
Bangun di pagi hari. Aku masih tidak yakin dengan apa yang aku alami tadi malam. Jadi aku mencek ulang akun bitcoinku. Nilai yang tertera masih sama dengan semalam.
Istriku pun masih menanyakan tentang kejadian semalam. Dia masih terkejut dengan kekayaan mendadak. Setelah mendengar bahwa kejadian tersebut nyata. Dia sangat senang.
Sarapanpun menjadi lebih kaya. Karna perasaan bahagia yang kami alami.
Rencana hari ini aku akan mengundurkan dari pekerjaan saat ini. Lalu membuka akun rekening yang dapat menampung uang milyaraan dan dapat dipastikan aman.
Aku juga berencana untuk mentraktir tiga teman kerjaku. Hal baik harus di bagikan ke sekitar.
Setelah sarapan, aku bergegas berangkat ke kantor. Aku sudah menuliskan surat pengunduran diriku tadi malam. Sehingga aku bisa menyerahkan kepada manajer hari ini.
Perjalanan kantor pun serasa menyenangkan. Sambil bersenandung di sepanjang jalan akhirnya akupun sampai kantor.
Aku bertemu dengan bagus dan zidan di tempat parker.
“ada apa dengan senyummu itu? kelihatannya kamu lagi bahagia banget pagi ini?” tanya bagus melihat aku yang senyum cerah
“aku lagi kejatuhan durian runtuh. Lagi dapet rejeki. Nanti aku traktir makan oke?”jawabku
Mereka berdua melihatku dengan tatapan tajam dan heran.
Kami berjalan bersama memasuki kantor. Aku melihat ke kantor manajer untuk melihat apakah manajer sudah datang. Meja kami bertiga bersebelahan,sehingga mereka penasaran kenapa aku selalu melihat ke kantor manajer.
“sebenernya aku akan mengundurkan diri dari kerja disini” aku mengatakannya sambil tersenyum
Mereka berdua terkejut dengan pernyataan aku tersebut.
“apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba kamu mengundurkan diri?” tanya zidan
Aku memikirkannya sebelum menjawab.
“aku akan keluar untuk berbisnis” jawabku sambil tersenyum
“apa yang tiba-tiba kamu lakukan” sekarang giliran Bima
Aku tidak menjawabnyakarna aku melihat menajer sudah datang dan memasuki kantornya. Aku hanya melihat ke Bima sambil tersenyum lalu bergegas ke kantor.
Setelah mengetuk pintu kantor aku dipersilakan masuk. Lalu aku memberikan surat pengunduran diriku kepada manajer. Manajer menanyakan penjelasan alasan aku mengundurkan diri.
Aku memberikan alasan keluarga yang masuk akal. Aku tidak menceritkan tentang akan berbisnis atau
mendapatkan uang milyaran.
Dengan alasan yang masuk akal. Aku dijinkan untuk mengundurkan diri hari ini. Sebagai tenaga penjual pekerjaanku tidak begitu berat sehingga mudah untuk mencari pengganti.
Keluarnya aku dari kantor manajer. Aku melihat mereka berdua masih di mejanya dan melihat kearah
__ADS_1
kantor manajer.
Aku menuju mejaku untuk membereskan beberapa hal yang akanku bawah pulang. Akupun menyerahkan sebagaian kerjaku kepada mereka berdua. Aku merasa bersalah dengan menyerahkan bagian kerjaku.
“hentikan melihatku dengan tatapan seperti itu” aku yang tidak tahan dengan tatapan mereka
Mereka masih tidak menjawabku dan terus melihatku
“oke oke aku akan mentraktir kalian nanti di jam istirahat dan akan menceritakan alasan pengunduran diri” jawabku
“oke” jawab mereka berdua bersama.
Keluar dari kantor, aku bergegas pulang untuk memberitahu istri bahwa aku sudah resign dari pekerjaan.
Kami belum memberitahu orang tua massing-masing tentang uang ini. Kami merencanakan memberitau mereka
lain waktu. Paling tidak sampai kebutuhan kami terpenuhi.
Aku berencana membeli rumah dan juga mobil. Bertujuan meningkatkan taraf hidup.
Setelah jam 10 aku berangkat ke bank untuk membuka rekening.
