Mencintaimu?

Mencintaimu?
part 5


__ADS_3

sontak dari kejadian itu, chae terkejud dgn apa yang dia dengar, setelah memberi kartu nama, pria yang tidak jls asal usulnya itu pergi tanpa mengantar chae sekalipun.


lalu pak choi berjalan menemui chae yang duduk tercengang itu.


menjelaskan sesuatu yang tdk ia mengerti.


"nona, anda telah lancang mempengaruhi tuan saya, anda sudah membuat tuan berubah drastis, hari ini tanpa sadar dia tlh membopong nona dan mengizinkan anda masuk karna anda terluka. Anda sengaja kan membuat fake blood itu agar tuan bisa mendekati anda?, iya kan? dan anda mencari kesempatan untuk memegangnya juga?, apa anda mencuri kesempatan dalam kesempitan?. Lihatlah anda nona, sifat anda tidak sepolos wajah anda, anda sangat licik, sama seperti wanita lain yang mencoba merayu dan mendekati tuan, dan saya tdk akan ikut campur dalam masalah itu, tetapi lihatlah nnti, tuan akan berbuat sesuatu kepadamu kelak, dgn memberikan kartu nama ini, saya hanya heran knp tuan sangat jinak kpd anda, sedangkan kpd wanita lain dia tdk seperti yang dilakukan hari ini berbuat baik kpd orng asing. Itu saja saya permisi nona selamat siang.. dan.. satu hal lagi semoga hari tuan tidak sial seperti sekarang!!" pak choi pun pergi meninggalkan chae sndirian.


Chae hanya terdiam karna perkataan pak choi itu, chae terdiam bukan karna ia ingin menangis, sedih, atau semacamnya, bukan itu melainkan dia bingung dgn apa yang terjadi barusan dan chae berusaha mencerna apa yang dikatakan pak choi tapi itu tdk berhasil otaknya tdk bisa mencerna dgn baik apa yang dikatakan pak choi barusan.


dan dia bingung terhadap lelaki barusan yang dipanggil 'direktur' oleh lelaki yang bernama pak choi itu. Dalam hati dia mengutuk pria itu dgn celahan dn ocehan chae dalam hatinya, bagaimana nasibnya sekarang, perjalanannya sudah jauh dari rumah dan beberapa menit yang lalu dia ditabrak oleh pria yang menurutnya sangat familiar, dan dgn sifatnya itu dia sangat egois bagaimana nnti saat dia pulang, saat pulang ia naik apa?, uang yang berada ditasnya kini hilang, lebih tepatnya tas yang ia gunakan rusak semua isi tas seperti bekal dompet dan lainnya hilang.


bagaimana ini, aku pulang pake apa, sepedaku sudah rusak dan pria angkuh itu pergi begitu saja tanpa memperdulikanku yang sendirian.


lalu datang seseorang yabg chae tak tahu itu siapa, tapi yang pasti seorang itu berjalan menuju dirinya yang sdng duduk melihat luka yang ada dikaki dan tangannya itu.


"permisi nona, apa anda nona yang tadi?" tiba2 seseorang bertanya seperti itu kpd chae.


chae pun terkejud sekaligus bengong melihat pria paruh baya yang menemuinya.


"maaf anda siapa?, saya tidak kenal dgn anda?"


pria tersebut pun memperkenalkan dirinya. Setelah usai...

__ADS_1


"baiklah saya sudah memperkenalkan diri, dan mohon maaf direktur ingin bertemu dengan anda mohon ikut saya." pria itu menyuruhnya mengikutinya.


"maaf tuan, saya menolaknya." meskipun menolak tetapi chae masih menolak dgn sopan.


"nona.. mohon kerja samanya bila anda menolak dgn terpaksa saya akan memaksa anda." pria itu memegang tangannya.


