
Punggung rendi mulai menghilang namun dimas masih enggan untuk pulang toh di rumah juga tidak ada siapapun kedua orang tua nya masih sibuk urusan bisnis di luar kota hanya ada bibi yang masih menemani nya di kala dimas ingin di rumah , ketika dimas mengaduk-aduk makanan di buat terkejut oleh suara wanita sexy
"Hai dim lo sendirian aja? yang lain pada kemana?"
"Iya gue sendirian aja bentar lagi gue juga pulang"
"Gue boleh duduk disini bareng lo kebetulan gue juga sendirian"
"Nggak perlu lo bisa cari meja yang lain gue lagi pengen sendiri"
"Jangan gitu dong dim gini-gini gue masih temen lo kita dulu seangkatan lo kayak benci amat sama gue , ayolah gue boleh ya duduk disini"
Dimas menghela nafas panjang "Terserah lo aja din"
Ternyata dinda sedari tadi menguntit dimas ketika dimas keluar rumah untuk pergi bersama rendi ke cafe dan kebetulan adik nya merengek meminta bantuan dinda , dinda memanfaatkan situasi seperti ini
"Makasih dim udah ngebolehin gue duduk disini , by the way kesibukan lo sekarang apa?"
"Gue kerja di kantor bokap"
Dinda menganggukkan kepalanya "Oiya lo mau pesen lagi nggak gue laper nih mau makan kalo lo mau mesen kalem gue traktir"
"Pesen minum lagi aja dan gak usah traktir gue"
"Yaudah"
Dinda memanggil waiters ia dan dimas menyembutkan pesanan mereka
"Din gue ke toilet dulu ya kebelet nih"
"Jorok amat lo yaudah sana"
Di toilet
Kring kring kring
"Kebetulan si nina telepon panjang umur banget si adik kesayangan gue tapi palsu"gumam dinda
📞Halo ada apa nin?
📞Kata nya kita mau janjian makan di luar jadi nggak?
📞Duh maaf nih nin nggak bisa gue kalo mau nanti maleman aja sekitar jam 8 kalo lo mau , Lo bilang aja ke nyokap mau main ke rumah temen lo
📞Loh kok bohong sih kak?
📞Lo mau gue bantuin gak buat dapetin dimas?
📞Mau lah kak asal jangan bikin aneh-aneh aja
📞Berisik lo udah lah gue matiin lagi
__ADS_1
Tut Tut Tut
Dinda mematikan telepon nya sangat di jengkel kan hari ini menurut dinda tapi ia akan senang rencana yang ia susun dari zaman SMA bakalan tercapaikan karena dinda mempunyai sifat pendendam , Dinda dendam terhadap ibu tiri nya menurut dinda ibu nya meninggal karena papah nya yang berselingkuh di belakang ibu nya dinda
Flashback on
"Bu cepet sehat yah biar kita nanti bisa kumpul bareng walau gak ada papah"
"Nak apapun yang terjadi ibu mohon jangan membenci papah mu karena papah mu adalah papah kandung mu"
"Sulit bu buat aku percaya kalo papah beneran nggak selingkuh sama tante risna , aku ngeliat dari mata kepala aku sendiri"
"Itu nggak bener sayang"
"Terserah ibu aja deh aku benci sama sifat ibu yang suka membanggakan laki-laki pengecut"
Dinda langsung pergi meninggalkan ibu nya di kamar dan pergi ke taman ia langsung menangis histeris . Dinda di tinggalkan pergi selama-lamanya oleh ibu nya sejak umur 15 tahun ia jadi pendiam dan ketika melihat mamah nya nina sorot mata nya penuh kebencian padahal dinda hanya salah paham papah nya dinda hanya ingin membantu tante risna pada saat di tinggalkan oleh suami nya yang notabene nya suami risna adalah sahabat dekat jadi mau tidak mau papah dinda harus membantu risna karena risna sedang hamil anak pertama nya yaitu nina
"Mas frans kayak nya dinda benci banget sama aku mungkin gara-gara mas bantu aku"ujar tante risna
"Dia anak nya baik kok nggak mungkin dinda seperti itu"
Di tahun ketiga sang ibu sudah meninggalkan selama-lamanya papah dinda memutuskan untuk menikahi mamah nya nina , dinda sangat terkejut ia tak suka papah nya menikah lagi apalagi harus menikahi wanita yang ia benci lagi-lagi dinda mengalah untuk kebahagiaan papah frans ia harus menyetujui papah nya menikah lagi. Padahal mamah nya nina berusaha mendekati dinda namun perkataan dinda membuat risna sakit hati dan dinda sampai sekarang enggan di dekati , ia masih berusaha sampai sekarang untuk tetap dekat dengan dinda
