
Beberapa jam kemudian
Tok tok tok
"Masuk"ucap aris ia masih fokus melihat berkas melirik sekilas ke arah pintu
"Ada apa?"
"Saat nya meeting pak ini udah jam 10" ucap rizki
"Ah yasudah , tania tidur lagi gimana ya ki saya gak tega bangunin nya?"ucap aris
"Suruh orang menemani nya disini saja pak"
"Tolong kasih tau lina suruh bawa widi kemari" ucap aris
"Baik pak"
Beberapa menit kemudian
"Permisi mbak widi di panggil sama pak aris di suruh ke ruangan nya"ucap lina sekretaris aris
"Apa saya bikin kesalahan mbak?"ucap widi
"Ikut saja dulu mbak nanti saya jelaskan sambil jalan"
"Yasudah"
"Kok jadi deg-degan gini sih ketemu aris"batinku
Lina dan widi berjalan menuju lift , Lina melihat widi sedari tadi berjalan dengan tatapan kosong ia pun bingung kenapa widi seperti itu
"Mbak kenapa melamun?"ucap lina memecah keheningan
"Ah itu mbak kenapa yah saya di panggil ke ruangan CEO?"ucap widi
"Oh mbak mikirin itu dari tadi? saya kira kenapa mbak , itu adik nya pak aris ketiduran di ruangan nya pak aris , pak Aris nya mau meeting mbak , jalan nya cepetin yah mbak soalnya yang meeting udah pada nunggu"ucap lina yang tergesa-gesa
"Yasudah"
Widi dan Lina pun buru-buru ia tidak ingin semua orang menunggu terlalu lama
Beberapa menit kemudian
tok tok tok
"Masuk"ucap aris yang sudah berdiri
__ADS_1
"Ternyata kamu lin , oiya wid tolong temani adik saya ya soalnya saya mau meeting ia sangat takut dengan kesunyian maaf sekali merepotkan mu"ucap aris tersenyum ke arahku
"Iya pak yasudah sana nanti makin telat"
Aris , sekretaris dan asisten nya pergi ke ruang meeting. Mengingat wajah teduh widi mengapa ia semakin jatuh cinta kepada wanita sederhana itu
Di dalam ruang CEO
Widi melihat wajah tania ia menyunggingkan senyuman entah kenapa widi seperti mempunyai teman curhat sekaligus adik , terkadang ia memikirkan aris dan menghayal menikah dengan aris tapi lagi-lagi perasaan itu di tepis oleh nya apa mungkin ia pantas mendapatkan aris begitu pikirnya
"Sampai kapan harus menunggu tania tertidur seperti ini"gumamku
Tiba-tiba tania menggeliat dan membuka mata nya setengah sadar ia melihat sosok wanita berhijab yang abang nya sangat tertarik terhadap wanita yang di hadapan nya ini , widi tak melihat ke arah tania ia sedang memainkan ponselnya tiba-tiba tania memanggil membuat widi melonjak kaget
"Kakak"ucap tania suara serak khas bangun tidur
"Astagfirullah aku kira siapa nia , kamu baru bangun apa udah daritadi?"ucap widi
"Baru bangun ngeliat wajah kakak jadi pengen milikin kakak sebagai kakak ipar aku"ucap tania
Deg widi sangat kaget mendengar ucapan tania
"Kamu suka bercanda deh haha"ucap widi tertawa pelan
"Aku serius kak , kakak mau kan jadi kakak ipar aku"ucap tania dengan nada memohon memegang tangan widi supaya widi mau menerima nya
"Bang aris gak punya pacar kak , dia pernah di tinggalin sama pacarnya , dia emang keliatan dingin dan pendiam di luar apalagi di kantor terlihat aura kejam nya kalo kakak udah tau di dalam rumah sikap nya seperti apa pasti kakak jatuh cinta sama bang aris aku yakin itu kak , kak aku mohon ya"ucap tania
"Tanyakan sama abang kamu dulu nia okey udah jangan di bahas lagi"ucap widi
Tak lama kemudian aris dan asisten nya datang ia membuka pintu dengan pelan melihat kedekatan antara sang adik dengan wanita sederhana ini sangat ingin memiliki nya ia bertekad untuk makan malam bersama dengan widi dan mengungkapkan perasaannya pada waktu yang tepat
"Abang udahan meeting nya? lama sekali ini udah hampir jam 12 loh"ucap tania ia mengerucutkan bibir nya pura-pura ngambek
