
saat ini chae telah sampai pada tujuan, dimana tujuannya saat ini adalah pulang... tetapi chae minta pak choi agar diturunkannya didepan gang saja, karna chae tidak ingin pak choi tahu bahwa rumahnya sangat kecil dan kumuh... apalagi pria itu.
"baiklah pak choi terima kasih, semoga anda selamat sampai tujuan^^." chae yang ramah kepada pak choi tetapi pak choi hanya memberikan senyum kecut kepada chae. Tetapi chae tidak mempermasalahkan hal itu sembari pal choi pergi chae pun memasuki gang itu lalu pulang kerumah.
***
"eomma, Chae pulang..!!" Chae memberi tanda bahwa ia sudah pulang.
"selamat datang nak, kenapa kau tidak bisa eomma hubungi?, kemana ponselmu pergi... dan kemana tas yang kau bawa tadi juga kenapa kau berantakan seperti ini?" tanpa henti eomma nya bertanya kepadanya. Sebenarnya pertanyaan itu mudah baginya untuk ia jawab tapi saat ini ia tidak ingin bicara kpd siapapun meskipun itu eommanya.
Tanpa menjawab chae langsung nyelonong masuk kamar, membuat eomma mengomel tanpa henti tapi itu tak dihiraukan chae. Chae hanya ingin cepat2 tidur dan melupakan semua kejadian hari ini. Tetapi sebelum tidur ia membersihkan diri... tetapi saat ia dikamar mandi ia merasa bersalah kepada eomma nya karna telah mengabaikannya tadi, apakah eomma marah?, jawaban apa yang pantas untuk menjawab pertanyaan eommanya tadi?, apakah perlu ia membicarakan masalah hari ini kepada eommanya?, apa perlu ia berkata jujur bahwa ia akan menikah kepada lelaki yang ia tak kenal?, akkhhhh chae bingung harus apa skrng.
***
Sembari mandi ia memutuskan untuk keruang makan menemui eommanya dan ingin makan chae sangat kelaparan hingga tadi.
"eomma(sambil menunduk), chae lapar." ingin rasanya ia menangis dan memeluk eommanya mengatakan sebenarnya yang terjadi hari ini. Tapi apalah dayanya yang tak berani melakukan hal itu meskipun ia menginginkannya.
"baiklah makan sana!, dimana bekalmu yang eomma buatkan tadi?, apa sudah habis?" tanya eomma.
"hiks... (sambil menunduk)" chae tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dan ia tak bisa membayangkan bagaimana kalau eommanya tau kalau... akhh itu membuatnya ingin memeluk eommanya.
"Chae kau kenapa?, apa sesuatu terjadi kepadamu?, siapa yang membuatmu menangis?, apa eomma?, maafkan eomma nak eomma tak bermaksut untuk membuatmu nangis." tanya eomma sambil berjalan menuju anaknya... tiba2... chae langsung memeluk eommanya dan menangis sejadi2nya, ia tak bisa menahan semua yang terjadi hari ini.
__ADS_1
"huaaaaa... eommaaaaaa huhuhuhuhu😭😭😭." chae menangis sejadi2nya.
"eh eh.. kau kenapa nak?"
"eomma maafkan chae tadi... tadi chae mengabaikan eomma dan masuk begitu saja, hiks... banyak kejadian hari ini yang menimpa chae eomma... huhuhu.. tadi chae ditabrak oleh seseorang pria yang menurut chae tidak kenal hingga membuat.. hiks chae terjatuh dan.. hiks yang lebih parahnya lagi... hiks.. sepeda chae rusakk... huhuhu.. huaaaaaaa😭😭." chae menangis dan akhirnya ia menceritakan hampir semuanya tetapi ia tidak menceritakan dengan detail sampai akhir.
eomma melepaskan tubuh chae darinya lalu bertanya...
"apa!?, kau ditabrak?!, siapa yang menabrakmu?, katakan pada eomma!, akan eomma hajar pria itu!" dgn penuh emosi eomma mengatakan hal itu, ibu mana yang tega melihat anaknya menderita seperti yang dialami chae.
"ti.. tidak eomma jangan!(memeluk eomma lagi), chae mohon.. hiks.. jangan pergi... biarkan chae bersama eomma.. huhuhuhu"
"hahhh baiklah nak, lepaskan eomma dulu dan minumlah segelas air agar dirimu merasa tenang." bujuk eomma kepada anaknya.
"baiklah nak, coba kau ceritakan kejadianmu hari ini, dan eomma akan mendengarkan juga eomma tidak akan memotong ceritamu." kata eomma membujuk agar chae menjadi lebih tenang dan mau cerita.
