
"tunggu nak, apa yang kau katakan?, hutang apa yang kau maksut?" tanya jen yang kebingungan dibuat anaknya itu, karna setaunya ia tak pernah memberitahukan kepada chae bahwa ayahnya memiliki banyak hutang.
"eomma, lelaki itu yang menjelaskan semuanya kepada chae, bahwa aboeji telah memiliki hutang kepadanya oleh sebab itu, sebagai anak, chae harus membantu aboeji untuk melunasi hutang tersebut dengan menikahi pria itu, dgn begitu hutang yang dimiliki aboeji pada pria itu akan lunas eomma." jelas chae yang membuat eommanya bertanya sekali lagi.
"hutang kepada direktur perusahaan itu?, berapa hutang yang ada padanya?" tanya eomma yang membuat chae takut untuk menjawabnya.
"i.. iya eomma, pria itu mengatakan hutang aboeji yang ada padanya senilai...... 50jt won eomma..." chae tidak kuat lagi membicarakan hal ini kepada eommanya.
tubuh chae mulai tak terkendali.. tubuhnya mulai bergetar dengan hebat.. serasa ia ingin menangis..
"astaga!!!!, yatuhan!, apa yang telah diperbuat lagi oleh lelaki busuk ituu... aku sudah muak dengan hidup ini... ingin rasanya aku mati saja... hidup dgn dipenuhi banyak hutang suamiku yang tak bertanggung jawab ituu...." eomma mulai menangis menutupi wajahnya dgn menggunakan kedua tangannya itu.
Melihat eommanya seperti itu chae langsung mengusap air matanya lalu memeluk tubuh eommanya itu, ia juga bingung mengapa aboejinya meninggalkan banyak hitang kepada keluarga mereka ini... dengan kondisi seperti ini mereka membayar pakai apa?, menurut chae jalan satu2 nya agar hutang2 aboejinya lunas adalah menikahi pria yang tak ia kenal itu... toh dengan begitu hutang aboejinya akan lunas.. ia tak peduli dengan dirinya yang ia pedulikan adalah eommanya, bagaimana eommanya membayar hutang sebanyak itu?.. ya tuhan ini kah ujian yang kau berikan kepada keluarga kami?, ucap chae sambil menangis dan memeluk eommanya yang menangis juga itu.
kini mereka berdua menangis secara bersama.
"nak maafkan eomma yang tak bisa berbuat apa2 selain menyetujui pernikahan kalian... huhuhuhu.. eomma tidak tahu lagi harus membayar pakai apa agar hutang itu lunas nakkk hiks.. ayahmu punya hutang kesana kemari.. itupun juga belum lunas.. dan lagi apa yang telah diperbuat ayahmu itu.. dia melakukan hutang pada seorang direktur perusahaan!, seorang direktur!!.. bayangkan akan seperti apa bila ia tak punya pilihan bijak seperti yang ia lakukan saat ini, betapa tak tahu malunya dirinya itu!... sungguh memalukannya pria itu!! dan untuk apa pria itu berhutang sebanyak itu... maafkan eomma yang tak memberitahumu mengenai hutang2 ituu nak.. huhuhu.. eomma hanya tidak ingin kau menanggung hutang lelaki busuk itu... hiks.. eomma tidak bisa berbuat apa2 lagi." eomma yang pasrah dgn apa yang suami busuknya itu perbuat lagi...
Hutang yang ditetangganya saja belum lunas dan lagi lagi ia berhutang kepada seorang direktur perusahaan!!, sungguh memalukan!!, betapa memalukannya suaminya itu.. ia menyesal telah menikah dengan pria yang tidak bertanggung jwab itu.. mengapa dulu ia mau menikah dengannya.. benar apa yang dikatakan ibunya dulu.. bahwa lelaki yang ia nikahi ini sunggu tak bertanggung jwab.. ia meninggalkan banyak sekali hutang kepada keluarga sederhana itu..
banyak yang tertunda seperti... membayar uang untuk membayar kontrakan rumahnya yang tertunda itu.. belum lagi hutang2 yang ditinggalkannya pada tetangga2nya itu blm lagi untuk uang makan.. jen selalu saja minta pada tetangganya.. untung tetangganya itu baik bisa memberi beras atau makanan walau hanya sisa. Ia bersyukur tetangganya tidak mendatangi keluarganya untuk menagih hutang2 suaminya itu. Ia sendiri yang mendatangi tetangganya untuk meminta keringanan dalam jangka waktu panjang.
__ADS_1
Sebenarnya ia sudah tidak kuat menanggung beban berat ini.. ingin rasanya mati saja dari pada hidup dipenuhi dengan hutang2 yang ditinggalkan suaminya itu. Tetapi ia urungkan niatnya demi anaknya itu.. ia tak tega meninggalkan anaknya sendirian.. bagaimana nantinya... maka dari itu..
"chae eomma sudah tidak kuat nakk, eomma mati saja dari pada hidup dengan menanggung banyak hutang nakk.. eomma sudah tidak tahan dengan semua ini... huhuhuhu.." tangis eomma pecah didalam pelukan chae.. mengeluarkan semua isi hatinya.