"tdk tdk, ... hahh baiklah aku ikut tapi aku mohon jangan sentuh aku." chae pun beranjak dari duduknya dan mengikuti pria itu dari belakang.


rasanya chae ingin kabur saja dan melarikan diri dari pria paruh baya itu. Tapi sesuatu membuat chae bertanya. Siapa pria ini?, untuk apa ia menjemputnya?, siapa yang ia sebut 'direktur'?, apakah pria itu?, atau seseorang yang ia tdk kenal?, berbagai macam pertanyaan membuat chae berfikir keras.


"silahkan masuk nona." pria itu menyuruhnya masuk mobil dan membuka pintu mobil untuknya.


seketika dalam perjalanan chae melihat disekelilingnya, melihat dari arah jendela, juga melihat pemandangan luar, sepertinya jalan itu nampak familiar juga baginya. Kenapa semua hal yang bertemu dgnnya hari ini sangat terasa familiar sekali. Mulai dari mata seseorang lelaki sombong nan arogant itu, sifatnya yang familiar dan jalan yang ia lewati saat ini.


lalu sekian lama chae terbanam dipikirannya ia pun mulai menutup mata yang berarti ia mulai mengantuk, ia pun bersandar dijendela mobil dekatnya ia duduk.


Waktu berjalan begitu cepat mobil itupun berhenti. Karna hal itu chae pun terbangun dari tidurnya.


"nona apakah anda sudah bangun?" tanya pria baya yang mengemudi mobil tersebut.


"ahh maaf saya tertidur sembarangan, dimana saya sekarang tuan?" tanya chae yang setengah sadar itu.


"nona akan tau dgn sendirinya nnti, mari ikut saya nona." pria itu mempersilahkan wanita itu untuk mengikutinya menemui direkturnya.

__ADS_1


lorong yang chae lewati begitu panjang hingga ujung, butuh waktu untuk sampai keujung lorong itu, entah kemana pria yang didepannya ini, bagaimana kalau pria ini berniat jahat dan menculiknya?, bagaimana kalau dia tidak akan bisa menemui eomma nya?, apa mungkin itu akan terjadi?, bagaimana nanti kedepannya?, pikiran itu mulai menguasai chae, pikiran buruk mulai memenuhi isi otaknya.


setelah sekian lama mereka berjalan tibalah mereka disuatu ruangan yang jauh dari lorong itu, ruangan itu terletak disebelah kiri dan diseberang terdapat ruangan lagi, sepanjang lorong chae melihat begitu banyak ruangan dgn pintu yang tertutup, entah apa yang ada didalam.


chae tidak akan penasaran karna tidak tertarik dgn pintu ruangan itu. Yang membuat penasaran adalah kenapa ia diantar oleh pria itu keruangan yang ia temui skrng dan siapa pria dibalik kursi itu, ada seseorang yang duduk dibaliknya.


"direktur, saya sudah membawa wanita yang anda suruh?" ucap pria itu dgn membungkukkan sedikit tubuhnya.


"baiklah kau boleh pergi sekarang." ucap seorang pria dibalik kursi direkturnya.


apakah yang disebut 'direktur' itu pria yang menabrakku atau... seseorang yang tidak aku kenal?


suaranya terdengar sangat familiar bagiku, apakah dia pria arogant itu?


tanya chae yang membuatnya ingin memutar kursi itu dan ingin melihat wajahnya, ingin rasanya bila apa yang ia pikir benar rasanya ia ingin menjambak dan mencabik2nya hingga ia puas tapi ia takut ia akan melakukan kesalahan yang membuat dirinya rugi.


"tuan, maaf kenapa saya dibawa kesini?, apa kita sudah bertemu sebelumnya?, apa yang membuat kita bertemu?, atau saya membuat suatu kesalahan besar hingga saya dibawa kemari?" ucap chae dgn formal, begitu banyak pertanyaan hingga ia meluapkan pertanyaan itu kepada lelaki tersebut.


lalu seseorang dibalik kursi itu pun berputar mengahadap chae dan siapakah itu...


jeng jeng jeng...


ett bentar dulu, skip yak hehe dah all😚

__ADS_1


__ADS_2