"Iya dek nanti makan siang bareng abang di luar"ucap aris membelai rambut sang adik dengan lembut
"Bareng kak widi juga ya bang"ucap tania
"Kayaknya aku mau makan di kantin aja nia temenku juga pasti akan menunggu"ucap widi ia sengaja menolak karena tidak ingin memberi harapan palsu kepada tania yang sangat berharap menjadikan nya kakak ipar. Bukan nya tidak mau widi ingin aris yang mengungkapkan nya secara langsung bukan cuma dari mulut adik nya
"Nggak apa-apa wid kamu bawa aja temen kamu nanti saya akan beritahu amel"ucap aris
"Yasudah"ucap widi ia tidak bisa menolak permintaan tania itu mustahil lagi-lagi aris menuruti permintaan adik nya ia tidak ingin adik nya akan mengadu kepada kedua orang tua nya
Jam istirahat
"Mel kamu ke kantin bareng aku kan?"ucap widi
__ADS_1
"Iya emang biasanya sama siapa?"ucap amel
"Hari ini kita akan bareng sama CEO kita mel mau kan kamu nemenin aku? aku gak bisa menolak soalnya ada adik nya , adik nya deket banget sama aku dari kecil kami sering bersama-sama"ucap widi ia menghela nafas nya berat rasanya pergi makan ke restaurant bareng CEO ia tidak ingin mendapatkan fitnah dari para pegawai lain nya
"Hmm yasudah ayo takut CEO kita nunggu kelamaan"ucap amel yang sudah berdiri
Amel dan widi berjalan dari ruangan nya sampai ke lift hingga mereka menunggu mobil CEO di parkiran datanglah rizki yang menjemput mereka
"Maaf membuat kalian menunggu"ucap rizki
"Nggak apa-apa pak baru saja kami sampai kesini , pak aris nya gak ikut emang pak?"ucap amel yang melihat ke arah mobil
"Kebetulan pak aris sama adik nya udah di sana mbak , silahkan masuk"ucap rizki ia membukakan pintu untuk dua wanita
"Terimakasih pak"
Mereka duduk di dalam mobil tidak ada percakapan antara ketiga nya sesekali rizki melihat dua wanita ini , Rizki menatap widi ia sangat mengagumi ciptaan Tuhan semua orang pasti ingin memilikinya dan rizki menatap amel pun dengan tatapan yang berbeda entah kenapa jantung nya deg-degan bisa di katakan jatuh cinta atau hanya sekedar menyukai dan mengagumi saja tidak lebih
Beberapa menit kemudian
"Sudah sampai mbak widi dan mbak amel"ucap rizki
"Iya pak sekali lagi terimakasih sudah mengantarkan kami , mohon maaf pak rizki apakah kita makan bersama pak rizki juga?"ucap widi
"Iya bersama saya juga , mari kita masuk"ucap rizki mereka memasuki restaurant tersebut
Rizki menoleh ke meja no 15 , kami pun kesana ternyata disana sudah ada tania pak aris dan mamah nya mungkin mereka janjian pikirnya
"Akhirnya kalian datang juga Tante kira kalian nggak dateng"ucap Tante rina , Aku semakin tidak yakin bahwa ini adalah hanya makan siang bersama apalagi ada seorang wanita paruh baya di hadapan kami
"Widi sama temen nya pasti dateng tan kan ada tania yang nemenin mereka"ucap rizki menyelonong langsung duduk saja tanpa di perintahkan oleh bos nya
Aku dan amel hanya tersenyum ke arah tante rina
"Widi sama temen nya mari duduk masa cuma berdiri aja , rizki aja langsung duduk"ucap tante rina
"Makasih tan , tante disini sudah lama?"ucap widi
"Tante belum lama kok wid kebetulan tante abis dari mall sudah jam makan siang yasudah tante restaurant eh malah nggak sengaja ketemu anak-anak tante , tante kira cuma mereka berdua ternyata sama kalian juga ya"ucap tante rina , ia sengaja bohong pada widi padahal jelas ia ingin melihat sang anak ketika mendekati anak sahabat nya itu dengan cara bagaimana
Widi hanya mengangguk kepala nya dan tersenyum
"Yasudah mari kita makan jangan ngobrol terus nggak baik juga"ucap tante rina
Jangan lupa like komen dan vote gaesssssssssss biar author nya semangat nulis๐๐
Jika ada kesalahan mohon maaf ๐๐
__ADS_1