
Bab 45
Semua persiapan sudah selesai semua tinggal menunggu jam ke keberangkatan saja,rencananya sehabis isya kami bertiga bakal bertolak menuju kampung.
"De yuk cari buat berbuka dulu !" pintaku sembari memarkirkan motor.
"Ya mas tunggu pake kerudung dulu!" jawab Lian yang masih sibuk.
Hari ini aku gak berdua ada Ano yang ikut juga ,masalahnya hari ini rencananya kami bertiga mau buka puasa di luar.Seperti biasa Ano yang gak sabar udah nangkring aja di atas motor. Sekalian juga kami mau ambil uang buat beli bekal dan persiapan di jalan.
"Mang mau buka di mana no ?" sautku sambil senyum ke arah Ano.
" Dimana ya bro enaknya ?" jawab Ano balik nanya.
"Hadeh ditanya malah balik nanya?" imbuhku sedikit lemes denger jawaban Ano.
Setelah Lian selesai berdandan kami pun berangkat ,sampai aku ketemu pom bensin disitu juga ada ATM nya juga .Seperti biasa sebelum perjalanan jauh aku isi bensin dulu sampai penuh biar gak ribet di jalan.
" De tolong ambil uang dulu ,mas mau antri isi bensin dulu !" sautku sembari antri .
"Ya mas !" jawab Lian yang langsung jalan menuju ATM.
Setelahnya dari pom bensin kami lanjut cari tempat berbuka ,untungnya Lian tau tempat makan yang menunya komplit ,ada hidangan laut dan yang lainya.Harganya juga gak merakyat banget kata Lian .Akhirnya kami sampai juga di depan rumah makan ,wah ternyata lumayan juga tempatnya kalau di luar.
__ADS_1
Pas banget sampai di situ waktu berbuka kurang dari 15 menit lagi jadi kami gak harus menunggu lama. Lian yang udah berpengalaman langsung memesankan kami semua makan dan minumnya.
Tak lama menu yang kami pesan pun datang dan bareng juga sama suara adzan magrib yang berkumandang.Setelah membaca doa kami bertiga molai memakan hidangan yang udah ada di atas meja.Seperti biasa Ano kelihatan begitu lahap menyantap semuanya .Aku dan Lian cuma tersenyum melihat Ano kaya orang kesurupan cara makannya.
"Pelan" bro nanti keselek !" sautku sambil tersenyum.
Terlihat begitu bahagianya Lian hari ini ,dia sudah menunggu beberapa bulan buat hari ini ,pingin ngerasain sensasi mudik akhirnya kesampaian juga.
Selesai makan kami pun langsung bergegas balik ke kontrakan ,apalagi masih harus sholat Maghrib juga.
"De langsung ambil wudhu yuk sholat berjamaah !" pintaku sembari melepaskan helm yang Lian pake.
Sembari menunggu waktu sholat isya aku bantuin Ano mengikat barang bawaan yang lumayan banyak ke atas motor.
Begitu selesai sholat isya kamipun berangkat mudik ke kampung .Baru juga sampai jalan raya ternyata ramai juga orang yang mudik malam ini ,itu terlihat dari barang bawaan yang banyak di motornya .
" Mas itu juga mau pada mudik ya?" tanya Lian sembari berpegangan erat .
"Ya de itu juga mungkin satu arah sama kita!" jawabku fokus sama jalan.
Wah ramai juga gak perlu ngebut yang penting selamat sampai tujuan .Seperti biasa aku berkendara paling belakang ,aku gak mau di depan masalahnya bikin ngantuk.Dari arah kontrakan sampai Bekasi mungkin ada 10 sampai 11 motor yang jalan bersamaan terus .
Disitu Lian juga tak henti"nya bertanya dan ngajakin aku ngobrol terus .Mungkin karena baru pertama jadi Lian banyak bertanya.Apalagi sesampainya di Bekasi kota rombongan orang yang mau mudik bertambah banyak ,sekarang bukan puluhan tapi ratusan pengendara motor yang berada di depan kami.
__ADS_1
Lian bener " di bikin takjub sama pemandangan malam itu ,bahkan dia sampai teriak" kegirangan .Aku yang fokus sama jalanan cuma bisa tersenyum melihat tingkah laku Lian .Karena merasa pegel dan harus mengisi bensin lagi ,aku putuskan berhenti di pom bensin di daerah Pamanukan
Di situ juga udah ramai para pemudik yang sedang istirahat juga ,ya untungnya malam ini jalanan belum begitu macet jadi perjalanan lancar tanpa ada kemacetan.
"Mas ramai banget ya ?" tanya Lian sembari menyenderkan badannya ke bahuku.
"Ini termasuk belum ramai de !" jawabku yang sedang membuka air mineral.
Tak ketinggalan Ano juga berada di sebelahku juga ,kalau jalanan lancar gini paling jam 4 pagi kami udah sampai kampung ,itu juga kami jalan nyantai .
Setelah satu jam lamanya beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan .
Singkat cerita sekitar jam 2 pagi kami udah sampai di daerah Bumiayu ,ini lebih cepat dari perkiraan ku .Di situ kami beristirahat buat makan saur .
"Gimana de capai gak?" sautku sembari meluruskan kaki yang terasa pegal.
"Cape sih gak mas cuma pantat rasanya panas!" jawab Lian sembari membuka jaketnya .
Kami berhenti di sebuah warung makan khas Banyumas yang menunya ada ayam burus kesukaan ku,sengaja aku ajak Lian makan saur di situ biar Lian tau betapa enaknya ayam burus khas Banyumas...Terlihat Ano yang kelelahan ,buktinya dia langsung terbaring di lesehan yang ada di warung itu.
Perjalanan kami masih sekitar satu jam lagi baru sampai kampung, akhirnya kami putuskan kembali melanjutkan perjalanan.
__ADS_1