Sesampainya di bank. Aku menceritakan kebutuhanku. Petugas bank melihatku dengan tatapan heran. Tetapi tidak lama aku di berikan nomor antrian biasa.
Mengantri beberapa menit, giliranku untuk di panggil. Aku kembali menceritakan lagi kebutuhanku kepada CS bank.
Beberapa saat, terlihat pria setengah baya bersama petugas tadi mendatangiku.
Pria paruh baya ini menyapaku dengan sopan ternyata dia adalah supervisor bank ini. Lalu dia membawaku keruangan VIP.
Sesampainya diruangan VIP aku sekali lagi mengkonfirmasi bahwa aku tidak berbohong tentang dana milyaran rupiah.
Akhirnya melalui berbagai proses rekening yang aku butuhkan jadi. Aku juga membuka mobile banking untuk memudahkanku bertransakasi.
Di dalam bank itu juga aku mencairkan 26,6 milyaranku kedalam rekening baru.
Akupun pulang membawa buku tabungan dengan angka milyaran.
.
Di dalam kantor bank.
Pria paruh baya yang baru saja di temui Bima sedangkan duduk dengan linglung. Dia tidak mengharapkan mendapatkan nasabah muda yang memiliki tabungan milyaran.
Pria tersebut memikirkan cara menjaga nasabah tersebut dan memperlakukannya secara VIP.
“huff…. Sungguh pemuda yang menjanjikan” helanya.
__ADS_1
.
Aku pulang ke rumah dan tidak lupa untuk mengambil uang tunai untuk ku kasih ke istri. Itung-itung uang
belanja. Aku mampir ke ATM di dekat perumahanku lalu aku ambil uang tunai sebesar 10 jt.
Sesampainya di rumah aku memberi tau istri bahwa urusan rekening sudah selesai dan uangpun sudah ada di tabungan. Sekarang kita resmi menjadi miliarder.
Istriku yang memeluk bayi perempuan sekali lagi menangis bahagia. Lalu aku memberikan uang 10 jt yang aku ambil tadi.
Aku menyuruhnya untuk memakai uang tersebut semaunya. Lalu dia memukulku dikarenakan aku mungkin akan
berubah menjadi sombong dan menghambur hamburkan uang.
Sekarang menunjukan jam 11 siang. Aku membuka hp untuk mengirim pesan pada kedua temanku.
Aku bertanya apa mereka sudah istirahat kantor. Tidak lama, pesan balasan masuk dari mereka. mereka bilang untuk ketemu di warung biasa kami nongkrong siang.
Lalu aku pamit kepada istri untuk keluar mentraktir bagus dan zidan.
10 menit berkendara aku sampai di warung biasa. Disana masih sepi, waktu istirahat kantor biasanya pada jam 12 siang. Masih ada sekitar 30 menit sebelum mereka istirahat.
Aku menyapa bibi penjaga warung. Bibi terheran kenapa aku datang sepagi ini ke warung. Aku menceritakan bahwa aku sudah keluar dari pekerjaan.
Bibi menceramahi aku karna menyianyiakan pekerjaan dengan penghasilan tetap. Aku hanya membalasnya dengan senyuman ramah tanpa memberi tahu bahwa aku kaya.
Tidak terasa sudah setengah jam aku mengobrol dengan bibi. Warung sudah mulai ramai. Aku melihat bagus dan zidan memarkirkan sepedah di depan warung.
Duduk di tempat biasanya. Aku di hampit oleh mereka berdua. Mereka memesan minuman lalu menatapku dengan tatapan yang tajam
“jangan melihatku seperti itu? aku akan menceritakannya” aku menjawab tatapan mereka
“cepatlaah aku penasaran dari tadi pagi” jawab bagus
Aku melihat ke mata bagus dan zidan secara bergantian. Lalu aku tertawa lepas melihat mereka yang penasaran.
“baiklah…. Aku memberitahuimu aku kaya sekarang. Dan aku sudah memiliki modal untuk berbisnis” aku mengatakan kepada mereka
Meraka masih tidak
menjawabku karna bingung dengan apa yang aku maksudkan. Lalu aku bercerita
tentang bitcoin dan seterusnya sehingga aku memiliki kekayaan meelimpah.
Setelah mendengar itu. mereka menghela nafas panjang. aku mengerti perasaan mereka. Aku hanya tertawa
dalam hati
__ADS_1