Mencintaimu?

Mencintaimu?
part 4


__ADS_3

Pria itupun keluar dan melihat keadaan mobilnya, ketika ia menuju kedepan mobilnya betapa terkejudnya ia. Seorang gadis telah terduduk lemas dan sdng melihat kearah ban yang ada didepannya itu.


Lalu ia pun bergegas kegadis itu... dan bertanya..


"maaf ini salah supir saya, apa anda baik baik saja?, maafkan saya saya mewakili supir saya." ucap pria itu ikut jongkok melihat wanita itu yang sedari tadi diam dan melihat kearah ban tipis yang sepertinyaitu adalah ban sepeda pancal.


"umm... nona.. nona anda tidak apa2?" pria itu bingung melihat gadis tersebut hanya diam dan menunduk melihat ke ban tersebut.


"nona?"


"nona?"


"nona anda baik baik saja?"


lalu chae pun tersadar dan segera melihat kearah sumber suara yang sedari tadi memanggilnya.


Saat chae melihat mata pria itu, sepertinya mata itu terasa familiar baginya, apa dia pernah bertemu sebelumnya? kenapa ia merasa familiar terhadap mata itu?.


"nona?, apa anda baik baik saja?, apa perlu saya bawa anda kerumah sakit, maafkan supir saya karna kelalaiannya ia jadi menabrak anda." ucap pria itu yang sedari tadi minta maaf kepadanya.


"eh tdk apa apa kok, tdk ush repot2 saya baik baik saja(beranjak berdiri)awww" chae yang merintis kesakitan, kenapa ia keaakitan?


Aaah sepertinya ia terluka, ia terluka pada bagian lutut dan siku, luka itu agak dalam dan terlihat darah chae terus mengalir.


"nona anda terluka sepertinya saya harus bawa anda kerumah sakit." ucap pria itu yang melihat kearah luka gadis itu.


"tidak tidak, ini hanya luka kecil kok tidak perlu separah itu, saya lap dgn kain juga akan..." karna pria itu tidak tahan dgn keras kepala gadis ini, dia pun langsung membopong tubuh gadis itu dan memasukan gadis itu dimobilnya.


Melihat itu pak choi bingung, ia tidak pernah melihat direkturnya membopong maupun berbicara kepada wanita, tetapi kenapa hari ini detik ini menit ini jam ini, knp direkturnya membopong seorang wanita dan memasukannya dimobil kesayangannya ini. Jangankan membopong menyentuh wanita saja tidak pernah, hanya bersalaman lalu ia cepat2 melepaskannya.


Setaunya, bila ada seseorang selainnya masuk kedalam mobil kesayangannya dia tidak akan mengampuninya dan akan mencabik2 dia hingga tewas tanpa ampun, tetapi kenapa kini tuannya yang setia pada sifat itu tiba2 membopong wanita dan memasukkannya kedalam mobil?, kemana sifat yang dimiliki tuannya?, apa musnah begitu saja?. Tuannya juga bersikap lembut dan manis pda wanita itu, perasaannya kini bercampur aduk antara senang karna tuannya akhirnya takhluk kpd wanita dan sedikit bingung.


"pak choi, tunggu apa lagi?, kau tidak lihat luka gadis ini berdarah dan darahnya terus keluar, apa kau tdk ingin selamat?!" pria itu menyadarkan pak choi yang sedari tadi beradu pertanyaan pada pikirannya itu.

__ADS_1


"ba... baik direktur." pak choi pun segera mntacapkan gasnya dan tanpa tuannya beri tahu ia sudah tau kemana tujuannya kini.


owlh jadi dia direktur, tapi kenapa aku merasa tidak asing kpd mata itu?, apa kita pernah bertemu sebelumnya?, apa dia tau siapa lelaki yang dipanggil 'direktur' ini oleh pak supir yang ia panggil 'pak choi'?, tapi aku tidak merasa kalau kita pernah bertemu sebelumnya, entah kapan tapi... ahh berhentilah melamun chae dan perhatikan sekitarmu.


Lamunan chae buyar karna pria itu mengatakan sesuatu tntng luka.


"nona, sebaiknya luka ini dicegah menggunakan kain ini, supaya darahnya tidak mengalir begitu deras, jika ini tidak dicegah maka anda kekurangan darah dan mengakibatkan darah rendah dan anemia, mudah lelah dan energi yang gampang terkuras." ucap pria itu seperti perawat yang memberi solusi kpd chae.


"umm..."


lalu setelah membalutkan kain pada lutut dan tangannya pria itu segera menjauhkan tangannya dari tubuh gadis ini.


