Mencintai Gadis Keturunan

Mencintai Gadis Keturunan
Lian semakin di kenal warga


__ADS_3

Bab 48


"De mau ikut mas gak ke makam?" tanyaku sembari membawa sapu dan bunga.


"Mau mas !" jawab Lian bergegas menyusul aku dan adekku.


Kami bertiga berjalan menuju makam ,waktu itu jam 3 sore untungnya Lian udah selesai masak ,tiga hari lagi lebaran dan lima hari lagi acara pernikahanku dengan Lian .Sepanjang perjalanan menuju makam tak sedikit warga yang menyapa kami bahkan ada juga yang sampai menghentikan kami karena penasaran sama Lian calon istriku.


"Wah mba Lian sekarang terkenal mas !" saut firman sambil tersenyum meledek mba nya.


"Ah bisa aja kamu dek !" ujar Lian sambil merangkul adekku.


Lian emang udah seperti keluarga dia bener" udah gak ngerasa seperti orang lain .Sesampainya di makam bapak aku langsung membersihkan area makam dan menaburi bunga tak lupa juga kami mengirimkan doa ,meminta restu biar acara nanti lancar. Sepulangnya dari makam suasana rumah yang semakin ramai bener" membuatku betah .


"Mas mau langsung sholat ?" tanya Lian di depan rumah.


"Ya de kan udah waktunya !" jawabku setelah mengambil air wudhu.


"Tunggu mas bareng Ian !" imbuh Ian berlari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Selesai sholat aku langsung menemui pamanku yang sedang asik ngobrol sama tetangga yang lain .


"Gimana Yo dah siap kan lima hari lagi loh!" saut paman sembari tersenyum.


"Insya Alloh man !" jawabku singkat .


Sambil menunggu waktu berbuka ,kami ngobrol " di bawah tenda pesta ,terlihat Lian yang curi" pandang kalau aku meliriknya ,dia sedang asik ngobrol sama ibu" yang lagi bikin kue.


"Mas ni hp nya ada yang telpon!" saut firman berlari.


Tumben pak Niko telpon.


"Gak papa mas ,cuma pingin tau kabar keluarga sama persiapannya aja !" jawab pak Niko kalem.


"Alhamdullilah pak keluarga di kampung sehat semua,kalau persiapan dah selesai semua pak tinggal nunggu hari H nya !" jawabku lagi.


Selesai telpon aku kembali lanjut ngobrol" lagi,Apalagi waktu berbuka tinggal 1 jam lagi .


"Mas sini bentar !" saut Lian memanggilku.

__ADS_1


"Ya de kenapa !" jawabku yang tidak beranjak dari duduk.


Karena penasaran akupun datang ke Lian ,ternyata Lian minta dianter ambil bakso yang sudah di pesen ke tempat pak Lik .Akupun langsung anter Lian ke kios bakso milik pak Lik.


Maklum kami calon pasangan baru di kampung ,sore itu jalanan juga begitu ramai orang pada ngabuburit ,jadi banyak tetangga dan temen yang nyapa kami sepanjang perjalanan.Bahkan tak sedikit temenku yang ngeledek aku juga .


"Emang pesen berapa porsi de ?" tanya ku setelah sampai di kios bakso pk Lik.


"20 bungkus mas ,kan mau buka bersama !" jawab Lian sambil senyum .


Sore itu kios bakso paman terlihat begitu ramai ,banyak orang yang sedang menunggu berbuka di situ banyak juga yang beli di bawa pulang.


Aku cuma nunggu Lian di atas motor ,sedangkan Lian masuk ambil pesenan .


"Gimana de udah ?" tanyaku memarkirkan motor.


"Udah mas ,kata Bu Lik di kasih bonus lima bungkus !" jawab Lian senyum bahagia .


Karena gak ada yang di cari lagi kami langsung pulang ,apalagi sebentar lagi buka puasa.Ternyata sesampainya di rumah keluarga dan tetangga udah pada kumpul .Sore ini emang Lian ngadain buka puasa bareng buat ibu " yang dari pagi bantuin bikin kue ,ya lumayan banyak juga .

__ADS_1


Terlihat juga Ano sama anak istrinya juga udah datang di situ .Aku malah gak tau kalau mau ada acara buka bersama ......


__ADS_2