
"hemm harum makanan.. apa kau yang masak nak?" tanya jen pada anaknya.
"iya eomma.. sesuai yang aku katakan tadi.. eomma silahkan makan aja.. terus siap2 untuk berangkat.." ucap chae pada eommanya.
"baiklah nak.. maaf eomma hari ini tak bisa masak untukmu dan tak bisa bangun pagi.. maaf nak..😔"
"eomma.. sudahlah.. biarkan chae yang memasak hari ini.. biarkan chae memasak sekali2 untuk eomma." chae yang melihat eommanya sedih, dia tak kuat melihatnya.
"sudahlah eomma.. makan saja.. nanti keburu dingin lho.. sebenarnya chae sengaja tak membangunkan eomma soalnya chae tau eomma pasti kelelahan.. chae juga hanya ingin memasak sesuatu aja hehe." bujuk chae yang sedikit mengalihkan pembicaraan agar eommanya tak merasa bersalah lagi.
"haha baiklah nak."
setelah beberapa menit sarapan.. chae mendapat telpon dari nomor seseorang yang tak dikenal.. entahlah itu siapa yang pasti chae langsung mengangkat dan menjawabnya.
"halo siapa ya?"
"kalau kamu ingin bekerja.. datanglah kealamat yang ada pada kartu itu.. aku tunggu 20 menit kalo kau sampai datang terlambat atau tak datang maka perjanjian kita batal dan kau tak bisa menemui ayahmu."
"ehh.. tapi--"
tuttt
"yahh kok dimatikan.." chae melihat ponselnya sembari menunduk.
melihat itu jen jadi ingin bertanya siapa yang ia telpon barusan.
"siapa nak?" tanya eomma yang penasaran barusan siapa yang menelpon anaknya.
"ahh bukan kok eomma... eomma pakai naik bis saja ya.. soalnya sepedanya rusak dan tak bisa dipakai lagi:(.. maaf eomma😔" chae yang tak sengaja merusakkan kendaraan mereka satu2nya.
"iya nak.. tak apa2 kok.. nanti kalau eomma sudah digaji eomma akan membelikan sepeda yang lebih bagus dari itu.. lagian kau tak kemana mana kan?, kalau tak kemana2 jagalah rumah dengan baik" ucap jen membujuk anaknya agar tak sedih.
aku tidak boleh bilang kepada eomma bahwa aku dipanggil di kantor oleh lelaki itu.
"chae?"
"eh.. umm iya eomma chae tak kemana2 kok.. chae hanya dirumah hehe.." chae yang mengatakannya setelah berpikir sejenak.
__ADS_1
"baiklah.. kalau begitu eomma selesai makan.. mau eomma bantu cuci piringnya?"
"ahh tak usah eomma.. biar chae saja.. nanti eomma malah terlambat kerjanya.. berangkatlah eomma.. carilah uang yang banyak.. daahh eomma😊." ucap chae yang mendorong eommanya agar cepat berangkat.. agar dia juga bisa berangkat kekantor yang dikatakan oleh lelaki itu.
lalu berangkatlah eommanya... tampak jauh eommanya pergi chae langsung meninggalkan rumah setelah membereskan piring tapi dia tak mencucinya.. dia harap nanti pas datang dia duluan sebelum eommanya datang.. jadi dia ada peluang untuk membersihkan piring2nya.
tetapi saat ia keluar pintu.. tiba2 mobil berhenti didepannya.
eh.. apa ini.. kenapa ada mobil yang berhenti didepan rumahku.. perasaan aku tak pernah memberi tahu rumahku sama siapapun deh.. tapi ini kok... entahlah siapa pun orang yang didalamnya aku tak akan peduli.
saat chae hendak pergi seseorang yang berada didalam mobilpun keluar dan menampakkan dirinya.. dan dia adalah...
"pak choi?, itukah anda?"
"tentu nona.. ini saya saya diutus tuan untuk menjemput anda.." pak choi yang agak tidak senang karna melihat penampilan wanita ini dan juga melihat rumahnya sangat jauh dibawah tuannya.. sebenarnya ia tak tahu watak tuannya ini bagaimana.. terkadang ia kencan dengan wanita kaya.. terkadang wanita sewaan.. tapi.. saat ini.. entahlah sepertinya ini bukan haknya untuk ikut campur.
"maaf nona tak ada penolakan harap anda ikut saya.. atau terpaksa saya memaksa anda untuk ikut saya😏"
lalu tanpa kata2 lagi chae langsung ikut dengannya.. padahal sebenarnya ia tidak ingin merepotkan pak choi lagi.. tetapi mau gimana lagi.. dia hanya diberi waktu 20 menit untuk sampai kesana.. bila ia menaiki bus.. butuh waktu yang cukup banyak agar bisa sampai diarah tujuannya itu yaitu kantor GY.JAE LINE itu.
sebenarnya pak choi sangat ingin membuat tuannya menghukum wanita ini karna membuang2 waktunya untuk menunggu wanita ini.. tapi kalau wanita ini dihukum dia juga bakal dihukum karna ia yang telah ditugaskan menjemput wanita ini dan mempercepat mobilnya. Lalu tanpa disuruh pun ia melajukan kecepatan mobilnya dan sudah 18 menit diperjalanan.. sampailah mereka diperusahaan GY.JAE LINE.
karna sudah tak ada waktu lagi pak choi dan chae berlari2 an kearah lantai 18 tempat dimana kantor direktur itu.
skip
sampailah mereka dikantor tapi sayangnya mereka terlambat 10 menit.