"ahh maaf, saya telah lancang, maaf tpi saya telah belajar sedikit tntng luka seperti ini dari buku2 yang saya baca, dan kebetulan anda yang terluka jadi saya hanya mencobanya saja." tanpa rasa bersalah pria itu berkata secara blak2an, membuat chae mengolok2 pria yang dihadapannya ini kedalam hatinya.


oohh ternyata kebaikannya ini hanya fake(palsu)saja, dia menggunakan aku sebagai bahan prakteknya saja apakah begitu, benar benar ga tau malu, lihat wajahnya yang tidak bersalah sedikitpun itu benar2 memalukan.


"terima kasih tuan, tapi sepertinya anda tidak perlu berlebihan membawa saya kerumah sakit segala☺." chae tdk mau mengalah.


lah sapa juga yang bilang ngerepotin, kapannnn aku bilang, ni orng kek... kek dikit miring kali ya.


"ha ha ha ha" tawaan yang tidak ikhlas keluar dari mulut chae, melihat pria yang ada dihadapannya ini sedikit lbh tdk waras darinya.


setelah sekian lama mobil itu berjalan, dan membuat chae hanya duduk diam tdk melakukan apa2 karna ia merasa tdk nyaman, membuat pantatnya sedikit nyeri karna kelamaan duduk tenang didalam mobil.


Pak Choi, Kim Chae kyung, dan pria yang disebut 'direktur' ini keluar dari kendaraan dan segera masuk kerumah sakit tersebut.


tetapi karna kakinya yang terluka, chae tdk bisa berjalan saat berjalan ia terpincang2 dan membuat ia tak nyaman, lalu tiba2 dari arah samping pria itu lagi2 membopongnya lagi, lagi?!


"ahh maaf tuan, saya tidak apa2 tolong turunkan saya, bisa2 tuan bisa kerepotan." agak ada perlawanan sedikit dari chae.


"nona, maaf saya telah lancang, tapi saya hanya membantu sebisa saya untuk mengganti rugi karna tubuh anda lecet karna kelalaian karayawan saya."


Mendengar itu, pak choi menunduk karna merasa bersalah terhadap apa yang dialami gadis yang dibopong tuannya itu.

__ADS_1


"tdk apa apa kok--" tiba tiba suster datang dan langsung menidurkan chae di bad cover yang dibawa suster satunya lagi.


chae kebingungan, bad cover itu didorong oleh suster tersebut dan diikuti dgn pria dan pak choi itu.


***


setelah dokter mengobati...


"Tuan, sepertinya ini tindakan anda?, benar begitu?" tanya dokter itu sembari mengobati chae.


"tentu saja bnr tindakanku😏" dgn penuh percaya diri dia berkata.


"iya tuan, tindakan anda sangat tanggap dalam pencegahan ini, sehingga darah yang tadinya mengalir secara perlahan berhenti karna anda ikat menggunakan kain ini, ikatan yang anda gunakan juga tidak terlalu kuat tidak terlalu longgar sehingga pas untuk mencegah darahnya keluar." ucap dokter dengan hati2.


Krna yng dihadapannya saat ini adalah anak dari pemilik rumah sakit ini sekaligus pemilik perusahaan GY. JAE LINE juga direktur diperusahaan itu, yang katanya itu pemilik beberapa rumah sakit dinegara ini, dan perusahaan itu kini sedang naik daun. Dan setau dia(dokter) perusahaan itu terkenal hingga keluar negri atau bisa juga dibilang seluruh negara. Wahh hebatnyaa.


"baiklah aku tau aku tau, sekarang pergilah, terima kasih telah mengobati dia."


"baik saya permisi." dokter itu pun pergi.


tetapi sedari awal dari ia diobati dokter itu, chae hanya diam dgn pikirannya sndiri.


apa yang tlh dilakukan pria itu?, sehingga membuat suster datang tanpa bertanya sebab dia membopong chae. Apa dia melakukan sihir atau semacamnya seperti yang ia lihat di film film?, apa dia beneran manusia?, atau dia manusia jadi2an?


lalu chae memegang pipi pria itu dan hanya memastikan apa dia benar manusia atau penyihir.


sedangkan pria itu kebingungan dibuatnya, knp tdk ada penolakan ketika wanita ini menyentunya, apalagi dia memegangnya tanpa ada izin darinya terlebih dahulu. Ia kebingungan dan tiba2 ada bunyi dari ponselnya menandakan meetingnya hari ini, sontak chae langsung melepaskan tangannya yang tanpa ia sadari tlh memegang orang sembarangan.


"hei ingat, ini kartu namaku, carilah aku bila kau membutuhkan sesuatu, asalkan satu, jangan melaporkan ini kpd polisi atau aku akan menuntutmu balik." ancam pria itu kpd chae.


pause...


happy readingg^^

__ADS_1


__ADS_2