Mencintaimu Adalah Anugerahku

Mencintaimu Adalah Anugerahku
Bagian 21


__ADS_3

Setelah aris dan tania sarapan pagi lalu mereka ke rumah widi untuk menjemput widi supaya berangkat kerja nya bareng aris padahal mereka tidak janjian , kalo mengabari widi duluan pasti akan menolak berangkat ke kantor nya bareng aris


Sesampainya di rumah widi


Tok tok tok


"Siapa yah mi masih pagi udah bertamu?"ucap widi


"Buka aja mi kali aja ada orang yang penting kesini"timpal Abi


"Umi gak tau nak , yaudah umi yang bukain dulu yah"


Widi dan abi menganggukkan kepala


Ceklek


"Aris tania , tumben kalian kesini ada perlu apa yah?"ucap umi terkejut melihat kedatangan Aris dan tania


"Kita mau nyamper kak widi kerja tan"ucap tania ia tersenyum lalu menyalami tangan umi aisyah


"Ayo silahkan masuk , apa kalian udah sarapan? Kalo belum sarapan bareng disini"ucap umi aisyah


"Terlalu ngerepotin tan terima kasih sebelum nya tapi kami sudah sarapan di rumah"ucap aris


"Yasudah kalo gitu tante panggil widi dulu ya"ucap umi


"Iya tante"


Di meja makan


"Wid ada tania sama aris nyamper kamu tuh temuin gih "ucap umi


Widi sontak terkejut bagaimana bisa ia akan menolak ketika aris membawa tania ada di mobil itu juga


"Iya mi widi ke ruang tamu dulu"ucap widi meninggalkan umi dan abi nya yang masih sarapan


Sesampainya di ruang tamu


"Ehem tania tumben kamu kesini"ucap widi , aris dan tania pun menengok ke belakang


"Iya kak , kakak berangkat kerja mau naik apa?"ucap tania nada lembut


Aris hanya menatap wajah widi lagi-lagi ia mengagumi wanita yang di hadapan nya dan segera ingin memiliki wanita ini seutuhnya dengan cara yang halal


"Aku naik taksi aja tan , oiya tumben kalian kesini pagi-pagi ada apa?"ucap widi terheran-heran melihat tania dan aris bertamu di pagi hari


"Kamu bareng sama saya dan tania katanya tania kangen kamu"ucap aris


"Bukan aku yang kangen kak widi tapi bang aris kak"cibir tania


Deggg


Jantung widi berdebar-debar dan ia pun bertanya-tanya apa benar aris merindukan nya? Pertanyaan itu mengitari otak nya namun ia tepis , toh aris seorang ceo ia tak mungkin menyukai wanita sederhana seperti diri nya


Aris melototi adik nya dengan mata tajam , adik nya pun hanya senyum di paksakan

__ADS_1


"Tania cuma bercanda aja wid gak usah di masukin ke hati"ucap aris


"Hufft kamu terlalu geer sekali widi"batinku


"Yasudah nanti saya ambil tas saya dulu pak"ucap widi , Aris hanya mengangguk kepala nya dan widi pun berjalan ke arah kamar nya melewati ruang makan


Umi dan abi hanya melirik sekilas


Beberapa menit kemudian


"Mi bi widi berangkat dulu yah , abi nggak berangkat nugas?"ucap widi yang sudah berdiri di hadapan kedua orang tua nya


"Belum nak entar paling jam 9 ada jadwal nugas nya , yasudah hati-hati udah di tungguin sama laki-laki noh dan untuk mu aris jaga anak saya baik-baik selama bersama kamu"ucap abi


"Iya om siap kami pamit yah om tan assalamualaikum"ucap aris sambil menyalami tangan kedua orang tua widi begitupun widi dan tania melakukan hal yang sama


"Walaikumsalam"


Umi dan abi mengantar aris , tania dan widi sampai keluar dan menunggu mereka sampai masuk ke mobil kini mobil nya pun sudah tak terlihat lagi


Di dalam rumah abi rahman


"Abi gimana kalo aris menyukai widi?"ucap umi


"Selagi nak aris baik ke widi gak apa-apa mi , sebenarnya ada yang mau abi katakan sama umi"ucap abi terlihat serius


"Apa ada masalah bi di rumah sakit?"ucap umi sejujurnya ia sangat khawatir


"Kalo di rumah sakit aman-aman aja mi , sebenernya iman ingin bertemu dengan widi sepertinya iman pun sama menyukai widi"ucap abi