"tuan saya sudah menjemput wanita yang anda inginkan.. hahhh.. hahh.. hah.." pak choi kecapekan karna habis berlari.
"lihat ini.. jam berapa.. aku sudah menyuruhmu untuk cepat!!, kenapa kau masih tetap terlambat!!, katakan cepat!!" direktur itu sudah marah.. karna waktunya sudah terbuang untuk menunggu mereka.
"ma.. maaf tuan.. sa.. saya tak sengaja.. perjalanannya tadi sedikit mac--" belum selesai sudah terpotong oleh direktur itu.
"diam!!, hahhh.. oke pergilah!, nanti saja aku mengurusmu.. pergilah!" direktur itu menyuruh pak choi untuk pergi dgn nada yang memendam emosi.
"ba.. baiklah tuan.. saya permisi." pak choi pun tanpa berkata lagi langsung pergi dan segera menutup pintu tanpa disuruh pun.
__ADS_1
tinggal lah chae seorang dan direktur itu.. chae bingung kenapa direktur(calon suami?) itu tak langsung menyuruh chae saja untuk bekerja disana sesuai perkataannya?.. atau ia sendiri saja yang langsung bekerja disana.. toh dia juga calon istri direktur itu. Tapi chae sadar kalau dia hanya orang lain yang diangkat menjadi calon istrinya.. jadi ia mengurungkan niatnya untuk tidak ceroboh. Lalu chae pun bertanya...
"tuan.. apakah saya boleh langsung bekerja?" tanya chae yang ingin langsung saja bekerja karna ia membutuhkan uang.
direktur itu diam sejenak lalu menjawab sambil berjalan menuju chae...
"tidak wanita!.. kau tidak boleh bekerja!, karna kau akan segera menjadi istriku.. aku tidak ingin calon istriku bekerja lalu kelelahan.. dan aku hanya beralasan saja mengenai telpon tadi.. lalu kita akan pergi kesuatu tempat.. dan.. kau telah terlambat 10 mnit wanita.. aku akan menghukummu mengenai itu!" ucap direktur yang memegang dagu chae dengan tatapan yang agak mendelik.
"ma.. maaf tuan.. ak.. aku akan menjelaskan--" ucap chae yang agak sedikit takut.
lalu tanpa kata lagi mulut chae ditutup oleh mulut direktur itu.. direktur itu ******* mulut chae.. dan chae tiba2 terkejud bukan main..
Ia berusaha memberontak tapi tak berhasil.. tubuh pria itu terlalu besar untuk dilawan. Pria tak mau melepaskannya bibirnya masih bermain dengan bibir chae.. direktur itu merasakan rasa manis pada bibir itu seperti ia menjilat permen.. makanya ia tak mau melepaskan bibir chae..
lalu pria itu melepaskan ciumannya yang panas itu menurutnya.. ia tak pernah mencium bibir yang manis seperti ini.. bahkan mantan kekasihnya saja tak semanis bibir chae.. direktur itu menganggap hubungannya sudah berakhir karna ia sendiri yang ingin mengakhiri semuanya.. tentu saja ada alasan tersendiri.. tapi author tak ingin membahasnya dulu hehe.
"wanita ini hukumanmu karna terlambat selama 10 menit.. ini baru 5 menit.. dan hukuman 5 menitnya yang lain.." ucap direktur muda itu.
umurnya tak beda jauh dari chae.. umur chae saat ini memasuki 20thn.. sedangkan lelaki itu 25thn.. jaraknya hanya 5 tahun kan..
"ma.. maaf tuan.. anda jangan seperti itu kepada saya.. juga maafkan saya--" belum sempat menyelesaikan kata2nya sudah terpotong oleh lelaki itu.
"seperti apa wanita?.. baiklah sebelum pergi kesuatu tempat lakukan sesuatu untukku!.. sebagai sisa hukumanmu😏" ucap pria itu dengan santai.. ia memikirkan hal yang licik saat ini xixixi.
"ap.. apa tuan.. asalkan anda jangan membatalkan apa yang sudah kita janjikam diawal.. anda tahu kan saya ingin sekali bertemu dengan ayah saya😢." ucap chae yang sedikit berharap agar bisa bertemu ayahnya tersayang.
"aku akan memanfaatkan kesempatan ini saja hahaha.. dasar wanita polos🙄"
"baiklah... cium bibirku selama 5 menit.. bagaimana?" ucap direktur itu.
"ap.. apa?.. apa tidak bisa yang lainnya tuan.."
ett jeda dulu..
bye all
__ADS_1