Mencintaimu Adalah Anugerahku

Mencintaimu Adalah Anugerahku
Bagian 33


__ADS_3

"Selamat pagi pak"Ujar semua karyawan dan membungkukkan badan nya setiap aris lewat , aris hanya tersenyum walaupun tak menjawab nya


Ketika aris melewati ruangan widi bekerja , widi sama sekali tidak melihat nya semua orang memberi selamat pagi namun tidak widi


"Wid pak aris liatin kamu tuh , kamu nggak sadar?"ucap amel yang membisikkan agar widi paham


Widi melihat ke arah aris "Selamat pagi pak" ujar widi sambil membungkukkan badan nya


"Wid kamu ke ruangan saya sekarang"


"Harus banget pak sekarang?"


Aris tidak menjawab ia langsung berjalan meninggalkan widi termasuk rizki asisten aris


"Dasar sombong banget deh kalo di kantor mentang-mentang ini punya dia astagfirullah"batin widi , menggelengkan kepala nya


"Wid udah kamu ke ruangan nya pak aris sekarang nanti di omelin lagi"


Rekan kerja widi yang lain mulai bergosip


"Ada hubungan apa ya si widi sama bos kita?"


"Mungkin widi dalam bekerja membuat kesalahan jadi gitu di panggil"


"Tapi nggak mungkin deh widi buat kesalahan secara kalo kerja fokus banget nggak kayak kita"


"Hussst gak boleh begitu jangan bergosip ini masih pagi hari lho belum siang nggak baik mending kerja nanti bos denger lagi" ujar amel ke semua rekan kerja nya


Semua rekan kerja menurut ke omongan nya amel dan mulai fokus bekerja


Ketika widi sampai ke ruangan aris begitu mengagetkan ketika melihat sekretaris


"Astagfirullah sexy banget sekretaris nya mas aris"batinku


"Ada perlu apa mbak kesini?"ujar sekretaris aris


"Eh saya tadi di panggil sama pak aris mbak"


"Oh gitu yaudah mbak saya tanya pak aris dulu"


"Silahkan mbak"


Sekretaris aris memasuki ruangan aris untuk bertanya


"Pak ada pegawai divisi pemasaran kata dia bapak memanggil nya?"


"Iya bener , suruh masuk aja rat"


"Baik pak"


Sekretaris pun keluar kemudian memanggil widi


"Namanya mbak widi ya? kata bapak masuk aja"


"Iya mbak betul , kalo gitu saya boleh kan masuk?"


"Iya mbak masuk aja"

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk"ujar aris yang masih melihat berkas dan membaca nya


"Bapak manggil saya ada keperluan apa ya pak?"


"Ternyata kamu wid silahkan duduk"


"Terima kasih pak"


"Jangan terlalu formal kalo kita lagi berdua , panggil seperti biasa aja gini wid aku udah memutuskan jangan ta'aruf tapi langsung lamaran gimana?"


"Hmm gimana ya mas aku bingung tapi kalo semisal kan omongan mas bener yaudah gak apa-apa kita langsung lamaran aja"


"Kamu sama sekali nggak keberatan kan wid , mas nanya gini takut kamu nyesel doang"


Widi menggelengkan kepalanya" Sama sekali nggak mas malah itu bagus , yaudah kira-kira tanggal berapa biar widi bilang ke abi sama umi"


"Gimana kalo nanti malam wid keluargaku ke rumah kamu , bukan nya terburu-buru aku minta maaf aku ingin memiliki kamu biar kamu nggak di goda sama yang lain , mamah aku setuju banget wid sama kamu bahkan waktu aku bilang aku mau ta'aruf sama kamu mamah aku langsung pengen bilang ke umi kamu"


Widi terlihat kaget "Serius mas nanti malam? Mas gak bakalan ada yang goda aku? percaya sama aku mas , Alhamdulillah kalo tante rina setuju sama aku"


"Iya nanti malem nggak apa-apa kan? nanti kamu pulang bareng saya"


"Tapi kan mas kerjaan lagi banyak"


"Bisa besok wid , kalo kita udah nikah aku minta kamu jangan kerja lagi nggak ada penolakan"


"Yaudah mas , aku mau langsung kerja lagi"


"Bentar dulu boleh nggak sih wid"


"Haha iya wid yaudah sana"


"Assalamualaikum mas"ucap widi sambil tersenyum ke arah aris


"Walaikumsalam calon bidadari mas"


Widi keluar ruangan aris dengan senyum manis nya , sekretaris aris melihat nya dengan tatapan yang aneh dan berkata "Mbak wid kenapa senyum-senyum gitu apa di dalam ruangan bos ada yang aneh?"