"sshhtt eomma.. jangan berkata seperti itu.. biarkan chae yang menanggung hutang2 yang ayah miliki eomma.. semuanya.. eomma tidak usah khawatir.. hiks... biarkan chae yang menanggung dengan begitu eomma akan tenang.. eomma tahan sedikit lagi ya.. hiks."
meskipun ia tahan tetapi air matanya masih saja terus mengalir ia tak bisa memperlihatkan tangisannya kepada eommanya tersayang itu.. ingin rasanya ia menemui ayahnya langsung dan memarahinya... ayahnya tidak ada bersama keluarganya sejak chae masih kecil hingga ia tumbuh menjadi gadis sedewasa ini, jadi ia tumbuh tanpa seorang ayah disampingnya.
Apakah sejak itukah ayahnya dikurung atau... baru2 ini entahlah.. yang pasti pelaku yang mengurung ayahnya adalah pria itu.. direktur perusahaan GY. JAE LINE. Tunggu tunggu, sebentar ini kesalahan atau.. aku saja yang berlebihan?.. knapa ada nama Jae dinama lebel perusahaan itu?, apa ia tak salah kira?, tapi pikirnya itu seperti nama ayah, teman sekaligus cinta pertamanya, atau itu hanya dugaan pikirannya saja?, atau dugaannya itu salah?. Entahlah yang pasti nama jae itu adalah nama laki2 yang ada disampingnya dulu.
"hiks..(melepas pelukan) nak.. hiks kalian menikah pada tanggal berapa?, biar eomma yang akan menghitung jumlah semua persiapan pernikahanmu" ucap jen kepada anaknya.
"(mengusap air mata) ahh eomma.. i.. itu.. umm.. pernikahan kita dilaksanakan dalam du.. dua hari pada minggu ini eomma." chae sangat takut bila eommanya tambah stress dan bertambah marah... dan bebar saja eommanya malah menangis sejadi2nya.. jen tak habis pikir pasti pernikahan mereka sangat megah apalagi anaknya menikahi seorang direktur.. tentu saja pernikahan mereka akan mewah dan lagi tamunya pasti orang2 penting dari luar negri.. bila saja kesialan anaknya hari ini tak terjadi.. jen akan memilihkan pasangan untuk anaknya dan dia yang menanggung persiapan pernikahannya.. tetapi... hahhh sudahlah nasi sudah menjadi bubur..
"hiks.. sudahlah nak biarkan saja.. jalani takdirmu.. bila ia takdirmu maka eomma akan mendoakan kebahagiaan kalian.. mau tak mau eomma harus merestui kalian.. jangan seperti ini berdirilah.." jen menyuruh anaknya agar tidak terlalu berlebihan.
"eomma terima kasihh.. "
keesokan harinya..
chae sudah bangun lebih awal.. ia yang menyiapkan sarapan pagi untuknya dan eommanya.. tentu saja itu dari tetangga.. seperti biasa chae meminta kepada tetangganya.. ia melakukan seperti yang dilakukan eommanya.. mau bagaimana lagi.. ini jalan satu2nya agar mereka bisa makan.
__ADS_1
lalu setelah selesai menyiapkan makanan.. chae membersihkan rumah.. kamarnya dan eommanya.. selesai.. ia pun memutuskan untuk membangunkan eommanya.
"eomma.. bangun, hari sudah mulai pagi.. sarapan juga sudah siap eomma.. bangunlah eomma kan harus bekerja." chae membangunkan eommanya dengan lembut.. lalu sayup sayup eommanya bangun.. melihat anaknya yang berada didepannya membuat ia terkejud.
"ahh chae kau sudah bangun..., oh tidak eomma terlambat bangun!, cepat kau mandi dan siap2 eomma akan memasakan sesuatu untukmu.. pergilah mandi!" jen yang panik karna melihat anaknya yang bangun terlebih dulu.. sebelum dirinya bangun.. itu kesalahannya karna ia terlalu banyak menangis kemarin.
"eomma.. eomma saja yang sebaiknya mandi.. chae yang memasak hari ini.. maaf chae hanya tau sedikit dari eomma.. tidak banyak..๐ jadi chae hanya memasak masakan yang chae tau eomma๐." chae menunduk karna merasa bersalah dirinya tak bisa memasak banyak..
"kok kamu yang masak?.. kenapa tidak bangunkan eomma nak.. nnti kamu kecapek an lagi.. trs ga bisa cari kerja..๐." eommanya merasa kasian..
"justru eomma yang nnti kecapekan.. eomma tidak libur kan?" tanya chae yang sedikit mengalihkan pembicaraan.
"tidak nak.. eomma masih bekerja.. baiklah eomma akan mandi." jen yang langsung pergi setelah mengatakan hal itu.
setelah eommanya pergi.. chae pun pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan eomma dan dirinya.
setelah beberapa menit mandi.. eommanya pun menemui kelin didapur.. jen melihat anaknya yang sudah menyiapkan semuanya.. sesuai apa yang dikatakannya.. semua sudah siap.
"hemm harum makanan.. ini yang kau masak nak?" tanya jen.
pause...
__ADS_1
dinext episod lagi yakk.. dah all๐