam mobil. Caca membersihkan dirinya lalu setelah itu ia berbaring di ranjang. Tidak sampai 5 menit Caca sudah sangat terlelap.


......................


Akibat kesiangan, Caca terlambat untuk pergi ke kantor. Meskipun ia seorang direktur di perusahaan keluarganya, ia bersikap profesional untuk datang tepat waktu. Tapi hari ini adalah hari kesialannya, ia bangun kesiangan. Ia tidak sempat untuk sarapan lagi, ia langsung buru-buru turun menuju mobilnya. Caca melihat sang supir sudah menunggunya berdiri disamping mobil yang berbeda.


"Pak, jangan lupa mobilnya diambil ke bengkel ya." Ucap Caca memasuki mobil.

__ADS_1


"Baik mbak," ucap sang supir


Caca menyuruh supir untuk mempercepat jalan mobil, ia ada meeting dengan tuan sombong di perusahaannya.


Setelah menempuh perjalanan 45 menit, yang biasanya dilalui sekitar 1 jaman. Caca langsung melangkah terburu-buru menuju ruang meeting. Ia akan menyuruh Meli untuk mengambil semua berkas yang diperlukan untuk meeting hari ini.


Sesampai di depan pintu ruangan meeting, ia sedikit merapikan diri dan mengatur nafas agar terlihat lebih tenang.


"Selamat pagi, maaf saya terlambat ada masalah sedikit tadi dijalan." Ucap Caca mencari alasan


"Selamat pagi bu Alyssa, tidak apa Bu." Ucap sekertaris Rangga.


Sedangkan Rangga tersenyum meremehkan dan itu tertangkap oleh mata Caca. Tapi Caca mengabaikannya, karna meeting ini lebih penting untuk dimulai dari kegaduhan. Meeting diadakan dengan begitu lancar, saat ini Rangga sedang menjelaskan beberapa keuntungan yang akan mereka peroleh dengan lugas, dan penuh percaya diri. Sampai Caca tanpa sadar sudah terpesona dengan pembawaan Rangga yang gagah dan terlihat sangat tampan dan dewasa.


"Baik pak Rangga, saya rasa meeting hari ini cukup sampai sini dulu, semoga kerjasama kita ini berjalan dengan lancar, dan terlaksana dengan baik." Ucap Caca untuk menutupi kecanggungannya. Rangga hanya mengangguk sebagai jawaban darinya.


" Saya permisi Bu Alyssa, karna saya akan mengadakan meeting juga di kantor saya. Selamat siang" ucap Rangga dengan wajah sombong tak tersentuh.


Caca menatap kepergian Rangga, terbesit dipikirannya kenapa ada orang yang sesombong itu. Untungnya saja Caca mampu mengendalikan perasaannya. Pesona Rangga tidak kaleng-kaleng istilah anak zaman sekarang yang berada di Sumatera Utara. Ya kan???


Seperginya Rangga dan sekretarisnya, Caca dan Meli masih berdiskusi tentang kerjasama itu. Caca akan fokus untuk membangkitkan kembali perusahaan ibunya. Sementara itu Rangga yang terburu-buru karena meeting yang akan dimulai tapi posisinya saat ini tidak memungkinkan untuk datang tepat waktu.

__ADS_1


"CK!!! Sial!!" Ia berkata kasar tanpa filter melihat jalan penuh desakan mobil. Sangat kebetulan hari ini ada demo dari buruh perusahaan plastik, membuat jalan begitu padat, aparat kepolisian sedang mengatur lalulintas untuk mengarahkan ke arah jalan alternatif.


......................


Di sebuah gubuk yang berada ditengah hutan ada 2 orang bersaudara dan 3 orang lainnya orang bayaran mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar untuk membalaskan rasa sakit hati ibu mereka karna dianggap sebagai koruptor oleh keluarganya sendiri.


"Kakak tau, saat ini mbak Caca ada di Jakarta. Apa kita balas lewat mbak Caca saja?" ucap pria yang bertubuh tinggi dan tegap itu.


"Sepertinya menarik, aku langsung punya rencana bagaimana membalas mereka semua, karna mereka kita jadi buronan seperti ini." ucap pria kedua dengan tubuh yang sama seperti adiknya.


"Aku akan menghubungi seseorang, untuk saat ini kita akan berjumpa disini saja dulu, dan tetap kita harus memakai topeng kulit ini agar semua orang tidak mengenali kita. Untuk keuangan, aku rasa cukup untuk satu tahun ke depan. Kita harus buat identitas baru agar kita bebas untuk bekerja. Kita harus gerak cepat. Karna setau ku Caca sudah dijodohkan dengan pewaris Abdi Jaya Group. Sebelum itu terjadi rencana kita harus berhasil." ucap sang kakak kembali tersenyum menyeringai kejam.Semua yang berada disitu tertawa dengan kejam.


"Baik kak. Aku akan coba hubungi teman ku untuk buat identitas baru untuk kita berlima, Aku pergi sekarang." Ucap sang adik. Sang kakak hanya mengangguk sebagai jawaban, ia tersenyum kejam memikirkan rencananya. Ia lalu menghubungi seseorang untuk meminta pertolongan atas rencana besar yang akan dia buat.


Dilain tempat, Rangga sedang memarahi bawahannya. Sosok yang tidak bisa dibantahkan meskipun dengan kesalahan kecil. Semua yang berada di ruangan CEO tertunduk takut melihat tatapan tajam dengan rahang mengeras.


"Jika kalian tidak sanggup lagi untuk kerja disini, pergi ke bagian keuangan untuk ambil pesangon kalian! " teriak Rangga


"Laporan sampah!!!!! Saya tidak mau tau, 2 jam saya beri waktu untuk memperbaiki laporan ini, jika ada kesalahan lagi, kalian tau akibatnya!" penuh penekanan


"Teliti! Kalian bisa buat perusahaan rugi besar akibat ketidaktelitian kalian, keluar kalian!!!" Ucap Rangga dingin

__ADS_1


Semua kepala divisi langsung keluar dengan cepat, mereka hanya ada waktu 2 jam untuk memperbaikinya laporan mereka.


Semua pada berlari menuju divisi mereka dengan lantai yang berbeda .


__ADS_2