Mencintaimu?

Mencintaimu?
part 6


__ADS_3

jeng jeng jeng...


dan dugaan chae benar dia adalah lelaki arogant itu, ingin rasanya ia berlari menuju arah lelaki itu dan menjambak, mencubit, memaki2nya, mengatai2nya dgn perkataan kasar, dan banyak hal lagi yang chae ingin lalukan terhadap lelaki didepannya ini.


setaunya direktur itu, tegas, disiplin, baik dan cool tapi... kenapa lelaki ini tdk seprti direktur yang ia tau. Dia beda dari yang lain(mungkin).


"hai wanita, kau bertanya mngapa kau aku bawa kesini?, yakin kau ingin jawabannya?, apa kau tidak akan menyesal nantinya?" dgn senyum sinis lelaki itu mengatakannya.


ia tau apa yang seharusnya ia lakukan. Dia pasti membuat wanita itu mengingatnya kembali.


"ce.. cepat katakan... dan apa yang kau maksut itu... atau aku akan..." dgn takut chae mengatakannya seakan2 dia berani dan tegas, tapi itu sepertinya tak berhasil, dan membuat lelaki itu cekikikan itu. Baginya apa yang dikatakan chae itu lucu.


"wanita, apa kau tau keberadaan ayahmu dimana?" pria itu langsung kebagian inti dari tujuannya memanggil wanita ini.


JDAARRR!!


Chae terkejud dgn apa yang dikatakan lelaki ini, apa yang dimaksudnya itu?, aboeji?, kata eomma aboeji pergi meninggalkan kami lantas apa yang terjadi saat ini, mengapa lelaki ini membahas aboeji?.


"ap.. apa yang kau maksud?, kata eomma aboeji sudah pergi menginggalkan kita, dan kenapa kau mengingatkan dia lagi, aku membencinya, iya memang aku masih punya seorang aboeji tapi... hiks aku membencinya dia pergi meninggalkan kami hingga saat ini, jangankan aku eomma pun tak tahu keberadaannya sekarang." chae pun perlahan2 meneteskan air mata krna mengingat aboejinya saat masih kecil dulu.


"aku akan memberitahukannya setelah kau menerima persyaratan dariku🙄." senyum licik tergambar pada wajahnya. Chae benci melihat lelaki ini, wajahnya, tubuhnya, sifatnya terutama pada matanya apalagi saat ia tersenyum seperti itu, rasanya ia muak dgn apa yang ia lihat saat ini.


"tidak, aku tidak perlu tau kemana pria itu, aku muak melihatnya jangankan kau beritahu, mau bertemu saja sudah muak dengannya." chae memaki2 seorang ayah yang tidak ada bersamanya saat suka maupun duka, hingga chae saat ini beranjak dewasa pun ayahnya tidak ada bersamanya.


"hei wanita, kau tau apa yang diperbuat ayahmu waktu dulu?, dia telah berhutang padaku, hutangnya mencapai 50jt won, entahlah untuk apa ia menggunakan itu, karna dia tak bisa membayar aku pun telah mengurungnya kedalam ruang bawah tanah, dan kita akan langsung ke bagian intinya... aku akan kasih kau 3 pilihan:


jika kau ingin bertemu dgn ayahmu scr langsung lakukan pilihan ini, dan pilih salah satu:


-pertama: bayar hutang ayahmu selama sebulan


-kedua: menikahlah denganku bila ingin hutangmu lunas dan langsung bisa bertemu dgn ayahmu dalam waktu 3 bulan pernikahan kita, dan juga aku akan memperkejakanmu diperusahaanku.

__ADS_1


-ketiga: bekerja denganku sebagai asisten pribadiku selama setahun dgn begitu hutang ayahmu akan lunas tapi belum termasuk bisa bertemu dgn ayahmu.


baiklah itu saja, silahkan pilih aku beri waktu 10 detik, bila kau blm memilih kau akan aku kurung juga bersama dgn ayahmu." ucap lelaki itu.


"tunggu apa mak... maksudmu... baiklah beri aku waktu untuk berfikir." chae sdng berfikir dlm 10 dtik yg diberikan pria itu.


1


bagaimana kalau aku memilih yang pertama?, tunggu aku kan sudah bilang bahwa aku sudah muak dgn pria itu, tapi bagaimana pun itu ayahku bagaimana aku bisa melupakan seorang ayah yang tlh berjuang dulu untuk menafkahiku, tapi untuk apa juga dia berhutang sebanyak itu?


2.... 3


lalu bagaimana dgn pilihan kedua?, menikahi dia dgn begitu aku bisa bertemu dgn aboeji, dan aku akan dipekerjakan diperusahaannya. Bisa juga tapi... knp hrs menikah dgn dia tdk tdk.


4...


5


lalu dgn pilihan ketiga?, tidak bekerja dgn dia selama setahun dan itu blm tentu bisa bertemu dgn aboeji, bagaimana ini aku bingung harus pilih yang mana, bila aku tdk memilih ak akan dikurung dibawah tanah bersama aboeji, lalu bagaimana dgn eomma, nanti dia akan mencariku dan mengkhawatirkanku.


