Mencintai Gadis Keturunan

Mencintai Gadis Keturunan
Tiba waktunya mudik


__ADS_3

Bab 44


Besok terakhir aku kerja tinggal seminggu lagi lebaran dan hari pernikahan,entah kenapa sekarang aku jadi deg deg an gak kaya kemarin begitu siap dan tenang.


Alhamdullilah sore ini sambil menunggu waktu berbuka ,aku ,Ano dan Lian sedang membereskan barang" yang akan di bawa pulang ,kalau aku sih simple cuma tas" bajunya aku dan Lian.Sedang barang bawaan Ano lumayan cukup banyak ,tapi enak juga Ano bawa motor sendirian ,sedangkan aku berboncengan dengan Lian.


Pokoknya kalau ada Lian di kontrakan semua aman apalagi masalah menu berbuka ,semua udah di siapin semua.


"Ayo mas tinggal 5 menit lagi ni siap" !" saut Lian yang sedang menyiapkan menu berbuka.


Aku dan Ano langsung mendekat apalagi es buah bikinan Lian yang pasti nikmat sudah menunggu.Alhamdullilah udah 3 hari juga Lian lanjut puasa setelah datang tamu bulanan.


Tok tok bunyi kentong dan bedug yang menandakan magrib dan waktu berbuka telah tiba .Seperti biasa pertama aku hanya mengambil air putih dan sesudah itu baru es buah yang seger .


"Pelan" bro !" sautku yang melihat Ano kaya orang kesurupan .


" Hehehe segernya es buah bikinan kamu Ian!" jawab ano yang udah dua gelas .


Buka puasa sejenak kami hentikan buat sholat berjamaah dulu di mesjid.Sepulangnya dari masjid kami lanjut makan nasi.


" Mas besok rencana berangkat jam berapa?" tanya Lian yang sedang makan.

__ADS_1


"Paling malam aja de biar gak panas ,nanti kalau lancar pagi juga udah sampai kampung!"


Selesai makan kami bertiga duduk" di teras ,rencananya Lian juga mau nginep di kontrakan tapi aku bingung masalahnya kontrakan sebelah udah isi .Jadi aku yang malah mau nginep tempat bibinya Lian.


Ke esokan harinya seperti biasa aku dan Lian berangkat kerja ,hari ini penerimaan gaji dan THR semua karyawan terlihat gembira sekali ,apalagi mau libur panjang sekitar 3minggu . Sebenarnya hari ini bukan termasuk kerja rutin tapi semua karyawan masuk buat bersih" seluruh area pabrik dari dalam hingga luar pabrik.


Setelah setengah hari kami semua berkumpul di bagian kerja masing" untuk penerimaan gaji dan THR .Terus di situ juga di umumin bagi karyawan yang mau mudik menggunakan armada yang di sediakan pabrik mereka belum boleh pulang.


Aku Lian dan Ano langsung balik ke kontrakan ,hari ini ibunya Lian juga sedang berada di rumah bibinya Lian,jadi mau gak mau setelah mandi dan berganti pakaian aku dan Lian langsung pulang ke tempat bibinya Lian.


" Mas kalau di kampung udah rame belum ?" saut Lian sembari berpegangan.


" Udah donk de kan udah banyak perantauan yang pulang juga ,ntar juga kamu bakal kaget .


Sedangkan Lian langsung masuk buat mandi ,rencananya dari rumah bibinya Lian buat berpamitan aku langsung persiapan di kontrakan.


"Mas gimana rencana mudiknya ?" saut ibu Lian lemah lembut.


"Ya Bu udah beres semua ko tinggal berangkat aja !" jawabku .


Hampir setengah jam aku nunggu Lian dan kami sempetin ngobrol" juga perihal persiapan pernikahan ku dengan Lian.Ternyata ibunya Lian seorang yang perhatian sekali ,sampai" aku di kasih bingkisan katanya tanda mata dari keluarga.Hal seperti itu udah tradisi di keluarga Lian .

__ADS_1


Setelah Lian keluar aku langsung berpamitan ,tetes air mata tak terbendung tatkala Lian berpamitan sama ibu dan bibinya .


Setelah semua selesai kami berdua berangkat menuju kontrakan ku ,di sana Ano sedang menunggu kedatanganku.


" Mas udah ambil uang buat di perjalanan apa belum?" saut Lian ketika turun dari motor.


" Belum de nanti aja sekalian cari makan buat berbuka!" jawabku dengan lembut sambil mencubit pipi Lian yang gemesin.


Hahaha Ano ketawa melihat kedatanganku .


" Sabar bro tinggal menghitung hari aja !" saut Ano sambil menertawakan kami.


"Mas aku mau telpon bibi di kampung ya !" saut Lian seraya menyenderkan kepalanya ke pundakku.


"Telpon aja de !" jawabku sembari mengelus kepala Lian yang di tutupi kerudung.


Terdengar obrolan Lian ,bibi dan si mbok ,Lian kelihatan begitu bahagia sekali sampai " teriak" sendiri.


Aku dan Ano cuma mendengarkan dan ikut senyum ,melihat kebahagian yang sedang Lian rasakan.


" Gimana no udah beli baju buat anak sama istri belum?" tanyaku sembari mengelap motor .

__ADS_1


" Belum bro rencananya nanti di kampung aja ,kan ada motor kamu ini jadi bisa kemana" !" jawab Ano yg ikut ngelapin sepeda motor juga.


lanjut bab berikut dahhhhh


__ADS_2