"hiks.. begini eomma.. tadi pagi itu chae bersepeda dipinggir jalan entah apa yang membuat chae melamun sehingga tidak melihat ada mobil yang melaju dgn cepat didepan dan membuat kita bertabrakan sehingga sepeda chae terpentak jauh dan menyisahkan ban chae saja didepan chae, lalu entah dari mana luka ini(menunjukkan luka itu) muncul tadi pria itu sempat membawa chae kerumah sakit padahal chae sdh bilang bahwa tidak usah repot2 membawa chae ke rs segala, tetapi pria itu malah memaksa dan akhirnya chae pun dibawa kerumah sakit. Selesai diobati pria itu meninggalkan chae dan memberikan kartu nama ini... beberapa menit setelah pria itu pergi pria lainnya datang menemui chae dan berkata bahwa pria yang menabrak chae itu adalah direktur perusahaan GY.JAE LINE(memberika kartu itu) eomma bisa melihatnya sendiri... lalu kami pun bertemu untuk kedua kalinya disebuah ruangan pribadi seperti kantor direktur itu.. kami berbincang dan pria itu mengatakan bahwa ia tahu keberadaan aboeji eomma." jelas chae kepada eommanya lalu tiba2...
Eomma terkejud setelah mendengar abeoji dari mulut anaknya... karna setaunya suaminya(park jae) itu meninggalkan mereka tanpa memberikannya apapun, yang disisahkannya hanya hutang yang menumpuk kesana kemari, tetapi hutang itu hanya ia yabg tahu sedangkan chae tidak tau. Karna ia tak pernah memberitahukannya kepada anaknya, takutnya chae akan menanggung hutang itu juga, ia hanya tidak ingin anaknya menanggung hutangvitu biarkan ia saja yang menanggungnya.
"apa?!, aboeji?!, kemana dia?, apa yang dikatakan pria itu benar?, jelaskan lagi chae!, biarkan eomma menemuinya dan memberi ia pelajaran." kim jen sangat marah telah mengetahui bahwa suaminya masih hidup, sbnrnya ia tidak ingin peduli tntng itu, yang ia pedulikan saat ini adalah memberi pelajaran kepada suaminya lalu minta surat cerai agar ia bebas dari lelaki yang tak bertanggung jawab seperti itu.
"eomma, tenang biarkan chae menjelaskannya dulu... tapi eomma janji setelah mendengar ini eomma tidak akan marah?" pinta chae kpd eommanya bahwa ia tidak ingin membuat eommanya marah.
__ADS_1
"bagaimana eomma?, apakah eomma bisa janji kepada chae?" tanya chae lagi.. sedangkan jen saat ini masih berfikir.
tanpa berfikir panjang jen telah menyetujui chae.
"baiklah nak, eomma janji😊."
"jadi pria itu telah mengurung aboeji eomma." lagi lagi perkataan chae membuat jen marah.. tetapi jen berhasil mengendalikan amarahnya karna ia telah berjanji kpd anaknya.
"sebenarnya chae juga tidak ingin bertemu aboeji, tapi ini sudah bertahun2 eomma, rasa benci dan rindu bercampur aduk pada perasaan chae.. lelaki itu membuat persyaratan bahwa jika chae ingin bertemu dgn aboeji maka chae harus memilih pilihan yang ia buat untuk chae." chae pun menjelaskan satu persatu pilihan itu lalu...
"lalu setelah 10 detik chae berfikir, akhirnya chae memilih pilihan yang kedua, yaitu chae akan menikah dgnnya lalu chae akan mendapatkan pekerjaan darinya dgn begitu chae akan bisa menemui aboeji dalam 3 bulan pernikahan kita eomma... hiks hiks..." chae sebenarnya tidak kuat mengatakan hal itu tapi ia pendam sedikit2 agar ia tak menangis lagi didepan eommanya.
"apa?!, tidak tidak eomma tidak setuju, kau belum mengenal pria itu sepenuhnya nak bagaimana bisa kau langsung menikah dengannya, mau bertemu dgnnya atau tidak eomma tidak peduli yang paling terpentibg adalah kebahagiaanmu sendiri chae.. hiks.. jangan kau korbankan kebahagiaanmu pada orang yang asing seperti itu eomma tidak setuju.. hiks huhuhu." lagi lagi eomma terlejud dan menangis sambil menutup wajahnya dgn kedua tangannya.
"hiks.. eomma dengarkan chae dgn baik.. tatap mata chae eomma(jen pun menurut) eomma dgn menikahi dia chae akan mendapatkan pekerjaan dan bisa membantu melunasi hutang aboeji eomma dgn begitu keluarga kita akan bebas dari hutang eomma apa eomma tidak ingin seperti itu?" ucao chae.
Tunggu, hutang mana yang ia maksut ia tak pernah memberitahukan hutang2 aboejinya kepadanya, lantas dari siapa ia tahu bahwa aboejinya telah berhutang kesana kemari.
"hiks.. tunggu nak.. hutang apa yang kau maksut?" tanya jen yang kebingungan dibuatnya.
"hutang...."
ett bentar hehe
__ADS_1
happy readinggg😉