
Bab 49
Gak berasa udah 2hari aku di kampung ,tinggal 5 hari menuju hari dimana aku dan Lian akan mengucapkan janji pernikahan.Tinggal 2 hari juga hari raya idul Fitri bakal tiba .Seperti biasa semua orang molai sibuk mempersiapkan hari yang istimewa buat kami kaum muslim.
Tapi berbeda dengan keluarga besar ku mereka ditambah kesibukan karena harus menyiapkan pesta pernikahanku juga.
Pagi itu hari masih gelap tapi suara riuh ibu" yang sedang sibuk di dapur terdengar sampai kamarku,hingga bikin aku tak bisa lelap tidur .Suara canda tawa terdengar jelas ,karena mata yang sudah tidak bisa terpejam akhirnya aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar.
"Kenapa mas ganteng kok udah bangun ?" saut Lian mengagetkanku .
" Iya de mas dh gak bisa tidur!" jawabku sembari melangkah ke arah kamar mandi .
Setelah membasuh muka aku terduduk di teras ,sambil menikmati sejuknya suasana pagi .Biasanya kalau gak sedang puasa pasti udah ada secangkir kopi menemaniku.
"Mas dipanggil bibi tu!" saut Lian yang masih memegang sapu.
"Ya de !" jawabku sembari melangkah ke dapur dimana bibi berada.
Terlihat banyak ibu"yang sedang sibuk bikin kue dan peyek .
"Ya bi kenapa ?" kataku sambil bersandar di tiang.
__ADS_1
"Nanti siang ikut bibi ya sama Lian!" jawab bibi yang masih sibuk.
"Kemana emang bi?"tanyaku mendekat ke bibi.
"Udah gak usah banyak tanya tinggal ikut aja!" jawab bibi lagi.
Aku cuma bisa mengangguk gak berani banyak nanya ke bibi,apalagi bibi yang sedang sibuk bisa" aku kena semprot
Dengan senyum akupun melenggang keluar meninggalkan dapur,karena iseng aku ke depan lagi mau nemenin Lian yang sedang nyapu halaman.
"De cantik sini dulu mas pingin ngobrol!" saut ku sampai Lian kaget.
"Gak ada apa" ko de cuma lagi pingin ngobrol aja!" jawabku ngeledek Lian.
Akhirnya aku bisa ngobrol berdua lagi setelah 2 hari Lian di sibuk kan kerjaan di dapur .Masalah persiapan menjadi topik obrolan ku dan Lian .Disitu aku menanyakan kesiapan lahir dan batin Lian apa emang udah bener"siap apa belum,dengan tegas dan mantep Lian menjawab semua pertanyaanku ,sampai" aku kehabisan pertanyaan dan malah aku yang sekarang di serang pertanyaan oleh Lian.
"Mas sendiri gimana ?" tanya Lian sambil memainkan sapu yang di pegang nya.
"Oh jelas de mas dah siap lahir batin !" jawabku bikin Lian tersenyum dan mengucap terima kasih.
Terlihat Ano datang bersama anak dan istrinya.
__ADS_1
"Hayo ngapain bulan puasa ini!" saut Ano sesampainya di rumah.
"Gak ngapa"in bro cuma lagi ngobrol" biasa!" jawabku .
Lian yang seneng sama anak kecil langsung menggendong anak Ano yang udah akrab sama Lian ,sedangkan istri Ano bablas ke dapur membantu bikin kue.
"Gimana bro semua udah siap kan ?" tanya Ano yang masih duduk diatas motor.
"Insya Alloh dah semua bro !" jawabku singkat.
Aku berganti ngobrol sama Ano ,sedangkan Lian sedang asik menggendong anak Ano di halaman .
"Gak kerasa ya bro kalau di kampung !" saut Ano sembari duduk di sampingku.
"Apanya no ?" jawabku ke Ano.
" Ya puasanya lah emang apalagi!" jawab Ano kesel.
"Emang kami puasa no,kemarin ke pasar pasti batalkan puasanya?" kataku meledek Ano.
"Hehehe tau aja loe bro !" jawab Ano manggut".
__ADS_1