"Iya sih itung-itung mempererat silaturahmi"ucap abi


"Nah itu betul yasudah tidak perlu di pikirkan"


"Iya mi"


Di Mobil


"Wid kamu mau di jemput setiap hari sama saya ketika hari kerja?"ucap aris memecah keheningan


"Tak perlu repot-repot pak saya tidak ingin ada fitnah di kantor antara saya dengan bapak"ucap widi ia menolak secara halus


"Tidak apa-apa saya tidak merasa di repotkan"ucap aris


"Bang aris mah cuma pengen deket sama kak widi aja biar kak widi jatuh cinta sama bang aris"ucap tania ia sengaja ngomong seperti itu ingin tahu apakah abang nya akan marah atau tidak , Apakah akan mengomel atau tidak. menyunggingkan senyuman ia tahu bahwa Abang nya tak akan marah karena ini menyangkut harga diri aris di hadapan wanita yang ia kagumi


"Wid kamu gak usah dengerin perkataan tania , Tania cuma tukang ngibul doang dia mah"ucap aris sangat kesal dengan tingkah laku Tania


"Emang bener kok kak bang aris suka sama kakak , jadi kakak mau kan jadi kakak ipar aku?"ucap tania , dalam hati nya sebenarnya sangat berharap bahwa ingin menjadikan widi sebagai kakak iparnya namun keegoisan nya di tepis , widi berhak memilih tak bisa di atur dan tania pun selalu berdoa semoga Abang nya dengan widi berjodoh


"Tania kamu ngomong jangan ngaco ish"ucap aris ia makin kesal kepada adik kesayangan nya


"Sudah sudah jangan berantem , bapak juga kan seorang abang lebih baik mengalah saja"ucap widi dengan nada santai


Hening..

__ADS_1


Hening..


Hening..


"Pak sudah sampai yah? sepertinya saya turun duluan tidak enak sama para pegawai lain nggak enak kan pagi-pagi udah sarapan gosipan hehe sekali lagi makasih atas tumpangan nya , Oh iya tania mau ikut kakak apa pak aris? Ucap widi yang sudah membuka pintu mobil


kita


"Kayak nya ikut abang aja kak makasih ya kak udah mau bareng sama kita"ucap tania tersenyum ke arah widi


"Sama-sama mari pak saya duluan"ucap widi


Aris hanya menganggukkan kepala nya , ia hanya menatap punggung widi dari kejauhan dalam hatinya ingin memantapkan diri agar keinginannya bisa terkabulkan


"Nia turunlah abang juga mau turun bentar lagi ada meeting"ucap aris


"Iya bang"


Ketika aris masuk ke kantor nya para pegawai nya menyapa dan membungkukkan badan mereka menghormati aris sebagai atasan nya aris dan tania mereka hanya tersenyum


Sesampainya di ruangan aris


"Selamat pagi pak aris"ucap asisten nya yaitu rizki yang tak lain sahabat nya juga namun rizki profesional di kantor ia menghormati aris sebagai atasan nya


"Selamat pagi juga , Ki ada adik saya tolong kamu ambilkan minuman untuk adik saya"ucap aris


"Baik pak"


Beberapa menit kemudian


"Ini pak"Ucap rizki ia menaruh minuman nya di atas meja


"Ki jam berapa saya meeting?"ucap aris


"Jam 10 pak"


"Yasudah kamu boleh bekerja kembali"


"Baik pak"


"Abang tempat nya besar sekali ya kalo udah lulus kuliah boleh gak aku kerja disini?"ucap tania


"Nggak usah abang mau ngecek laporan dulu"ucap aris ia mencium pucuk kepala adik nya


"Ish abang mah yasudah , bang kalo abang meeting aku di sini sendirian dong?"ucap tania


Aris melihat ke arah adik nya dan berkata"Kamu bisa ke ruangan calon kakak ipar kamu"


"Ciee sepertinya abang mau ngejadiin kak widi istri yah? Mending kalo kak widi nya mau kalo enggak aku bantuin"ucap tania


"Doain aja dek udah jangan ganggu abang mulu"


Tania hanya mengerucutkan bibirnya


Happy reading gaesssssssssss 🙏

__ADS_1


Jangan lupa like , komen dan vote yaa supaya author nya semangat nulis nya hehe


__ADS_2