7...


aakhhh bagaimana ini, pria ini memaksaku untuk memilih pilihan yang egois untuk dirinya sndiri.


8...


9...


"akkhhhh, baiklah aku sudah memutuskan pilihan yang terbaik untuk aku juga, sepertinya semua pilihan yang kau berikan padaku, itu hanya untukmu saja DI REK TUR." chae menekankan direktur sbg namanya.


"hahahaha, terserah kau menggap pilihan itu apa, dan tentu saja itu menguntungkanmu juga bukan? .... baiklah apa kau sudah memutuskan untuk memilihnya?, pilihan mana yang kau pilih?" jawab santai pria itu sambil memejamkan mata dan terlihat santai.

__ADS_1


lihatlah dia... apalagi wajahnya rasanya ingin ku mencakar2 wajahnya hingga robek semua, juga membuatku puas.


"hei wanita, sudahlah berhenti memaki2 ku dalam hatimu itu, dan cepatlah memilih atau kau aku-.." lalu dipotong oleh chae.


"ak... aku memilih...... bagaimana bila aku menyesal telah memilihnya?, tdk bila aku sudah memilihnya maka itulah yang akan terjadi... pilihannya yang ke.... 2... semoga aku tidak menyesal tlah memilih ya tuhann." sembari berfikir chae sudah mematangkan pilihan yang ia tlh pilih.. semoga ia tidak menyesal kepada pilihan yang telah ia pilih itu.


"hahahahah, kau mau menikah denganku?, itu yang kau pilih... hahahahah... baiklah wanita, aku akan mengabulkan pilihanmu itu.. apa kau yakin tidak menyesal memilih pilihan itu?" meyakinkan wanita itu, si pria juga sedikit senang.


"ak... ak... aku yakin... 98% aku ya.. yakin. Dan kenapa kau malah tertawa apa ini lelucon bagimu?!" dgn nada sedikit menyentak chae berkata demikian.


"hahahah aku hanya tertawa karna aku tidak yakin wanita sepertimu mau menikah dgn ku.... hahhh sudahlah baiklah aku anggap masalah ini selesai dan.. mengenai pernikahan 2 hari lagi supirku akan menjemputmu oke?" pria itu mengatakan dgn santai sekali lagi.


"Dan mengapa yakinmu 98% saja jika kau yakin sepenuhnya kau akan yakin 100% wanita." pria itu mengatakan sesuai kenyataan.


"tidak penting bagimu mengetahui masalah pribadiku, entah 98% entah itu 50% atau berapun itu terserah kepadaku, mengapa aku harus memberitahumu?, jika kau sudah menganggap masalah ini selesai, antarkan aku pulang eomma ku pasti mencariku😡." dgn nada sedikit marah chae berkata seperti itu kpd lelaki didepannya. Tetapi ada pertanyaan dibenaknya. Mumpung orangnya ada didepannya.


"tunggu sebentar, sebelum aku pergi kau harus menjawab pertanyaanku dulu, lalu setelah kau menjawabnya kau harus mengantarku pulang." chae ingin bertanya sesuatu tapi ia basa basi terlebih dulu.


"baiklah tanyakan saja, mungkin aku bisa menjawabnya😏."


"begini, apa tujuannya kau memberika kartu nama ini?, disini tertulis nama perusahaanmu perusahaan GY. JAE LINE dan namamu... kenapa tidak tertulis disini, bagaimana aku memanggilmu?" itulah pertanyaan yang chae lontarkan kepada pria itu.


"begini, tujuanku memberikan kartu itu untuk jaga2 saja, disitu ada nomerku jadi kau bisa menghubungiku bila kau membutuhkanku, dan mengenai nama kau bisa memanggilku direktur atau tuan itu terserahmu selama kita belum menikah kau bisa panggil aku seperti itu, baiklah urusan selesai... PAK CHOII!" sembari menjelaskan 'direktur' itu memanggil asisten sekaligus supirnya untuk mengantar wanita yang berada dihadapannya ini.


"iya tuan..." pak choi muncul seketika dan direktur itu memberikan kode mata seketika pao choi langsung mengetahuinya tanpa penjelasan apapun.


"baik tuan... mari ikut saya nona..." sebenarnya pak choi sangat enggan untuk mengantar chae tapi mau bagaimanapun ia telah menerima perintah tuannya itu bagaimana bisa ia membantah perintah tuannya itu, takutnya jika ia membantah ia akan mendapat hukuman darinya... tetapi bersyukurnya ia selama ia bekerja untuk tuannya ia tidak pernah membantah perintah tuannya ini.


Diposisi Chae, dia saat ini sdng berada dimobil dan ia bingung bagaimana ia menjelaskan semua kejadian hari ini kepada eommanya.


***

__ADS_1


pause yakk


happy reading guyss😊


__ADS_2