Flashback off
Waiters datang membawa makanan yang tadi mereka pesan
"Taruh disitu aja mbak orang nya masih ke toilet"
Dinda melihat kesana kemari tak ada yang memperhatikan nya langsung memasukkan obat perangsang ke minuman dimas dan setelah itu langsung memainkan ponsel kembali agar orang-orang yang berada di cafe tidak curiga
Tak lama kemudian
"Sorry din gue lama"
"Nggak apa-apa , tuh pesenan lo"
"Oh iya nanti aja deh gue masih kenyang cuma minum doang ini"
"Yaudah gue makan dulu"
Beberapa menit kemudian
Dimas meminum yang ia pesan tadi namun obat perangsang tadi sudah bereaksi di tubuh nya
"Din kok badan gue panas banget gerah nggak kuat gue , gue nggak bisa nyetir tolong anterin gue pulang"
"Iya iya gue anterin tapi bentar dulu gue mau bayar sebentar doang kok sambil ke toilet gue nggak tahan pengen buang air kecil"
Dimas tak menanggapi omongan dinda ia memilih diam ia sudah tak tahan hasrat nya perlu di salurkan
__ADS_1
Tut Tut Tut
📞Halo ada apa kak?
📞Jemput gue sekarang di hotel xxxxx , ban mobil gue bocor udah masuk bengkel lo lagi di rumah kan mending jemput gue
📞Iya kak gue berangkat sekarang
Dinda tertawa senang ia berhasil mengerjai adik nya malam ini tepat nya dendam dinda akan terbalaskan walaupun bukan ke ibu tiri melainkan ke adik tiri nya ,
Dinda menghampiri dimas dan berkata"Dim ayo pulang gue anter"
"Gue nggak kuat din kepala gue pusing juga tolong memapah gue"
"Nggak lo jalan sendiri aja dim pasti bisa kan"
"Gue udah nggak kuat din"lirih dimas
Dinda mengabaikan perkataan dimas ia menuju parkiran sementara dimas di belakang nya
"Ayo masuk"Ujar dinda sambil membukakan pintu mobil
Dimas tidak melihat jalan karena yang dirasakan sekarang cukup pusing dan panas ia ingin sekali merendam mungkin itu akan mengurangi rasa panas nya , tak cukup jauh dari hotel ke cafe hanya beberapa menit langsung sampai
Dinda memapah dimas , pikiran dimas sudah liar kemana-mana , dinda langsung memesan hotel dan tak lama kemudian langsung masuk ke kamar hotel tersebut
"Dim gue pulang ya udah malem takut di cariin bokap bye"
Dinda langsung menutup pintu sebelum dimas berbicara kembali
📩Gue udah sampe lo masuk ke kamar 315 aja dulu gue ada disana
Nina membuka ponsel nya tanpa membalas ia langsung masuk dan menanyakan ke resepsionis , dinda melihat nina masuk buru-buru ke parkiran dan menyalakan mobil nya ia tersenyum puas
"Mbak no 315 dimana ya?"
"......."
"Makasih mbak"
Nina sudah sampai sebelum mengetuk pintu ia melihat nomor nya ternyata benar dan langsung mengetuk pintu namun tak ada jawaban sama sekali , nina mencoba membuka pintu ternyata tidak terkunci
"Kak gue udah sampai nih"
Masih tak ada jawaban nina memutuskan untuk keluar namun ketika nina ingin keluar ada yang menarik tangan nya
"To...long gue siapapun Lo"
"Saya mohon jangan seperti ini"
Dimas tak menghiraukan ucapan nina ia menarik paksa tangan nina dan mendekap nina dengan kuat langsung mengunci b*b*r nina dengan mulut nya dan membawa nina ke kasur empuk dibaluti sprei putih nina hanya menangis dibawah badan laki-laki tersebut , ingin masuk namun tak bisa nina hanya meringis kesakitan sambil menangis , laki-laki itu masih belum menyerah tak lama kemudian ia bisa memasuki nya keluar lah darah segar , laki-laki itu menyemburkan benih nya beberapa kali ke rahim nina dan ambruk di samping tubuh nina , tangisan nina pecah ia merutuki diri nya kenapa kakak nya seperti itu di otak nya masih bertanya-tanya apa maksud kakak nya seperti ini , nina malah ketiduran setelah menangis
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komen gaesssssssssss 🙏😊
Maaf jika ada kesalahan 🙏