Widi gelagapan "Hehe nggak ada apa-apa mbak ratna mungkin perasaan mbak aja , dan gak ada yang aneh di ruangan bos yaudah mbak saya permisi"


Ratna masih tatapan bingung dan mengiyakan widi untuk ke ruangan nya kembali


Asisten aris kebetulan sedang berada di luar karena tadi aris menyuruh rizki membelikan sarapan pagi di rumah belum sempat sarapan , ketika ia masuk ke ruangan aris rizki menatap aneh


"Bos nih sarapan yang lo minta"


Aris masih menghayal dan tersenyum seperti orang yang sedang kasmaran namun rizki menatap aris menurut nya hari ini aris sangat aneh padahal tadi ketika berangkat biasa aja


"Woy ris nih sarapan Lo"


Aris melonjak kaget "Lo biasa aja dong gak perlu ngegas"


"Lagian lo udah kayak orang gila tau nggak sih senyum-senyum sendiri"


"Tadi ada widi kesini lo inget kan waktu gue lewat nyuruh dia ke ruangan"

__ADS_1


"Iya inget lah emang lo ngomong apa aja ke dia?"


"Banyak lah inti nya gue mau lamar dia malam ini"


"Ehh buset serius lo? udah nggak tahan ya lo"


"Nggak tahan apa maksud lo ki?"


"Iya ngelakuin hal kayak suami istri"


"Pikiran lo ki kemana-mana udah kerja entar istirahat anterin gue"


"Kemana?"


"Ke rumah dulu nemuin mamah gue"


"Yaudah"


Di Apartemen dimas


"Kak dim udah lo tinggalin gue aja nggak apa-apa kok gue sendirian disini"


"Lo serius?"


Nina menganggukkan kepalanya "Iya gak apa-apa udah sana kerja entar di cariin bokap lo"


"Yaudah gue berangkat dulu na"ujar dimas mencium kening nya nina


Nina memejamkan mata ada kehangatan di dahi nya


Dimas pun mulai menghilang dari arah pintu nina menghela nafas nya ia bingung harus bagaimana kedepannya ketika hubungan nina dan dimas kembali pasti badai yang begitu dahsyat akan datang


Di kantor aditya group


Setengah jam kemudian dimas sudah sampai ke parkiran kantor aditya group dan ia memasuki kantor


Sesudah sampai di ruangan dimas


"Apa yang telah kamu lakukan kepada gadis itu"ujar pak aditya nada dingin


Dimas terkejut mendengar ada suara papa nya dan menghela nafas pelan


"Papa tau darimana?"


"Memang kamu pikir papa orang bodoh ngelepas kamu gitu aja di luar apalagi kalo kamu ngumpul sama temen-temen kamu"


"Pa maaf ini di luar kendali aku , aku bingung harus gimana"


"Putuskan saja wanita yang kamu puja itu dia tak pantas mendapatkan mu"


"Apa maksud papa?"


"Kamu mengerti apa yang papa omongin tadi"ujar pak aditya nada dingin langsung meninggalkan dimas


Dimas mulai bingung harus bagaimana sekarang memilih meninggalkan nina atau menantang keluarga nya , dimas menelpon rendi yang dari tadi tidak di angkat oleh rendi mungkin rendi sedang fokus kerja , dimas langsung membuka laptop nya ia membaca berkas yang ada di meja nya


Happy reading gaesssssssssss 🙏😊

__ADS_1


Semoga kalian sehat selalu😘🤗


Jangan lupa komen , vote dan like sebanyak-banyaknyaaaaaaaaa😅


__ADS_2